BATENG, HELOINDONESIA.COM - Perkebunan teh memang identik dengan Dukuh Lempuyang, Desa Surjo Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Bersamaan momen perayaan Kemerdekaan ke-78 RI, kaum hawa perdukuhan itu mengangkatnya sebagai tema penampilan mereka pada agenda karnaval Agustusan tahun ini.
Sinar mentari yang mulai menyengat saat perayaan dimulai tidak menyurutkan semangat ibu- ibu dan remaja puteri warga RT 27 /RW 10 Dukuh Lempuyang. Bahkan mereka terus bersorak gembira sembari melengak-lenggok lincah, seirama gerak-gerik tangan kaki dan musik pengiring.

Dan tarian itu mereka namai Tari Petik Teh. Salah satu seni tradisional lokal, yang baru pertama ini ditampilkan di depan publik. Sebagai bagian upaya menyajikan kearifan lokal Perkampungan Teh Lempuyang, sekaligus diharapkan menjadi cikal bakal desa wisata.
Baca juga: Bank Jateng Friendship Run di Makassar Disambut Meriah 1.000 Pelari
Tak hanya tari-tarian, pada kesempatan itu mereka juga menampilkan sejumlah kostum dan boneka replika pemetik teh semacam ogoh-ogoh. Sebab selain menyimbolkan kostum khas pentik teh, juga dilengkapi peralatan yang biasa dibawa para buruh petik teh di Lempuyang.
Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 78 diadakan Desa Surjo sehari itu diikuti oleh tujuh pedukuhan. Mereka terbagi menjadi lebih dari 30 kelompok dari masing-masing RT.
Potensi Lokal
Salah satu penari Petik Teh, Nur Khasanah mengatakan, bersamaan momentum Agustusan tahun ini sengaja menampilkan potensi-potensi lokal yang ada di Dukuh Lempuyang RT 27. Oleh karena para perempuan khususnya ibu-ibu masyarakat Dukuh Lempuyang dalam kesehariannya rata-rata bekerja sebagai buruh petik teh dan memproduksi teh tradisional, maka Tari Petik Teh pun turut ditampilkan.
"Kami memang sengaja menampilkan potensi lokal, agar orang-orang tahu bahwa teh adalah potensi unggulan Lempuyang. Selain itu, Tari Petik Teh yang baru pertama dikenalkan itu juga sebagai wujud syukur atas karunia-Nya," ujarnya.
Baca juga: Tawuran di Kendal Tewaskan Satu Pelajar SMK, Puluhan Senjata Tajam Disita
Pada puncaknya, para penari dan peserta karnaval Dukuh Lempuyang juga mempersembahkan hasil produksi teh lokal Dukuh Lempuyang kepada Kepala Desa Surjo, Tri Wahyu.
Di sisi lain, Kades Surjo Tri Wahyu mengapresiasi tari-tarian yang ditampilkan warga Dukuh Lempuyang dengan mengangkat kearifan lokal. Gayung bersambut, menurutnya, Dukuh Lempuyang dengan potensi teh sebelumnya sudah pernah dikenalkan ke Pemkab Batang. Dengan harapan, UMKM di dukuh setempat semakin berkembang. (Jati)
