SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - PT Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC) memperkuat sinergi dengan para pimpinan program studi (Prodi) di lingkungan Universitas Semarang (USM).
Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dalam pengembangan layanan bahasa dan budaya sekaligus mendukung peningkatan daya saing lulusan serta kemajuan institusi.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur USM LCC, Adi Ekopriyono, saat membuka Sosialisasi Program USM LCC yang diikuti para pimpinan program studi, Rabu 8 Juli 2026, di Ruang Rapat Yayasan Alumni Universitas Diponegoro (YAU), Kampus USM, Jalan Soekarno-Hatta, Semarang.
Baca juga: 10 Tahun Menjaga Warisan: Borobudur Marathon 2026 Hadir Lebih Megah dengan 12.500 Pelari
Menurut Adi, sinergi antara USM LCC dan program studi menjadi kunci untuk menghadirkan layanan yang semakin berkualitas bagi mahasiswa. Kesamaan persepsi dan kolaborasi antarlembaga di lingkungan USM diharapkan mampu memperkuat kompetensi lulusan, khususnya dalam bidang bahasa, komunikasi, dan pemahaman lintas budaya.
"Bidang garapan USM LCC tidak hanya bahasa, tetapi juga budaya. Seluruh program yang kami jalankan merupakan bentuk komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Universitas Semarang agar semakin maju dan berjaya," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Manajer Marketing USM LCC, Adiprana Yogatama, memaparkan berbagai layanan yang telah dikembangkan USM LCC. Program tersebut mencakup layanan pelatihan bahasa asing, pengujian kompetensi bahasa, penerjemahan, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya.
Layanan pengujian yang tersedia antara lain tes kompetensi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), tes kompetensi Bahasa Inggris, serta TOEFL ITP. Selain itu, USM LCC juga menyediakan layanan penerjemahan dokumen dan pendampingan kebahasaan untuk kebutuhan akademik maupun profesional.
Di bidang pelatihan, USM LCC menyelenggarakan berbagai kelas bahasa, seperti English Conversation (E-Con), Business English (E-Bis), dan TOEFL Preparation (E-TOF). Program tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat umum yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa asing.
Baca juga: Siasat Jateng Hadapi Tekanan Fiskal Global: APBD Terbatas, Investasi Jadi Tumpuan
Tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi bahasa, USM LCC juga aktif mengembangkan program berbasis budaya melalui penyelenggaraan festival budaya, summer camp, hingga stand-up comedy sebagai media pembelajaran komunikasi dan penguatan pemahaman lintas budaya.
Yogatama menjelaskan, saat ini USM LCC membuka kursus tujuh bahasa, yaitu Bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, Prancis, Arab, serta Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Seluruh program tersedia mulai dari tingkat dasar hingga tingkat lanjut (advanced).
"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa USM maupun masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi bahasa asing. Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui admin USM LCC di nomor 0857-8679-2330," katanya.
Melalui penguatan sinergi dengan seluruh program studi, USM LCC berharap setiap layanan yang dikembangkan dapat semakin selaras dengan kebutuhan akademik, dunia kerja, dan tuntutan global. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Universitas Semarang dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional. (Aji)
