Helo Indonesia

Bawa Keranda Matinya Pemerintah dan Dewan, Warga 8 Desa Ancam Duduki Lahan PT PAL

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
1 jam 36 menit lalu
    Bagikan  
PT PAL
HELO LAMPUNG

PT PAL - Aksi

MESUJI, HELOINDONESIA.COM -- Ratusan warga dari delapan desa di Kecamatan Simpang Pematang dan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Lampung, menggelar aksi menuntut pengembalian lahan transmigrasi yang dikuasai PT Pematang Agri Lestari (PAL), Senin (18/5/2026).

Para pengunjuk rasa membawa beberapa keranda bertutup kain warna putih bertuliskan: matinya pemerintahanku dan matinya wakil rakyat. Mereka juga membawa belasah poster berisi tuntutan. 

Dalam aksi tersebut, warga menegaskan perjuangan mereka bukan hal baru. Sengketa lahan itu, menurut mereka, telah berlangsung sejak 1992 tanpa penyelesaian yang jelas.

Masyarakat menilai tanah transmigrasi yang semestinya menjadi hak warga kini berada dalam penguasaan perusahaan, sehingga memicu konflik agraria berkepanjangan di wilayah tersebut.

Massa aksi juga memperingatkan, apabila pemerintah dan pihak perusahaan tidak segera mengambil langkah konkret, warga siap turun langsung dan menduduki lahan yang menjadi objek sengketa.

Menurut perwakilan warga, tanah tersebut merupakan sumber mata pencaharian utama masyarakat di delapan desa. Namun hingga kini, berbagai upaya penyelesaian yang dilakukan belum membuahkan hasil.

“Jika tidak ada langkah konkret, masyarakat siap menduduki tanah tersebut,” tegas salah satu koordinator aksi.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Mesuji, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta instansi terkait segera memfasilitasi penyelesaian sengketa secara adil, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Masyarakat menegaskan akan terus memperjuangkan hak mereka hingga sengketa lahan transmigrasi tersebut memperoleh kepastian hukum dan penyelesaian yang jelas. (Aan.S)