KUPANG, HELOINDONESIA.COM - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo mengatakan, ideologi Pancasila benar - benar nyata dibumikan jika dalam praktik rekrutmen, pelatihan dan penyaluran tenaga kerja migran dilakukan terbuka, mengindahkan nilai kemanusiaan dan bebas dari intervensi mafia dan cukong.
Hal ini ditegaskan Benny dalam acara pembekalan dan pengukuhan kepada Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia atau Kawan PMI yang diselenggarakan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Kupang, Nusa Tenggara Timur, 19 September 2023.
Baca juga: KPU Demak dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Sekretariat PPS Katonsari
Dalam acara pembekalan dan pengukuhan ini, budayawan tersebut menyoroti tentang banyaknya minat dari masyarakat untuk menjadi pekerja migran. Namun sayangnya, kata dia, tidak dibarengi dengan perlindungan terhadap para pekerja migran.
Dia lalu menggambarkan bagaimana praktik-praktik ilegal dari agen - agen yang kadang mendapat backing dari oknum Pemerintah, awasta maupun LSM seringkali berujung kepada kerugian untuk para pekerja migran, baik secara moral, material bahkan nyawa.
Mafia dan cukong ini bekerja secara struktural dan menyeluruh dengan menjangkau dan mencari korban mereka hingga ke desa.
Karena itulah menurut Benny penting bagi kita untuk kembali pada nilai - nilai Pancasila dalam upaya memperbaiki tata kelola pengiriman para pekerja migran hingga proses yang dihadapi mereka dalam upaya mendapatkan pekerjaan di mancanegara dapat berjalan lancar, bersih serta memastikan hak - hak para Pahlawan Devisa ini terlindungi.
Baca juga: Ganjar Pranowo Tegaskan Akan Perkuat KPK untuk Berantas Korupsi di Indonesia
Dalam acara yang dihadiri oleh 100 orang anggota Kawan PMI ini, Benny menyatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara merupakan konsensus bangsa sebagai pedoman hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
''Implementasi Pancasila dalam setiap aspek bermasyarakat menjadi penting karena Pancasila merupakan ideologi dasar negara Indonesia dan memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku bangsa Indonesia,'' bebernya.
Sinergi
Dengan nilai-nilai Pancasila ini, lanjut pakar komunikasi politik itu, diharapkan terjadi sinergi antara para pihak dan stakeholder dalam upaya senantiasa memperbarui dan memperbaiki alur pengiriman tenaga kerja migran ke luar negeri hingga ada check dan balance antara para pihak demi perlindungan yang komperhensif.
Doktor komunikasi politik ini juga menyatakan bahwa implementasi Pancasila seharusnya dapat menjadi pedoman dan menjadi dasar pembuatan kebijakan bagi para pemangku kepentingan dalam menghadapi fenomena penyelewengan yang terjadi dalam proses rekrutmen,pelatihan maupun pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.
Menurutnya, pekerja migran harus mendapatkan perlindungan dari negara. Diharapkan juga adanya peran aktif dari para kepala daerah dengan benar benar mengefektifkan instansi terkait agar berkolaborasi aktif dalam upaya perlindungan terhadap mereka.
Perlindungan tersebut dapat diwujudkan secara nyata misalnya dengan membuat kebijakan yang berpihak kepada para pekerja migran, memberikan informasi sejelas - jelasnya mengenai posisi,hak, kewajiban serta kemungkinan kemungkinan yang akan dihadapi oleh masyarakat ketika mereka memilih untuk menjadi pekerja migran.
Acara yang antara lain dihadiri oleh Patar Hasudungan Silalahi dari Polda Nusa Tenggara Timur , Yudi Kurniadi dari Imigrasi, Tota Oseana Silalahi dari Kementerian sosial serta Romo Vincentius Tamelab dari Keuskupan Agung Kupang. (Aji)
