Helo Indonesia

Wali Kota Eva Ungkap Strategi Agar Balam Lompat Menuju Kota Maju

Jumat, 23 Mei 2025 17:08
    Bagikan  
Wali Kota Eva Ungkap Strategi Agar Balam Lompat Menuju Kota Maju

Wali Kota Eva Dwiana

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----- Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa sebagai daerah urban kategori kota besar yang terus tumbuh, Bumi Ragom Gawi atau Kota Tapis Berseri membutuhkan loncatan untuk menuju kota maju.

Kota Bandarlampung dengan potensi luar biasanya harus memiliki rencana strategis untuk mewujudkan cita-cita tersebut secara bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan warganya, ujarnya via telepon ke Helo Indonesia, Jumat (23/5/2025), pukul 09.25 WIB.

Menurutnya, sinergisitas seluruh pihak baik jajaran Pemkot, DPRD, dunia usaha, dunia industri, dan komunitas masyarakat perlu agar semakin maju, bertenaga, serta mampu berdiri sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Eva Dwiana yang juga menjabat wakil ketua I Bidang Pemerintahan dan Otonomi, Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025–2030 mengatakan hal itu usai bertemu staf presiden di Bina Graha.

Menurut Wali Kota Eva, Kota Bandarlampung telah memiliki berbagai program unggulan seperti sosial ekonomi kerakyatan berupa pinjaman modal kerja produksi tanpa bunga bagi usaha ultramikro, minimikro, serta usaha mikro kecil menengah (UMKM).

BUMD milik Pemkot Bandarlampung: Bank Waway, notabene banyak direspon positif dan diapresiasi baik oleh sejawat kepala daerah tergabung APEKSI maupun oleh unsur pemerintah pusat.

Selain itu, program lainnya misal pelindungan dan pemberdayaan sosial ekonomi UMKM dan industri kecil menengah (IKM), antara lain melalui pembinaan terpadu berkelanjutan dan pemberdayaan sistemik hulu ke hilir berbasis potensi setempat seperti pelaku UMKM dan IKM subsektor makanan minuman (kuliner) serta industri jasa pariwisata kota 1,25 juta jiwa ini, juga senada panen apresiasi.

"Bandarlampung harus ada loncatan. Dan kita terus bekerja, menggali semua potensi yang ada. Seperti bisa kita lihat, bagaimana kami terus upaya memajukan segala potensi kota ini baik UMKM, kuliner, jasa pariwisata, lainnya itu dapat maju berkembang," papar Bunda Eva.

"UMKM misalnya. Saat ini orang luar bukan cuma tahunya Bandarlampung ini ngetop dengan keripik pisang saja, tetapi juga varian produknya seperti keripik pisang crispi misal. Belum lagi kuliner. Nanti Bunda akan tata itu kawasan Telukbetung agar tak dibilang lagi kota tua, tapi Insyaallah, Bunda mau tata jadi sentra kuliner terbesar di Bandarlampung, bahkan Lampung. Mohon dukungannya," tutur Bunda mengilustrasikan.

Kemudian, "Pariwisata. Nah, Bandarlampung ini kan minim destinasi pariwisata (alami). Bunda mau terus dorong dengan kita ciptakan sentra-sentra wisata baru termasuk wisata kuliner tadi. Ini juga sebentar lagi Bunda mau resmikan ada 8 hotel bintang lima yang sudah mau selesai dibangun dan siap diresmikan. Dengan demikian Insyaallah, cita-cita, impian dan harapan kita bersama, Bandarlampung jadi kota maju, kota destinasi, kota kuliner, kota UMKM, kota perdagangan, dan kota pariwisata, itu terwujud. Aamiin," pungkas Bunda Eva, takzim meminta dukungan media.

Penjelasan Bunda Eva gamblang terlontar di sela mengkonfirmasi seputar "bocoran" materi pertemuan audiensi dirinya bersama sejumlah walikota Indonesia, yakni Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, selaku Ketua Umum APEKSI 2025–2030 produk terpilih kembali aklamasi Munas VII APEKSI 2025 di Surabaya, 6-10 Mei lalu; dan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang juga Wakil Ketua APEKSI Bidang Perkotaan dan Budaya.

Serta, sejumlah kepala daerah dan pimpinan DPRD pengurus asosiasi sejenis lain. Yakni, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) 2023–2028 Al Haris (Gubernur Jambi), Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) 2021–2026 Sutan Riska Tuanku Kerajaan (dua periode Bupati Dharmasraya Sumatra Barat 2016–2025, dan bupati saat ini dijabat sang istri Annisa Suci Ramadhani).

Berikut audiens lainnya; yakni Ketum Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) 2024–2029 Buky Wibawa (Ketua DPRD Jawa Barat), Ketum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) 2025–2030 Siswanto (Wakil Ketua DPRD Blora Jawa Tengah), Ketum Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI) 2025–2030 Dance Ishak Palit (Ketua DPRD Salatiga Jawa Tengah).

Mereka hadir memenuhi undangan audiensi dengan Kepala Staf Presiden (KSP) RI, Anto Mukti (AM) Putranto, di kantor KSP RI, Bina Graha kompleks Istana Kepresidenan, Jl Veteran Nomor 16 Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2025).

"Melalui pertemuan ini, semoga bisa mempererat silaturahim. Berbagai isu dibahas, termasuk program Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga program Makan Bergizi Gratis," terang unggahan media sosial Bunda Eva, Kamis.

Dan pada Jum'at, Bunda Eva mengungkap betapa pihak Istana melalui Kepala KSP, AM Putranto, mereaksi positif segenap usulan, telaahan, dan rekomendasi kebijakan dari APEKSI. "Respons beliau sangat baik, positif. Beliau juga informasikan ke kami di APEKSI, akan undang kami lagi membahas lebih dalam pelaksanaan program kegiatan pembangunan baik pusat maupun daerah ini secara lebih spesifik," ungkap Bunda Eva, isi pertemuan.

Adapun, Kepala KSP RI, Letjen TNI (Purn) AM Putranto, dalam pidato pembuka sekaligus arahannya menerangkan audiensi selain sebagai langkah sinkronisasi kebijakan, juga bagian silaturahmi pemerintah pusat-daerah.

Veteran alumni Akmil 1987, usai purnatugas jabatan terakhir Dankodiklat TNI AD digaet Prabowo Subianto (saat Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju) jadi Asisten Khusus Matra Darat Bidang Alutsista 2022–2024 ini memaparkan evaluasi program pemerintah Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

“Tugas kami dalam forum ini, menyampaikan langsung pada rekan-rekan pimpinan daerah yang hadir terkait pembahasan isu strategis seperti program-program pemerintah yang telah berjalan, diantaranya program Makan Bergizi Gratis,” ujar Putranto, berharap audiens pertemuan bisa mensinergikan kegiatan program pemerintah yang ada melalui forum-forum asosiasi yang ada.

Dia mengintensi pula agar pelaksanaan kemandirian daerah melalui otonomi daerah mencarikan solusi dari permasalahan dan hambatan yang ada di tengah masyarakat.

“Semoga forum ini berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara,” ujarnya.

Tiba sesi pemaparan dan tanggapan audiens, pimpinan Asosiasi, antara lain Ketua Umum APEKSI Eri Cahyadi melaporkan gambaran umum situasi obyektif, peluang investasi, dan kendala seputar pelaksanaan pembangunan, berikut upaya kompak sistematis daerah 98 kota Indonesia anggota APEKSI dalam hadapi kendala, sumbatan yang ada demi pemajuan daerah dan perwujudan kesejahteraan rakyat.

Ujar Walikota Bandarlampung Eva Dwiana, menceritakan ulang pemaparan Ketum Eri di hadapan forum tersebut. Antara lain, Eri mengutarakan soal ragam isu-isu utama permasalahan khas kota seperti sampah.
Lalu, soal tata kelola pemerintahan daerah, pengentasan kemiskinan menuju zero stunting hingga isu terkait lainnya.

"Alhamdulillah, pak Kepala KSP sambut baik," ujar Bunda Eva, ihwal tindak lanjut KSP yang akan menjembatani usulan dan rekomendasi APEKSI ke pemerintah pusat. (Muzzamil)