KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PON Bela Diri Kudus b2025 sekaligus pengurus KONI Pusat, Ryan Gozali, menilai penyelenggaraan PON Bela Diri 2025 di Kudus menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan dan kebangkitan olahraga nasional, khususnya di cabang bela diri.
Ryan menjelaskan, dengan adanya 72 cabang olahraga (cabor) dalam PON secara keseluruhan, perlu ada fokus pembinaan yang lebih strategis.
“Kalau semua dijadikan satu PON itu terlalu banyak. Kami rasa PON empat tahunan sebaiknya diarahkan pada cabang olahraga Olimpiade, namun tetap memberi ruang bagi cabang lainnya melalui ajang-ajang khusus seperti ini,” ujarnya Selasa 14 Oktober 2025 di media center GOR Djarum Arena Kaliputu, Kudus.
Baca juga: Persiapan Hadapi Penilaian, UPNS PPKM Universitas Semarang Gelar Monev Internal
Dia menambahan, KONI Pusat tengah menggagas konsep penyelenggaraan PON tematik secara berkala, seperti PON Bela Diri, PON Pantai, PON Remaja, dan PON Indoor. Tujuannya agar pembinaan atlet lebih terarah dan berkesinambungan.
“PON Bela Diri ini kami harapkan menjadi ajang pembinaan yang serius. Dari sini kita bisa arahkan pendanaan dan perhatian lebih fokus ke pengembangan prestasi,” kata Ryan.
Menurutnya, meski persiapan PON Bela Diri hanya sekitar empat bulan, pelaksanaan di Kudus berjalan cukup baik. “Ada banyak kekurangan, terutama di pendanaan, tapi secara umum masih bisa kami kendalikan. Total ada sekitar 2.700 atlet yang bertanding, dan jika semua pihak konsisten, ke depan bisa lebih baik lagi,” jelasnya.
Ryan juga mengapresiasi peran Djarum Foundation dan Kudus dalam mendukung ajang ini. Ia menyebut penyelenggaraan di Djarum Arena memberikan aura positif bagi olahraga bela diri Indonesia.
“Kami memilih Kudus dan Djarum karena auranya bagus. Djarum Foundation juga berkomitmen menggratiskan fasilitas GOR Bela Diri dan mendukung pembinaan jangka panjang. Ini langkah nyata menuju kejayaan olahraga Indonesia,” tuturnya.
Ekonomi Daerah
Selain prestasi, Ryan menilai PON Bela Diri juga berdampak besar bagi ekonomi daerah. “Kegiatan ini menciptakan sport tourism. Dampak ekonominya diperkirakan mencapai sekitar Rp500 miliar, dan masyarakat Kudus ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Baca juga: Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan Bersama Provinsi Peserta PON Bela Diri Kudus 2025
Ia juga mengapresiasi sambutan positif dari berbagai kontingen luar daerah yang menilai penyelenggaraan PON Bela Diri berjalan sukses dan berstandar baik.
Menutup pernyataannya, Ryan berharap komitmen pembinaan olahraga terus berlanjut. “Kita ingin Indonesia menjadi negara yang digdaya dalam olahraga. Semangatnya bukan hanya kompetisi, tapi juga pembangunan jangka panjang,” tandasnya. (Aji)
