Helo Indonesia

Bocah Kedua Tewas Terbawa Arus Sungai, Wali Kota Eva Langsung Datang dan Bantu

Rabu, 11 Maret 2026 10:42
    Bagikan  
Bocah Kedua Tewas Terbawa Arus Sungai, Wali Kota Eva Langsung Datang dan Bantu

Wali Kota Eva Dwiana mendatangi kediaman pasangan Siono (51) dan Lina (51)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----Wali Kota Eva Dwiana mendatangi kediaman pasangan Siono (51) dan Lina (51) ketika memeroleh informasi putranya, M. Dafi Prayoga (12) meninggal akibat hanyut terbawa arus sungai saat hujan deras di Kecamatan Bumiwaras.

Wali Kota Eva Dwiana datang untuk mengucapkan turut berduka cita atas musibah yang dialami keluarga Siono-Lina di kediamannya, Jl. Gatot Subroto, Gg. Jarum, Kelurahan Bumiraya,
Kecamatan Bumiwaras.

Dia memberikan santunan Rp10 juta kepada keluarga untuk menggelar takziah bagi putra tercintanya pada Rabu (11/3/2026).

Sehari sebelumnya, M. Dafi Prayoga bersama enam rekannya hendak memancing ikan sepulang sekolah di Sungai Balok pada Selasa (10/3/2026), pukul 13.30 WIB. Mereka kemudian malah tergoda untung berenang di sungai tersebut.

Dafi diajak teman-temannya berenang ke tengah sungai. Sang bocah yang tidak bisa berenang malah terbawa arus air sungai yang cukup deras. Dafi sempat meminta pertolongan kepada keenam temannya. Beberapa teman-temannya mencoba memberikan bantuan namun gagal.

Mereka kemudian meminta pertolongan warga sekitar lokasi kejadian. Arus sungai yang deras langsung menyeretnya hingga ditemukan telah jenazahnya tersangkut di sungai tersebut pada hari itu juga pukul 17.00 WIB.

Jenazah sang bocah berhasil dievakuasi Damkarmat dan BPBD Kota Bandarlampung. Tujuh anggota Tim Rescue Damkarmat yang terlibat adalah Redi Efendi (Danru), M. Fikri Syaputra (operator), Romzi, Selamat Ependi, Afriyogi Yuliandra, dan dua personil Srikandi; Rismala Dewi dan Sri Wahyu.

Tim mencari jenazah sang bocah dengan menggunakan perahu karet. Setelah berhasil ditemukan, jenazah dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

Lima hari sebelumnya, Jumat (6/3/2026), pukul 14.00 WIB, Wali Kota Eva juga mendatangi rumah warga yang putranya berusia 10 tahun bernama Satriya tewas akibat mandi hujan lalu terpeleset ke sungai dekat Pasar Tempel Jl. H. Komarudin, Rajabasa Raya.

Selain memberikan tali asih, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana juga membantu orang tua Satriya yang sedang sakit keras untuk dirawat secara gratis ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. A. Dadi Tjokrodipo agar mendapatkan perawatan sebaik-baiknya.

HIMBAUAN WALI KOTA

Atas kejadian itu, Bunda Eva pun menghimbau kepada para orangtua untuk tetap mengingatkan dan menjaga anaknya saat cuaca ekstrem. "Kepada para orangtua, saya mengingatkan agar menjaga anaknya," ujarnya di rumah duka.

Dia mengharapkan, dengan pengawasan orangtua tidak akan ada lagi anak tenggelam terbawa arus sungai apa lagi saat ini cuaca sedang sulit di tebak. Pihaknya juga telah memerintahkan, RT hingga camat dibantu BPBD agar siaga membantu masyarakat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung mengeluarkan prakiraan pada periode akhir Maret hingga April merupakan masa pancaroba, yaitu masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau.

Kondisi ini biasanya memicu potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai masyarakat. BMKG memprediksi hujan lebat dengan durasi singkat yang disertai kilat petir dan angin kencang akan terjadi pada waktu-waktu tertentu. (Rls/Hajim).