Helo Indonesia

Gandeng Instansi, UPNS Konseling Mahasiswa USM Gelar Seminar Kesehatan Mental Remaja

Rabu, 2 Juli 2025 21:03
    Bagikan  
Gandeng Instansi, UPNS Konseling Mahasiswa USM Gelar Seminar Kesehatan Mental Remaja

Sekretaris TP PKK Jateng Ema Rachmawati saat menjadi narasumber di Seminar Kesehatan Mental Remaja di USM

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Unit Pelaksana Non Struktural (UPNS) Konseling Mahasiswa Universitas Semarang (USM) menggelar Seminar Kesehatan Mental Remaja dalam Perspektif Organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga yang berlangsung di Auditorium Ir Widjatmoko USM pada Senin, 30 Juni 2025.

Kegiatan tersebut menggandeng beberapa instansi seperti tim penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Forum Anak Kota Semarang Kecamatan Pedurungan, dan Layanan Psikologi USM.

Baca juga: Peserta Atletik Jateng Open 2025 Membeludak, Atlet Pelatnas dan Pelatda Ikut Turun

Hadir dalam Seminar tersebut Ketua Senat, Prof Dr Dra Hardani Widhiastuti MM Psikolog, Wakil Rektor III USM Dr Muhammad Junaidi SHI MH, dan Kaprodi S1-Psikologi USM, Yudi Kurniawan SPSi MPsi Psikolog.

Ketua UPNS Konseling Mahasiswa USM, Kimi Katkar SPsi MSi mengatakan, seminar tersebut untuk menumbuhkan kesadaran kolektif kepada orang tua dan remaja terkait peningkatan kesehatan mental yang berhasil menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental.

"Meskipun kesehatan mental ini tidak terlihat secara fisik, akan tetapi berpengaruh sekali dan berdampak pada psikisnya. Jadi agar dari sisia ayah, ibu, maupun anak bisa lebih peka dan lebih peduli lagi terhadap kesehatan mental mereka," katanya.

Baca juga: Tim Basket Putra dan Putri USM Tempati Runner Up di Pomprov Jateng 2025

Sementara itu, Sekretaris Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati berharap pola komunikasi orang tua terhadap anak dapat berubah. Alih-alih memberikan judgement, diharapkan orang tua lebih fokus mendengar apabila sedang berinteraksi dengan anak.

"Oleh karena itu, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah mempunyai program Paredi yaitu pola asuh anak remaja dengan penuh cinta, kasih sayang di era digital. Karena bagaimanapun, orang tua sekarang harus siap dengan perubahan-perubahan komunikasi dan perilaku. Melalui program ini, diharapkan kepada keluarga untuk bagaimana memberikan pola asuh yang benar pada anak-anak," tegas Ema yang juga Kadinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Jateng. (Aji)