SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana meriah dan penuh keakraban mewarnai Markas Komunitas Sepeda Tua Kompos, Kelurahan Sembungharjo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Minggu 27 September 2026.
Puluhan penggiat sepeda tua dari berbagai penjuru beriringan mengayuh "sepeda kumbang" mereka dalam tradisi ngonthel bareng yang menandai resmi dikukuhkannya pengurus baru Komite Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kota Semarang periode 2026–2030.
Baca juga: Ketika Sang CEO Berkata Ide Saya Sudah Kuno: Refleksi Regenerasi di Prasasta Gala Awards
Di balik semaraknya alunan pedal sepeda tua tersebut, tersiar pesan penting dari tingkat provinsi. Ketua KOSTI Jawa Tengah, M Bob Riza, secara khusus meminta agar KOSTI Kota Semarang mampu memposisikan diri sebagai barometer utama dan kiblat kegiatan ngonthel di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Menurut Bob Riza, status Kota Semarang sebagai ibu kota provinsi menuntut KOSTI setempat untuk tampil sebagai motor penggerak. Berbagai program dan agenda kreatif yang dihelat diharapkan mampu memantik semangat kabupaten/kota lain di Jateng untuk lebih aktif mengembangkan olahraga serta pelestarian sepeda tua.
Tak hanya itu, Bob Riza juga mengingatkan kepengurusan baru di bawah komando Patih Suwondo untuk langsung memasang gigi tinggi menghadapi ajang Festival Olahraga Daerah (Forda) KORMI Jawa Tengah yang dijadwalkan bergulir pada Desember 2026 mendatang. Dengan melibatkan 42 induk organisasi olahraga (inorga), seluruh pihak diminta menyiapkan atlet dan program latihan secara maksimal.
"Kami meminta seluruh inorga mempersiapkan diri sebaik-baiknya. KOSTI Kota Semarang juga harus mengambil bagian dan menunjukkan kiprahnya di Forda KORMI Jateng nanti," tegas Bob Riza.
Konsistensi
Dukungan serupa datang dari Ketua Harian KORMI Kota Semarang, Agus Supriyanto. Ia mengapresiasi konsistensi KOSTI yang tak hanya menyehatkan fisik melalui olahraga bersepeda, tetapi juga merawat nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa.
Baca juga: Pahlawan Wushu Jateng Peraih Medali Asian Games 2026, Disambut Hangat KONI di Bandara Ahmad Yani
Patih Suwondo resmi melanjutkan kepemimpinannya untuk periode kedua (2026–2030) usai melalui persaingan ketat dalam Musyawarah Kota (Muskot) di Kantor Kesbangpol Jateng pada 12 Juli lalu, di mana ia sukses mengamankan 10 suara mengungguli rivalnya, Bastian Jopi Mandagi (8 suara).
Didampingi jajaran pengurus lengkap, mulai dari wakil ketua Sufyan dan Agus Setiadi, sekretaris Abdul Sofjan dan Robert Isnaini, hingga bendahara Sudibyo, Patih bertekad membawa angin segar bagi organisasi. Fokus utamanya kali ini adalah mendekatkan budaya bersepeda tua kepada generasi muda.
"Kami ingin lebih giat lagi mengenalkan olahraga bersepeda, khususnya sepeda tua, kepada anak-anak muda. Selain sehat, kegiatan ini juga menjadi sarana melestarikan sejarah dan budaya," ujar Patih.
Acara pelantikan yang dikemas hangat ini ditutup dengan aksi ngonthel bareng menelusuri ruas jalan Bangetayu Wetan. Aksi ini diikuti oleh puluhan anggota dari tujuh komunitas lokal ternama—seperti Kompos, Paspasan, SOS, Sopan, SOC, Koro, hingga Kujang Semarang—serta turut dimeriahkan oleh kehadiran dua komunitas tamu asal Mranggen, Kabupaten Demak: Ngonthel Cari Sehat dan New Randas.
Lewat deru sepeda tua dan deretan onthelis berbusana tempo dulu, KOSTI Kota Semarang membuktikan bahwa eksistensi sepeda tua tidak pernah lekang oleh zaman, siap menggebrak panggung prestasi, dan menginspirasi Jawa Tengah. (Aji)
