Helo Indonesia

Tiga BocahTewas Tenggelam di Bendungan Widoro Payung Pringsewu

Herman Batin Mangku - Nasional -> Hukum & Kriminal
1 jam 0 menit lalu
    Bagikan  
TENGGELAM
HELO LAMPUNG

TENGGELAM - Ilustrasi

PRINGSEWU, HELOINDONESIA.COM – Duka menyelimuti warga Pekon Podomoro, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Tiga anak ditemukan meninggal dunia di aliran sungai sekitar Bendungan Widoro Payung, Minggu (4/10/2026).

Ketiga korban diduga tenggelam saat bermain dan mandi di sekitar aliran sungai bagian atas pintu air bendungan tersebut. Peristiwa tragis ini sontak mengundang perhatian warga yang kemudian berupaya melakukan pencarian dan evakuasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga korban masing-masing bernama Zainal (7), Dafa Alfarezel (8), dan Khairul Umam (8).

Zainal merupakan warga Pekon Podisari, anak dari Ajib Asnawi. Dafa Alfarezel, juga warga Pekon Podisari, merupakan anak Suwandi. Sementara Khairul Umam adalah warga Taman Salak, Kecamatan Sukoharjo, anak dari Tarlim.

Salah seorang warga setempat yang mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut, mengatakan dirinya sedang melintas di sekitar lokasi ketika melihat adanya anak-anak yang diduga menjadi korban di aliran sungai.

Menurut Hendri, sebelum kejadian, anak-anak tersebut diduga sedang bermain sekaligus mandi di bagian atas pintu air Bendungan Widoro Payung.

Warga yang mengetahui peristiwa itu langsung berupaya memberikan pertolongan. Salah seorang warga yang dikenal dengan panggilan Mbah Tores bahkan ikut merogoh ke dalam air di sekitar bendungan untuk mencari korban.

Upaya pencarian dilakukan dengan membuka pintu air. Setelah pintu air dibuka, ketiga anak tersebut berhasil ditemukan. Namun, saat dievakuasi, kondisi mereka sudah tidak bergerak dan diduga telah meninggal dunia.

Aparat kepolisian dari Polsek Pringsewu bersama jajaran segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Petugas turut membantu proses evakuasi dan penanganan para korban.

Selanjutnya, ketiga korban dibawa ke Puskesmas Rejosari untuk pemeriksaan lebih lanjut. Para orang tua korban juga telah mendatangi fasilitas kesehatan tersebut untuk memastikan identitas anak-anak mereka.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti peristiwa tenggelamnya ketiga anak tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi pihak kepolisian.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain di sekitar sungai, bendungan, maupun pintu air yang memiliki risiko arus dan kedalaman berbahaya.(HBM)