Helo Indonesia

7 Kampus Indonesia Bersatu di Belgia, Usung Misi Pangan Berkelanjutan FORC3S

Minggu, 12 April 2026 06:25
    Bagikan  
7 Kampus Indonesia Bersatu di Belgia, Usung Misi Pangan Berkelanjutan FORC3S

Delegasi tujuh kampus di Indonesia saat beraudiensi dengan Dubes RI di Kerajaan Belgia

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Koordinator FIND4S Indonesia Dr Yoga Pratama menyampaikan gagasan untuk perluasan kerja sama dengan Konsorsium Erasmus Plus yang disebut FORC3S (Food Research for Safety, Security, and Sustainability).

FORC3S sebagai bentuk dari pengembangan program FIND4S yang saat ini tengah berjalan selama dua tahun terakhir dari rencana program tiga tahun.

Hal tersebut dipaparkan Dr Yoga mewakili delegasi FIND4S Indonesia dalam pertemuannnya dengan Duta Besar Luar Biasa Dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia merangkap Luxemburg dan Uni Eropa Andy Rachmianto, di ruang pertemuan Keduataan Besar RI di Kerajaan Belgia, Jumat 10 April 2026.

Baca juga: Tim PkM USM Bekali Pelaku UKM Semarang Tengah Strategi Suksesi Bisnis ke Generasi Penerus

Dalam pertemuannya dengan Dubes RI beserta staf diplomatik tersebut, Yoga berharap, FORC3S memperoleh dukungan penuh dari kedutaan RI. Sebab FORC3S dalam implementasinya melibatkan anggota masyarakat kelompok usaha produktif yang notabene di bawah binaan pemerintah daerah.

'''Di tengah masyarakat masih banyak ditemukan persoalan-persoalan di bidang keamanan pangan dan keberlanjutannya yang tidak bisa diselesaikan oleh masyarakat kampus (universitas) tanpa melibatkan pemerintah,'' ujarnya.

Atas lontaran tersebut, Dubes RI Andy Rachmianto yang didampingi beberapa staf diplomatik antara lain, Caka Alverdi Awal (Wakil kepala perwakilan RI), Agustina Dian Kartika Dharmawati (konselor) dan Winarti Halim (atase pertanian), sangat mendukung program FORC3S sebagai tindaklanjut dari pengembangan program FIND4S (Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food System in Indonesia).

Siap Mendukung

Dubes Andy Rachmianto menyampaikan apresiasi atas usulan tersebut dan siap mendukung sebab sesuai program pemerintah Asta Cita. Sementara Winarti Halim, atase pertanian merespon dengan antusias bahwa program tersebut sangat implementatif dengan persoalan-persoalan di masyarakat sebagai mana program MBG dan persusuan di Jawa Tengah.

Baca juga: Sikat Garuda Jaya 3-0, LavAni Segel Tiket Grand Final Proliga 2026

Kunjungan perwakilah FIND4S Indonesia ke kantor KBRI Belgia, dalam rangkaian kegiatan mengikuti International Conference, 14th Biennial International Conference on Food Simulation (FOODSIM’2026), 15–17 April 2026 in Ghent, Belgium, di KU Leuven – Campus Ghent.

Konsorsium Erasmus Plus melibatkan beberapa kampus di Eropa antara lain, KU Leuven (Koordinator), Hochschule Anhalt (Jerman), University College Dublin (Irlandia), dan Universidade Católica Portuguesa (Portugal).

Program FIND4S bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi Indonesia dalam menjawab tantangan ketahanan pangan berbasis data dan keberlanjutan yang melibatkan konsorsium tujuh (7) kampus yang memiliki program studi bidang pangan yakni Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Semarang (USM), Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Universitas Tidar Magelang, Universitas Nasional Karangturi (Unkartur), Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang (Untag), dan Unversitas PGRI Semarang.

Saat beraudiensi dengan Dubes Belgia, merangkap Luxemburg dan Uni Eropa masing-masing kampus diwakili oleh Dr Yoga Pratama dan Dr Muhammad Abduh (Undip), Prof Rohadi (USM), Dr Enny Purwati Nurlaili (Untag), Dr Muhammad Yusuf (Unimus), Martina Widhi Hapsari MSc (Unkartur), Muhammad Iqbal Fanani Gunawan MSi (Untidar) dan Dr Arief Rakhman Affandi (UPGRIS). (Aji)