LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Pemerintah Kota Bandarlampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Cuaca yang panas dan kering, ditambah curah hujan yang rendah serta kelembapan udara yang menurun, membuat kondisi lingkungan lebih mudah terbakar. Api juga dapat menyebar dengan cepat jika tidak segera ditangani.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandarlampung, Idham Syahputra, mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah di area terbuka. Sisa pembakaran juga harus dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
“Warga juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang banyak terdapat rumput atau vegetasi kering,” ujar Idham.
Menurutnya, karhutla tidak hanya merusak lingkungan dan ekosistem, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Asap kebakaran berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan dan, jika kebakaran meluas, dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat.
Sesuai arahan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, masyarakat diminta memastikan api unggun maupun kegiatan lain yang menggunakan api telah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Warga juga disarankan menyiapkan peralatan sederhana untuk mengantisipasi kebakaran, seperti ember berisi air, sekop, dan tanah. Peralatan tersebut dapat digunakan untuk melakukan penanganan awal sebelum api membesar.
Apabila menemukan titik api atau melihat kepulan asap, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada BPBD Kota Bandarlampung melalui nomor 0821-8099-2105.
“BPBD mengajak seluruh masyarakat berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla. Kewaspadaan dan tindakan pencegahan sejak dini penting untuk melindungi lingkungan serta keselamatan bersama,” kata Idham.(Hajim)
