Helo Indonesia

Balita Berisiko Stunting di Kendal Terima Bantuan Subsidi Harga Pangan

Rabu, 11 Juni 2025 17:29
    Bagikan  
Balita Berisiko Stunting di Kendal Terima  Bantuan Subsidi Harga Pangan

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyerahkan bantuan subsidi harga pangan kepada keluarga dengan anak berisiko stunting. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Hanya dengan uang Rp 20 ribu, keluarga dengan anak berisiko stunting di Kabupaten Kendal bisa tebus murah paket subsidi harga pangan sumber energi yang terdiri dari 1 kilogram (kg) beras Fortivit, 2 kg telur, 3 produk makanan olahan dari daging, ayam dan ikan seharga Rp 175 ribu.

Pada kesempatan kali ini bantuan pangan bergizi diserahkan langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari ke sejumlah penerima di beberapa desa di Kabupaten Kendal dan diterimakan di dua desa yaitu di Desa Bangunrejo dan Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Rabu 11 Juni 2025.

"Hari ini yang di Desa Bangunrejo ada 50 paket bantuan subsidi harga pangan untuk empat desa. Jadi bantuan ini kita berikan sesuai data dari Puskesmas bagi anak-anak yang beresiko terkena stunting yang beratnya masih dibawah normal," terang Bupati Tika.

Baca juga: 438 Peserta Ikuti Retret, Gubernur: Bangun Jawa Tengah Butuh Napas Kebersamaan

Bupati berharap melalui bantuan subsidi pangan bergizi ini dapat menurunkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Kendal yang saat ini masih cukup tinggi yakni sebesar 19,2 persen.

"Harapannya dengan adanya bantuan makanan yang bergizi ini, peningkatan gizi dari anak-anak stunting tersebut bisa tercukupi. Ini termasuk langkah menekan angka prevalensi stunting," ungkapnya.

Plt Kepala Bidang (Kabid) Kerawanan Pangan dan Gizi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Ariani Setyarahayu menjelaskan, bantuan ini diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama Mei sampai Desember 2025, dan menyasar anak usia 2 sampai 59 bulan yang beresiko stunting dengan kriteria berat badan sangat kurang dan kurang.

"Bantuan pangannya berupa 1 kg beras Fortivit, 2 kg telur, 3 produk makanan olahan dari daging, ayam dan ikan. Ini tebusnya hanya Rp 20 ribu, padahal paketnya seharga Rp 175 ribu," ungkap Ani sapaan akrabnya.

\Evaluasi Berkala

Ia menyampaikan, nantinya penerima juga akan dilakukan evaluasi berkala untuk memastikan balita yang menerima subsidi pangan berat badannya bertambah dan menjadi normal. Sehingga bantuan berikutnya akan dialihkan kepada anak yang berisiko stunting lainnya.

"Evaluasi ini akan dilakukan setiap bulan. Apabila dalam tiga bulan itu anak yang beresiko stunting ini berat badannya mengalami kenaikan dan berat badannya normal itu akan berganti penerima atau anak yang beresiko stunting lainnya," ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Kebonharjo, Subur mengungkapkan, dari 109 total balita di Desa Bangunrejo yang terindikasi stunting ada 7 balita. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada balita yang beresiko stunting di Desa Kebonharjo.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi maupun kabupaten yang telah bersama-sama mengentaskan stunting. Harapannya program ini benar-benar bermanfaat dan mengentaskan stunting di Desa Kebonharjo," pungkas Subur.(Anik)