Helo Indonesia

Ditemani Darussalam, Putra Lampung Itu Jemput Irjennya, Apakah Bakal Ikut Jejak Pun Edward dan Dang Ike?

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Senin, 6 Oktober 2025 19:21
    Bagikan  
POLRI
HELO LAMPUNG

POLRI - Ramadhan dan Darussalam (Foto Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Satu lagi putra Lampung bersinar di kepolisian. Setelah menjabat waka-Polda Lampung, bintangnya bertambah jadi dua sebagai dosen Kepolisian Utama Tingkat I di Akademi Kepolisian (Akpol) Lemdiklat Polri.

Darussalam ikut mengantarkan Ahmad Ramadhan menjemput pangkat inspektur jenderal (irjen) ke Mabes Polri, Senin (6/10/2025), pukul 18.39 WIB. Pencapaian prestisius karier panjang putra berdarah Tulangbawang di Kepolisian Republik Indonesia.

undefined

Bintang dua adalah syarat memimpin Polda Lampung. Apakah Ahmad Ramadhan akan mengikuti jejak Brigjen (Purn) Paduka YM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, SH (2015) dan Irjen (Purn) Ike Edwin (2016) memimpin Polda Lampung?

"Doakan saja dirinya mendapatkan kesempatan serupa agar kembali ke Lampung sebagai kapolda, Alloh SWT yang menentukan nasib seseorang, " ujar Darussalam ketika dikonfirmasi Helo Indonesia.

Ibarat catur, kita bidak yang jalan dan kemenangannya sudah ditentukan Yang Di Atas. Manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa."Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu," ujar Darussalam mengutip QS al-Mukmin: 60.

Yang pasti, ujar tenaga pendamping Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal itu, kebanggaan bagi masyarakat Lampung bertaburan bintang bersinar di kepolisian yang berasal dari provinsi ini. "Semoga memotivasi generasi muda untuk ikut menggapai bintang di langit," katanya.

Menurut pengamat kepolisian Dr. Eko Prasetyo dari Universitas Bhayangkara Jakarta, promosi Ahmad Ramadhan ke Akpol merupakan bagian dari “strategi regenerasi pimpinan berbasis kompetensi.”

“Polri kini menaruh perhatian besar pada kualitas kepemimpinan berbasis pengetahuan. Ahmad Ramadhan punya kombinasi ideal antara pengalaman operasional dan akademis,” ujarnya.

Sosok Ahmad Ramadhan kembali mencuri perhatian publik setelah dipercaya mengemban tugas baru sebagai Dosen Kepolisian Utama Tingkat I di Akademi Kepolisian (Akpol) Lemdiklat Polri.

Jabatan strategis ini bukan sekadar rotasi biasa, tetapi merupakan bentuk promosi menuju jenjang jenderal bintang dua. Mutasinya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2134/IX/KEP./2025 tertanggal 19 September 2025.

undefined

Ibarat Catur

Seperti kegemaran beratnya main catur, karier Ahmad Ramadhan yang dimulai dari lapangan akhirnya hingga ke posisi strategis. Dia lahir di era awal reformasi kepolisian, Ahmad Ramadhan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.

Dirinya satu angkatan dengan sejumlah perwira tinggi yang kini memegang posisi kunci di Mabes Polri dan Polda jajaran.

Sebelum dikenal luas publik, karier Ramadhan banyak dihabiskan di bidang reserse kriminal dan kehumasan — dua bidang yang menuntut ketajaman analisis dan kemampuan komunikasi publik yang mumpuni.

Beberapa posisi penting yang pernah ia emban antara lain:

Kasubdit II Ditreskrimum Polda Metro Jaya, yang dikenal sukses menangani berbagai kasus menonjol di ibu kota.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, di mana ia mulai dikenal publik karena gaya komunikasinya yang tenang, sistematis, dan humanis.

Karopenmas Divisi Humas Polri, jabatan yang membuatnya menjadi wajah Polri di hadapan media nasional dan internasional, terutama saat menangani komunikasi publik pada masa pandemi COVID-19 dan kasus-kasus besar nasional.

Wakapolda Lampung (2023–2025), di mana ia berperan penting memperkuat transparansi informasi, pengawasan internal, dan hubungan sinergis antara kepolisian dan media lokal.

undefined

Perwira Akademis dan Intelektual Polri

Tidak hanya dikenal sebagai komunikator ulung, Brigjen Ahmad Ramadhan juga dikenal sebagai perwira akademis dan penulis. Ia menyandang gelar Doktor di bidang Ilmu Komunikasi, dengan fokus riset pada strategi komunikasi kepolisian di era digital dan perubahan perilaku publik terhadap institusi negara.

Kepiawaiannya memadukan ilmu komunikasi dengan pendekatan kepemimpinan modern membuatnya sering diundang sebagai narasumber nasional, baik dalam seminar kepolisian, kuliah umum di perguruan tinggi, maupun program penguatan kehumasan pemerintah.

Penugasan terbarunya di Lemdiklat Polri bukan tanpa alasan. Posisi Dosen Kepolisian Utama Tingkat I menandakan kepercayaan tinggi pimpinan Polri terhadap kapasitas akademik dan integritas Ramadhan untuk mencetak generasi perwira muda yang berkarakter profesional, berintegritas, dan humanis.

undefined

Jejak Humanis di Lampung

Selama bertugas di Lampung, Ramadhan meninggalkan kesan positif. Ia dikenal dekat dengan media, akademisi, serta komunitas masyarakat sipil. Di bawah koordinasinya, program “Polisi Mendengar” dan “Polisi Masuk Sekolah” digalakkan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri di daerah.

Kegiatan seperti Forum Komunikasi Media, Edukasi Anti Hoaks, dan kampanye “Bijak Bermedsos” menjadi bagian dari inovasi komunikasi publik Polda Lampung selama masa jabatannya.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menyebut Ramadhan sebagai sosok pembimbing dan motivator.

“Beliau selalu menekankan pentingnya transparansi dan pendekatan humanis. Banyak inovasi komunikasi yang lahir dari gagasan beliau,” ujar Yuni.

Dari Lapangan ke Ruang Kelas: Simbol Perwira Lengkap

Kenaikan jabatan Brigjen Pol Ahmad Ramadhan ke Akpol bukan sekadar rotasi administratif, melainkan simbol pergeseran dari perwira operasional menjadi perwira pembina — seseorang yang tidak hanya memimpin, tetapi juga mewariskan nilai dan pengalaman.

Bagi Ramadhan, perjalanan ini adalah wujud tanggung jawab moral untuk menyiapkan generasi penerus Polri yang siap menghadapi tantangan zaman.

“Saya percaya, kekuatan Polri ada pada sumber daya manusianya. Mendidik calon perwira muda berarti menjaga masa depan bangsa,” ujarnya. 

Menuju Puncak Pengabdian

Dengan rekam jejak panjang, integritas yang terjaga, dan kepercayaan pimpinan, langkah Ahmad Ramadhan meraih bintang dua (Irjen Pol) menjadi contoh nyata bahwa jalur akademik dan komunikasi publik kini menjadi pilar penting dalam kepemimpinan Polri modern.

Selamat Jen, sukses selalu. (Herman Batin Mangku)