Helo Indonesia

Satu Bocah Meninggal dalam Banjir Semarang, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian Korban Hanyut

Rabu, 29 Oktober 2025 20:37
    Bagikan  
Satu Bocah Meninggal dalam Banjir Semarang, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian Korban Hanyut

Tim Basarnas Semarang dan tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban hanyut di daerah aliran sungai. Foto: basarnas smg

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Belum surutnya genangan air imbas hujan yang mengguyur Kota Semarang sejak beberapa hari belakangan ini, debit air di beberapa titik di Kota Semarang kembali naik. Sejak Selasa siang 28 Oktober 2025, tim Basarnas Kantor SAR Semarang menerima sejumlah laporan warga yang terjebak banjir hingga butuh evakuasi, serta korban hilang karena hanyut terseret akibat luapan air.

Basarnas Kantor SAR Semarang beserta Tim SAR Gabungan langsung merespons cepat dan telah melakukan evakuasi Selasa siang hingga Rabu dinihari (29/10) terhadap warga yang terdampak banjir di sekitar Kota Semarang, khususnya wilayah Semarang Timur, Kaligawe, Pedurungan, dan sekitarnya. Tercatat terdapat 47 warga yang dievakuasi oleh Kantor SAR Semarang dengan prioritas anak-anak, lansia, orang sakit dan juga ibu hamil.

Baca juga: KONI Jateng Siap Gelar Musorprov, Pemilihan Ketua Dipastikan Lancar dan Cepat

Rahma Aurel, Seorang bocah perempuan berumur 9 tahun asal Sedayu Tugu Semarang, hanyut di selokan yang sedang dalam perbaikan. Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (28/10) petang sekitar pukul 18.30 WIB di wilayah pemukiman Argomulyo Mukti Asri Telogomulyo Pedurungan Semarang.

Dalam CCTV yang terpasang di rumah warga, korban tampak berjalan bersama ibunya dengan posisi korban berjalan di depan sang ibu dan saat itu kondisi hujan. Keduanya diketahui sebagai peminta-minta yang biasa keliling di area tersebut. Saat korban melangkah tanpa disadari area yang dilewati ternyata saluran air yang tidak kelihatan akibat tertutup air hujan. Akibatnya korban langsung tenggelam dan hanyut di saluran air yang menuju ke Sungai Gasem Semarang.

Baca juga: Tanggul Kali Bodri Masih Kritis, Warga Kebonharjo Mengadu ke Ketua DPRD Kendal

Sang ibu yang berjalan dibelakangnya sontak kaget dan langsung terjun ke saluran air tersebut untuk menyelamatkan anaknya sembari berteriak meminta pertolongan. Namun usahanya tidak berhasil dan bahkan dirinya hampir juga terbawa arus. Beruntung ada warga yang mendengar teriakan tersebut dan segera menyelamatkan sang ibu.

“Saat ini tim kami beserta tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian di sepanjang aliran saluran air tersebut,” ujar Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang dalam keterangannya Rabu 29 Oktober 2025.

Menurut Budiono, banyaknya sampah dan juga area pencarian yang panjang cukup menyulitkan tim dalam melakukan pencarian. ''Semoga tim diberikan kemudahan dan korban segera ditemukan,” tutup Budiono.

Baca juga: Penembak Pengacara Lahan Tanah Abang, Dibekuk Polisi

Banjir Semarang kali ini bukan hanya membuat banyak rumah warga terdampak, tetapi juga memakan korban jiwa. Dua bocah hanyut, satu korban atas nama Achmad Riefqie Arzan (7 tahun) kelas 1 MI Tarbiyatus Sibyan asal Telogomulyo, Pedurungan,  Semarang, hilang pada Selasa (28/10) siang pukul 11.00 WIB dan telah ditemukan warga pada Rabu (29/10) dinihari tadi sekitar pukul 03.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Dan satu lagi bocah 9 tahun bernama Rahma Aurel yang saat ini masih dalam pencarian tim SAR Gabungan. (Aji)