Helo Indonesia

Pesawat Pengangkut BBM Satu Harga Jatuh di Nunukan, Pilot Tewas

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Kamis, 19 Februari 2026 18:49
    Bagikan  
PESAWAT JATUH
HELO LAMPUNG

PESAWAT JATUH - Api masih nyala saat evakuasi pilot jatuhnya pesawat di Nunukan (Foto Ist)

NUNUKAN, HELOINDONESIA.COM — Pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) Program Satu Harga jatuh dan terbakar di perbukitan Pa’ Belaban, Pa’ Betung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026).

Usai menerima laporan awal, personel TNI AU, Danramil, serta masyarakat setempat bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat. Pada pukul 13.25 WITA, bangkai pesawat berhasil ditemukan. Pilot pesawat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 14.33 WITA.

undefined

Pilot Capt. Hendrick Lodewyck Adam, awak pesawat milik PT Pelita Air Service. Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) ke fasilitas kesehatan terdekat.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyampaikan bahwa pada pukul 15.20 WITA jenazah pilot dibawa ke RS Pratama Long Bawan. Proses selanjutnya akan dikoordinasikan dengan otoritas terkait.

undefined

Sementara itu, Kantor SAR Tarakan melaporkan pesawat yang jatuh berjenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA dan nomor penerbangan PAS7101. Pesawat bermuatan satu awak tersebut lepas landas dari Long Bawan pada pukul 12.10 WITA melalui landasan pacu 22.

Pesawat itu merupakan armada khusus yang melayani distribusi BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan. Saat insiden terjadi, pesawat baru saja menyelesaikan pengantaran BBM ke Long Bawan dan dalam perjalanan kembali menuju Bandara Juwata Tarakan.

Pada pukul 12.25 WITA, saksi mata di area apron melihat pesawat terbang rendah dan dalam posisi miring ke arah belakang bukit di ujung landasan pacu 22. Unit AirNav Indonesia Long Bawan kemudian berkoordinasi dengan pihak bandara terkait dugaan kecelakaan tersebut.

Baca juga: Pesawat Berisi 15 Orang Jatuh di Pantai Karadiri, Nabire, Papua

AirNav juga menerima informasi dari pesawat Susi Air PK-BVN yang mendeteksi sinyal darurat Emergency Locator Transmitter (ELT) aktif dalam radius sekitar lima kilometer dari arah final runway 22. Informasi itu segera ditindaklanjuti dengan pengerahan personel ke lokasi.

Jarak tempuh yang cukup jauh menjadi tantangan dalam proses pencarian dan evakuasi. Namun, berkat dukungan berbagai potensi SAR, lokasi pesawat dan pilot akhirnya berhasil ditemukan.

Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Kolonel Pnb Andreas A. Dhewo, menjelaskan bahwa saat kejadian cuaca di wilayah Krayan dilaporkan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar enam kilometer. Namun, ketinggian awan berada pada kondisi broken di 1.400 kaki, yang dinilai cukup rendah dan berisiko bagi penerbangan.

Salah seorang saksi mata di bandara, Aboy, menuturkan detik-detik menegangkan sebelum kecelakaan terjadi. Menurutnya, pesawat sempat terbang dan hendak berbelok ke kiri. Namun, salah satu bagian pesawat terlihat terlepas, disusul kondisi pesawat yang oleng hingga akhirnya jatuh. (DBS/HBM)