LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran tiga buku seri Mengenal Indikator yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung.
Tiga buku tersebut adalah “Potret Kemiskinan di Provinsi Lampung”, “Statistik Berkisah”, dan “Cerita di Balik Dua Belas Indikator”. Ketiganya diluncurkan secara resmi dalam acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Swiss-Bel, Bandar Lampung, Senin (29/9/2025).
Menurut Ahmad Giri Akbar, Kamis (2/10/2025), kehadiran tiga buku ini sangat penting karena berisi data dan analisis yang menjadi fondasi dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang lebih terukur dan tepat sasaran.
“Ketiga buku ini bukan hanya sekadar kumpulan angka, tetapi cerminan wajah Lampung hari ini — dari sisi kemiskinan, sosial, hingga dinamika pembangunan. Semoga karya ini memperkuat budaya berbasis data, agar setiap keputusan benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat,” ujar Giri Akbar.
BPS Hadirkan Statistik yang Lebih Dekat dengan Masyarakat
Kepala BPS Provinsi Lampung Marindo menjelaskan, seri Mengenal Indikator merupakan upaya BPS untuk menghadirkan data yang tidak hanya akurat, tetapi juga mudah dipahami oleh semua kalangan — mulai dari pengambil kebijakan, akademisi, hingga masyarakat umum.
Buku “Cerita di Balik Dua Belas Indikator” mengulas proses dan metodologi penyusunan berbagai indikator pembangunan, sehingga pembaca dapat memahami makna di balik setiap angka statistik.
Sementara itu, “Statistik Berkisah” menyajikan data dengan pendekatan naratif yang ringan dan humanis. Melalui gaya penceritaan yang hidup, buku ini berusaha mematahkan stigma bahwa statistik hanya untuk kalangan akademik atau ahli.
Adapun “Potret Kemiskinan di Provinsi Lampung” menjadi buku yang paling menggugah. Di dalamnya, data kemiskinan disajikan berdampingan dengan kisah nyata masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Pendekatan ini membuat angka-angka statistik terasa lebih manusiawi — menghadirkan empati dan kesadaran bahwa di balik setiap persen kemiskinan, ada wajah dan cerita kehidupan.
Langkah Menuju Pemerintahan yang Transparan dan Responsif
Ahmad Giri Akbar menilai langkah BPS ini sejalan dengan semangat transparansi dan akuntabilitas yang tengah didorong pemerintah. Data yang kuat dan terbuka akan menjadi pegangan penting bagi DPRD dan Pemprov Lampung dalam merancang program pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat.
“Kita tidak boleh membuat kebijakan hanya berdasarkan asumsi. Data harus menjadi dasar, cerita rakyat menjadi konteks, dan keberpihakan menjadi arah,” tegasnya.
Peluncuran seri buku ini sekaligus menandai babak baru kolaborasi antara BPS, pemerintah daerah, dan masyarakat, menuju Lampung yang lebih cerdas data, transparan, dan sejahtera.
Apakah Anda ingin saya tambahkan kutipan langsung dari Kepala BPS atau suasana acara peluncuran (misal antusiasme peserta, siapa saja yang hadir)? Itu bisa membuat beritanya terasa lebih hidup dan bernilai human interest. (Prapthy/ADV)
