Helo Indonesia

Krakatau Festival 2026 Rencana Ditangani Pihak Swasta, Ada Nilai Ekonomisnya

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Jumat, 25 Juli 2025 16:55
    Bagikan  
Krakatau Festival 2026 Rencana Ditangani Pihak Swasta, Ada Nilai Ekonomisnya

Bobby dan Henny

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Setelah pemerintah yang menangani 34 kali Festival Krakatau (FK), Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Bobby Irawan mengatakan rencana pihak swasta yang akan mengambilalih pengelolaan FK 2026.

"Rencana, FK 2026 akan dikelola pihak swasta agar bernilai ekonomi, pemerintah hanya memfasilitasi," ujarnya di kantornya, Jl. Jend Sudirman No. 29, Kota Bandarlampung, beberapa hari lalu.

Menurut dia, FK 2025 sudah menjadi daya tarik wisata yang kuat, mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkenalkan budaya Lampung, sekaligus jadi sarana promosi pariwisata Lampung di tingkat nasional dan internasional.

Hal ini sejalan dengan misi Gubernur Lampung Rahmat Nirzani Djausal: Bersama Lampung Maju Menuju lndonesia Emas 2045". "Saya rasa kedepan harus lebih baik lagi," ujarnya.

“Ini kesempatan bagus bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dan UKM yang menjadi arahan Bapak Gubernur Mirza agar terjadi peningkatan pendapatan secara langsung kepada masyarakat," tegas Bobby.

Pada FK 2025, tanggal 1-6 Juli di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernuran Lampung, pihaknya menyediakan Festival Kuliner Kanikan dalam rangka meningkatkan pendapatan dari tenan-tenan.

Ada penjual es omsetnya lebih dari Rp12 juta selama enam hari, katanya. FK 2025, Ada Karnaval Budaya dengan tema Topeng Lampung, Festival Kuliner Kanikan, Pameran Ekonomi Kreatif, Lomba Kreasi Uleg Seruit, Krakatau Run, dan Malam Pesona Kemilau.

Festival Krakatau merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung untuk mempromosikan pariwisata dan kekayaan budaya daerah. Tahun ini, festival mengangkat tema "Nemui Nyimah", ramah, terbuka, dan bersahaja.

Pada acara ini tidak semua kabupaten/kota ikut berpartisipasi. Menurut Bobby, kabupaten/kota yang tidak siap kita tidak bisa memaksa, kitakan tidak tahu kondisi keuangan. Awal tahun ini sudah efisiensi anggaran berlaku juga bagi kabupaten/kota. Tak kurang dari sembilan kabupaten/kota yang ikut berpartisipasi.

Tak hanya itu, Bobby melanjutkan, secara keseluruhan peserta tahun ini lebih banyak dari tahun kemarin yaitu sekitar 2500 orang yang ikut karnaval dari 52 group. Kami tidak menitikberatkan hanya pada kabupaten/kota.

Ada OPD serta masyarakat umum, justru nanti disuatu titik kita berharap dari kabupaten/kota diwakili oleh penggiat kesenian dan lainnya.

Foto both Krakatau lebih mewakili seluruh kegiatan Krakatau Festival. Ogoh-Ogoh merupakan sumbanganan dari Kabupaten Lampung Tengah. Mereka membawa Ogoh-Ogoh ini 12 jam sampai ke Lapangan Korpri.

Lampung terdiri dari berbagai etnis termasuk Bali yang memberikan konstribusi secara gratis sebagai apresiasi mereka. Ada juga Ludruk dari Jawa Tengah, ujar Bobby.

Festival Krakatau sudah berjalan selam 34 tahun, setiap tahun selalu menuju kearah yang lebih baik walaupun ada beberapa sisi yang perlu mendapat perhatian agar lebih baik lagi.

Kita akan selalu meningkatkan kwalitas penyelenggaraannya, kedepan adanya kolaborasi dari penggiat pelaku pariwisata harus lebih besar lagi, kata Bobby.

Terkait ketersediaan air bersih untuk berwudhu, Bobby mengatakan, akan diperhatikan lagi. Begitu juga akan ada penambahan mobil toilet dan akan dibersihkan secara berkala.

Saat Festival Krakatau 2025 terjadi hujan deras sehingga peserta karnaval dan penonton mengalami kesulitan untuk berteduh. Panitia menyediakan dua tenda ukuran besar namun tidak mencukupi untuk menampung peserta dan penonton saat hujan.

“Pada dasarnya bulan Juli sudah masuk musim kemarau berdasarkan kebiasaan, walau hujan antusias masyarakat tetap tinggi untuk mengikuti rangkaian acara sampai selesai. Ini akan jadi pelajaran kita kedepannya”, tambah Bobby.

Masih kata Bobby, kami juga sudah koordinasi dengah pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca.

Ketika acara karnaval belum dimulai, lapangan Korpri terlihat masih bersih dari sampah, akan tetapi seiring berjalannya waktu bersamaan dengan kedatangan peserta karnaval dan masyarakat mulai tampak sampah.

Tempat sampah sudah disediakan di beberapa tempat dan Pembawa Acara juga sudah memperingatkan buanglah sampah pada tempatnya. “Tetapi, sekali lagi ini jadi pelajaran buat kami, nanti akan diperbanyak lagi tempat sampah yang bisa terlihat dengan jelas”, tutup Bobby.
K-Fest ke-34, Cinta Budaya, Ekonomi Kreatif, dan Krakatau Run (Rls/Henny)