LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Kepala Badan BPKAD Kota Bandarlampung M. Ramdhan menjelaskan bahwa pembiaya APBD Perubahan tak hanya bersumber dari penjualan 14 aset. Jika mencapai target, tidak perlu, katanya
Lagian, katanya, rencana tersebut masih terlalu jauh, prosesnya panjang, baru rencana juga. "Rencana penjualan aset dilakukan kalau kebutuhan tidak mencukupi," ujarnya kepada Helo Indonesia, Selasa (5/9/2023).
M. Ramdhan menjelaskan hal itu setelah munculnya kekhawatiran anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandarlampung Ilham Alawi penjualan 14 aset tersebut dapat berdampak pada APBD 2024.
'Sumber PAD itu macam-macam, bisa dari pajak, DBH, retribusi,dan lain-lain, yang dan lain-lain," kata M. Ramdhan. Jika pun tidak mencapai target, tidak jadi soal, tambahnya.
Baca juga: Kecanduan Judi Online, Pegawai Bank Pelat Merah Gasak Uang 1,4 Miliar Milik Nasabah
Rencana untuk belanja akhir tahun Pemkot Bandarlampung sekitar Rp2.9 triliun . Ada kenaikan sekitar Rp600 miliar, katanya. "Kita sedang berusaha untuk mengejar target dari pajak hotel dan hiburan, retribusi, DBH,dll,
Peruntukkan paling banyak untuk belanja daerah seperti gaji pegawai, insentif RT, dan PPPTK, tenaga honorer, gaji Dewan, tandasnya.
Menurut Ramdan, rencana tersebut sudah disepakati pada Sidang Paripurna DPRD Kota Bandarkampung. Sebelumnya juga sudah disepakati 18 anggota banang saat rapat pada Senin malam (4/9/2023).
"Tidak ada yang tidak setuju, semua setuju, kalaupun Fraksi Gerindra tidak setuju seharusnya pada saat rapat menyatakannya bukan malah setelah ketuk palu pada sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Wiyadi dan dilanjutkan oleh Aep Saepudin," katanya.
Baca juga: Mesra Era SBY-JK, Demokrat dan Golkar Berpeluang Bentuk Poros Baru di Pilpres 2024
"Di badan anggaran, sudah tidak ada masalah, sudah kelar bahkan anggota Fraksi DPRD Kota Bandarlampung yang ikut sidang paripurna sempat interupsi saat anggota Fraksi Gerindra membahas aset, bukan tempatnya lagi, semua sudah setuju," tambahnya.
Pada saat sidang paripurna membicarakan penjualan aset yang akan menjadi beban hutang, APBD ini kan target walaupun tidak mencapai target itu kan tidak jadi soal, kata Ramdhan. (Hajim)
