Helo Indonesia

Perkuat Akses Pembiayaan Petani, Bupati Nanda MoU Dana Bergulir Kehutanan dengan BPDLH

Jumat, 3 April 2026 10:14
    Bagikan  
Perkuat Akses Pembiayaan Petani, Bupati Nanda MoU Dana Bergulir Kehutanan dengan BPDLH

Penandatanganan Mou pendanaan FDB antara Pemkab Pesawaran BPDLH di Jakarta. (Foto: Kominfotiksan)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----Guna memperkuat akses pembiayaan bagi petani dalam mendorong pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian menandatangi kerja sama (MoU) pendanaan Fasilitas Dana Bergulir (FDB) Multi Usaha Kehutanan di Kantor Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Penandatanganan MoU ini melibatkan kolaborasi pembiayaan dana bergulir untuk produk usaha kehutanan antara BPDLH dengan mitra pemasok dan offtaker, yakni PT Mars Symbioscience Indonesia untuk pengembangan ekosistem kakao serta PT Olam Food Ingredients Indonesia untuk pengembangan ekosistem agroforestri kopi, agrosilvopastura, dan holtisilvikultur.

MoU itu turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Direktur Utama BPDLH, Wakil Menteri Kehutanan RI, Wakil Menteri Keuangan RI, Wakil Gubernur Lampung, Bupati Pesawaran, Bupati Lampung Timur, serta CEO Mars Symbioscience Indonesia.

Bupati Pesawaran Nanda Indira juga didampingi Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Arief Budiman serta Kepala Bagian Sumber Daya Alam Alkholid.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pembiayaan hijau sekaligus mendorong penerapan praktik rantai pasok berkelanjutan bagi para petani perhutanan sosial di daerah.

Bupati Pesawaran Nanda Indira menagatakan, bahwa kerja sama ini membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami menyambut baik inisiatif ini sebagai upaya nyata memperkuat sektor kehutanan berbasis masyarakat. Melalui dukungan pembiayaan yang berkelanjutan, diharapkan para petani dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ekosistem,” kata Nanda.

Ia menyebut, program ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam pengembangan ekonomi hijau berbasis potensi lokal serta memperkuat posisi daerah sebagai bagian dari rantai pasok komoditas berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Sebagai tindak lanjut, program ini, pada Mei 2026 mendatang akan launching perdana program dana bergulir oleh Gubernur Lampung di dua kabupaten sentra kakao, yakni Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Timur. (Rls/Rama).