LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Serba kebetulan, dua anak muda Lampung: Resmen Kadapi dan KRT Oking Ganda Miharja. Keduanya sama-sama pernah nyalon bupati, advokat, satu almamater Universitas Jayabaya, Jakarta, dan hari ini, Selasa (4/11/2025), sama-sama diwisuda resmi bergelar doktor.
Resmen jak (dari) Kabupaten Waykanan mengawali kiprahnya dari seorang aktivis demokrasi sedangkan Oking jak Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) merangkak dari sebagai wartawan. Kini, keduanya mengharumkan Lampung secara nasional.
Untuk tulisan kali ini, kita kuliti dulu rekam jejak Dr. Resmen Kadapi, S.H., M.H.
RESMEN KADAPI
Resme yang mengawali karirnya sebagai aktivis akhirnya sukses menaklukkan kerasnya Jakarta. Kelahiran Pakuan Ratu Waykanan, Mei 1986, putra dari empat bersaudara pasangan Haji Abdurrahman, pensiunan guru SD di Pakuan Ratu, dan Rupawan, sang ibu asal Desa Karang Agung.
Resmen lulusan TK Dharma Wanita Pakuan Ratu tahun 1992, SDN 2 Pakuan Ratu 1998, lanjut SMPN 20 Bandarlampung lulus 2001, SMA Al Azhar Wayhalim lulus 2004, S1 Ilmu Hukum Universitas Bandalampung (UBL), S2 Hukum Universitas Jayabaya lulusan 2011.
Ayah dua putri bungsu putra, warga komplek perumahan Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan ini berlatar aktivis. Bekas tukang demo, eks aktivis mahasiswa UBL pascareformasi, era transisi demokrasi Indonesia 2000-an, juga bagian keluarga besar Korps Alumni HMI (KAHMI).
Saat kuliah, dia pernah dwiperiode Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBL 2008–2010, Kabid Hukum Dewan Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) 2009–2010, pengurus HMI Cabang Bandarlampung 2010–2011, dan termasuk jajaran Pengurus Besar HMI 2011–2012.
Asah kesalehan lelaku dalam memecahkan masalah yang secara umum menyejarah dan anatomik jadi problem pokok masyarakat Indonesia, lewat kepeloporan kepemimpinan ditengah massa, bersama massa, di garis massa, eksekusi dan membatu uji mandatori teori-teori gerakan sosial progresif.
Serta, bukukan teori-praktik pendampingan rakyat, mencatatkan teori pembelaan dan advokasi hukum ke lapangan praktik ala dia sendiri: cara cerdaskan rakyat versi Resmen Kadapi, sejak berjerih tekuni dunia aktivisme politik kala masih berstatus mahasiswa.
Yang kala itu entah belum entah sudah dia sadari, aktivisme politiknya itu kelak bakal turut bikin namanya melesat. Hingga kelak kini, saat dia telah berkarir profesional sebagai seorang advokat.
Sebagai aktivis antikorupsi, Resmen nimba praktik antara lain dengan pernah menjadi Koordinator Departemen Investigasi Dewan Pengurus Nasional Jaringan Pemberantasan Korupsi (JPK), berbasis di Lampung dirian advokat Dr Erry Setyanegara, 2004–2009.
Pernah berbulan lamanya dia habiskan waktu di tengah massa rakyat, advokasi hak mereka, tuntaskan kasus sengketa agraria yang menimpa rakyat di daerah kawasan hutan register di Lampung yang terlibat konflik terbuka lawan sekutu 'peng-peng': penguasa dan pengusaha. Saat itu.
Sebagai aktivis politik, entah bagaimana, bermula kala dia mulai bersenggolan dengan pintu kekuasaan: secara tertutup terlibat aktif perjuangan politik pemenangan hingga pengawalan pemerintahan daerah Kota Bandarlampung 2010–2015 era Herman HN dan Wawalkot Thobroni Harun, produk politik Pilwalkot Bandarlampung 2010.
Berlanjut, saat dia secara terbuka menjadi salah satu "tangan kanan" Herman HN, ikut berkeringat jadi bagian ring satu perjuangan politik elektoral Herman saat maju sebagai cagub berduet dengan cawagub Zainudin Hasan (Man-Zai) Pilgub Lampung 2014, pun saat Herman kembali maju sebagai pejawat berduet dengan cawawalkot M Yusuf Kohar pada Pilwalkot Bandarlampung 2015.
Menang mudah, Herman-Yusuf terpilih terlantik pimpin Bandarlampung 2015–2020. Didalamnya, Resmen didapuk Tenaga Ahli Bidang Hukum Pemkot Bandarlampung 2015–2019.
Dekat Pemilu, alias sejak Mei 2018 namanya muncul di barisan relawan politik Pilpres, jadi satu pengurus cabang organ pemenangan capres-cawapres pejawat Jokowi-Maruf, Bravo 5 Lampung, hingga dia lalu dipinang pimpin organ relawan senada lainnya.
Jadilah dia Ketua BPD Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat (ALMISBAT) Lampung 2019–2024, pernah viral prakarsai kampanye simpatik rakyat 6 kabupaten/kota se-Lampung Tur Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) cek fisik mahakarya pembangunan infrastruktur berkeadilan pemerintahan Jokowi 2 Maret 2019, sekaligus didapuk Wasekjen ALMISBAT 2020–2025.
Pilpres 2024, dia tergabung Divisi Advokasi Hukum TPD Ganjar-Mahfud Lampung.
Pun sebagai advokat, selain aktif beracara selaku pengacara praktik, acap wara-wiri bersidang di ruang pengadilan banyak kota Tanah Air, Resmen sukses pula buka firma hukum sendiri: Resmen Kadapi Law Firm & Partners, yang buka tiga kantor sekaligus, satu di Lampung, dua di Jakarta.
Sekadar torehan pengalaman advokatnya, dia pernah jadi konsultan hukum pengusaha properti dan jasa pariwisata Lampung: bos Cottage & Resto Bukit Mas dan Puncak Mas, Sukadanaham Bandarlampung dan destinasi bahari Tegal Mas Pesawaran, Thomas Azis Riska. Juga, beberapa perusahaan pers.
Lalu, pernah jadi tim pengacara mantan Bendum PBNU Mardani Marming, kuasa hukum musisi eks vokalis Drive, Erdian Aji Prihartanto alias Anji Manji (Juni 2021); kuasa hukum mantan Rektor Unila Karomani, dan kuasa hukum Dirut Citra Lampia Mandiri Helmut Hermawan, salah satu tersangka dugaan suap pengurusan administrasi tanpa melalui prosedur di Kemenkumham yang menang gugatan praperadilan terhadap KPK pasca dikabulkannya gugatan praperadilan soal penghentian penyidikan dari tersangka lainnya: eks Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej sebelumnya, di PN Jaksel.
Di rumpun organisasi perkumpulan, Resmen antara lain jadi penasihat Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) Lampung 2020–2025, dan Koordinator Presidium Himpunan Masyarakat Lampung Berdaya (Himalaya).
Di rumpun organisasi profesi, dia Wakil Bendahara II DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung 2021–2026. Juga, Wakil Sekretaris IV DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandarlampung 2022–2027.
Merespons kembang aspirasi kemunculan namanya di bursa balon bupati Way Kanan 2025–2030, melalui sejumlah keterangan terpisahnya kepada wartawan pra masa rekom Pilkada per Mei-Juli 2024, selain berterima kasih dukungan luas membanjiri, Resmen menyebut hal itu jadi motivasinya maju Pilkada Way Kanan 2025.
“Jika dukungan itu muncul dari keluarga dan masyarakat Way Kanan saya siap mengabdi. Mohon bantuan, dukungannya," tutur pria lugas, kerap melontar hal 'out of the box' ini.
Satu hal, soal kata total. Sependek amatan sejauh, Resmen termasuk yang bertotalitas energi saat dia sedang lakukan sesuatu, menggarap sesuatu, menelaah sesuatu, atau sebut saja terkait profesi ditekuni kini, membasis data sesuatu terkait pemenangan klien. Dia gusar jika fokus kerjanya diganggu.
Satu lagi, pria ini percaya apa itu tabur tuai. Barangsiapa menabur kebaikan, bersiaplah dia bertabur kebajikan. Pun sebaliknya.
Prinsip anutannya itu, banyak dia jumpai dan begitu banyak tangan 'penolong' datanginya selama dia jatuh bangun rintisi tapak karir, taklukkan Jakarta, hingga kelak kini dia pun dapat mulai moncer kiprah advokatnya.
Catatan pewarta, kemunculannya di bursa Pilkada kabupaten kampung halamannya, juga terpantau cukup menguras bank data statistik konfigurasi bursa baik sejak masih sandang status balon maupun calon bupati, dan balon pun calon wakil bupati Way Kanan yang sempat 'stuck', hingga adapula yang secara berseloroh menyebutnya kehabisan stok, adanya stok lama 'elu lagi elu lagi'.
Kehadiran advokat milenial progresif, kaya pemikiran kritis ini, relatif newbie kandidasi politik. Barang baru etalase Pilkada. Angin segar. Belum apa-apa, saat itu dia 'nyosor' sodorkan komitmen anti praktik setoran fee proyek andai kelak bupati, misalnya.
Tak terasa nyaris setahun berlalu, usai hari H Pilkada Serentak 27 November 2024 klimaks hari H pleno penetapan hasil, duet paslon bupati-wabup nomor urut 1 dari gabungan parpol PDI Perjuangan, Partai NasDem, dan Partai Golkar, Resmen Kadapi-Cik Raden,
resmi dinyatakan kalah dengan total raihan 113.254 suara sah setara 46,50 persen.
Bagi Resmen, mandat sajak legendaris Si Burung Merak W.S. Rendra: "perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata", ataupun petikan quotes magis sang revolusioner Ernesto Che Guevara: "Jika saya kalah, bukan berarti tidak mungkin untuk menang", berikut lainnya "Hasta la victoria siempre!" berarti "Terus maju menuju kemenangan!", paling tidak telah dia berjerih tunaikan.
Dan seperti diketahui, kini hingga kelak nanti bakal turut jadi catatan sejarah hidupnya, pil pahit kalah Pilkada tak menjadikan Resmen dan juga mantan cawabup pendampingnya, patah arang. Duet ini bergegas move on.
Dengan, matematika politiknya merincikan, sebagai satu-satunya paslon penantang, duetnya dan sang mantan cawabup saat itu notabene telah berikhtiar terbaik merebut. Kekuasaan.
Bagi rakyat Way Kanan, kehadiran Resmen turut dicatat sebagai pelajaran berharga. Muda pemberani berstrategi terukur, salah satu slogan lapangan dia yang sulit dilupa: "Ratakan!" turut pula jadi jejak digital.
Takzim
Ada adab ada beradab, ungkapan syukur berbahagia dan ucapan selamat atas raihan gelar doktornya, menebal jadi kebaruan bab. Titian perjalanan hidup sang doktor hukum.
"Selamat dan sukses," tulis poster digital ucapan selamat dari Ketua Dewan Pembina dan Ketua Yayasan Alfian Husin, Dr Andi Desfiandi dan Ary Meizari Alfian, Senin.
"Semoga ilmunya berkah bermanfaat baik, sukses mulia dunia akhirat," khatur duo pebisnis sejawat, Aji Munawar dan Heridian.
"Selamat, semoga terus menjadi pendekar hukum dalam menegakkan keadilan," ujar petikan ucapan dari tokoh pers Lampung, industrialis media cum advokat Ardiansyah alias Bang Aca.
Demi merespons, Resmen yang tak kuasa haru, takzim. "Terima kasih atas semua doa keluarga, teman dan saudara semua, baik doa maupun materi. Mudah-mudahan ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat untuk umat dan rakyat Indonesia," khatur dia.
Ujar Resmen, "Ini bukan soal capaian gelar dalam pendidikan semata, tetapi ini adalah bentuk perjuangan panjang anak kampung, pendidikan untuk dapat membantu banyak rakyat Indonesia."
"Ini adalah bentuk penyemangat untuk anak-anak kampung, anak guru, anak petani, anak kaum tidak mampu, bahwa pendidikanlah (jalan) untuk dapat merubah keadaan kita," sambung dia.
Dari itu pesan dia, "terus semangat dalam menempuh pendidikan dengan segala rintangan yang beragam selama menempuh pendidikan, dan itu harus tuntas. Semoga ini dapat menginspirasi banyak anak-anak di Indonesia dan Way Kanan pada khususnya."
Congrats, Bung Doktor Resmen. (Muzzamil)
-
