LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----Hujan deras disertai angin puting beliung melanda lima desa di Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran. Akibat peristiwa tersebut ratusan rumah dan fasilitas umum (fasum) rusak berat.
Menurut data pusat pengendalian operasi penanganan bencanan kabupaten setempat, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sore. Cuaca ekstrem itu menyebabkan kerusakan rumah sejumlah warga, gangguan listrik, dan akses jalan pun terhambat akibat pohon tumbang, dan tiang liatrik roboh.
Camat Tegineneng Aep Alamsyah mengatakan, pihaknya bersama Satgas Penanggulangan Bencana dengan dibantu TNI dan Polri langsung turun untuk melakukan evakuasi pohon tumbang di wilayah terdampak, untuk memastikan kelancaran aktifitas masyarakat, dan meminimalisir resiko lanjutan.
"Setelah mendapatkan laporan peristiwa angin puting beliung itu, kami bersama tim langsung turun ke sejumlah wilayah terdampak, untuk memastikan akses jalan bisa lancar dan tidak terhambat akibat pohon tumbang. Yang pasti kami juga memastikan data kerusakan yang timbul akibat peristiwa itu," kata Aep, Senin (16/2/2026).
Ia mengatakan, lokasi terdampak angin puting beliung itu ada di Desa Gedung Gumanti, Desa Kejadian, Desa Kresno Widodo, Desa Sriwedari, dan Desa Bumi Agung. Dari lima desa itu tercatat 132 rumah rusak sedang hingga rusak berat.
"Lima desa terdampak akibat peristiwa itu, 132 rumah juga rusak. Dengan rincian dua rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan selebihnya rusak ringan, itu data sementara. Hingga kini kami masih terus melakukan pendataan," ujarnya.
Merespon peristiwa itu, Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian dengan didampinhi Wakil Ketua 1 DPRD, Kapolres Pesawaran meninjau lokasi terdampak angin puting beliung guna memastikan penanganan bencana bisa cepat dan bantuan bisa segera disalurkan kepada warga terdampak.
"Iya, tadi juga kita telah melihat dan berdialog dengan warga terdampak. Dan saya juga telah memerintahkan pada dinas terkait untuk segera dilakukan penanganan cepat pascabencana, berikut bantuan untuk segera disalurkan," kata Nanda.
Ia mengatakan, Pemkab Pesawaran akan hadir untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan hingga kondisi kembali pulih, dan masyarakat bisa kembali beraktifitas
"Iya, pihaknya akan selalu hadir di tengah masyarakat terdampak, untuk memastikan seluruh warga terdampak angin puting beliung mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Dan saya juga menghimbau kepada warga untuk tetap waspada, potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi dalam beberapa hari kedepan," pungkasnya.
Untuk penanganan darurat, Pemkab Pesawaran telah menyalurkan bantuan logistik berupa 30 lembar asbes, delapan dus air mineral, delalan dus mi instan, dan 70 kilogram beras. Bantuan tambahan juga diberikan berupa 10 kasur, 15 selimut, 20 paket makanan siap saji, empat kardus lauk pauk (100 paket), dua kardus makanan anak (16 paket), serta satu paket peralatan dapur.
Beberapa rumah terdampak juga memperoleh tambahan asbes guna mempercepat proses perbaikan. Bantuan untuk rumah kategori rusak berat disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pesawaran sebagai bagian dari kolaborasi penanganan bencana.
Berdasarkan data yang ada, selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Diantaranya SDN 29 Tegineneng di Dusun Enggal Mulyo, Desa Gedung Gumanti mengalami kerusakan pada area parkir dan plang sekolah yang roboh serta beberapa genteng spandek terangkat.
Kemudian, SDN 19 Tegineneng di Dusun Simpang 4 mengalami kerusakan pada atap perpustakaan dan satu ruang belajar akibat tertimpa pohon.
Kerusakan juga terjadi di SDN 23 Tegineneng di Dusun Talang Besar, Desa Gedung Gumanti, pada bangunan perumahan yang tidak terpakai karena tertimpa pohon. Sementara di SMP 6 Pesawaran mengalami kerusakan pada spandek ruang laboratorium dan robohnya plafon ruang penjaga sekolah, serta banyak pohon tumbang di lingkungan sekolah. Di RA Maarif V Dusun Simpang 4, kerusakan terjadi pada atap spandek ruang belajar dan atap mushola akibat tertimpa pohon.
Di sektor peternakan, kandang milik Sumeri di Dusun Talang Besar, Desa Gedung Gumanti, dilaporkan rusak total setelah atap dan kayu penyangga roboh. Selain itu, kandang ayam kemitraan milik PT Ciomas Adisatwa di Dusun Simpang 4 juga mengalami kerusakan total. (Rama)
