KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Upaya Warga Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kendal agar tanggul Kali Bodri segera diperbaiki tidak hanya berhenti di DPRD Kendal. Warga yang tergabung dalam Forum Peduli Tanggul Kali Bodri (Petak Bodri) juga mendatangi kantor Bupati Kendal untuk beraudiesi Rabu, 30 Juli 2025.
Kedatangan warga Kebonharjo tersebut dibenarkan oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Menurutnya warga datang untuk menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi tanggul yang semakin kritis dan ditakutkan dapat kembali menyebabkan musibah banjir bandang seperti sebelumnya.
"Tadi sudah audiensi. Warga sebetulnya hadir karena kekhawatiran ini sebentar lagi musim hujan, takutnya tanggulnya jebol lagi," kata Bupati Tika.
Baca juga: USM Gelar Seleksi Beasiswa Non-Akademik bagi Mahasiswa Baru
Bupati mengungkapkan di Kabupaten Kendal ada sembilan sungai yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah termasuk tanggul Kali Bodri. Pihaknya juga sudah berupaya mengajukan ke Pemprov Jateng agar tanggul tersebut segera dilakukan perbaikan.
"Tanggul itu Maret 2025 sudah ada rehabilitasi sementara. Terus kami 4 bulan yang lalu sudah mengajukan surat ke pemerintah provinsi terus kemudian InsyaAllah nanti Agustus akan turun, tetapi masih perbaikan sementara juga," terangnya.
Perjuangkan Aspirasi
Ia menyebutkan, Pemkab Kendal juga akan berupaya memperjuangkan aspirasi warga terkait persoalan tanggul Kali Bodri tersebut kepada Anggota DPR RI Komisi V di Jakarta.
"Kemarin ada Komisi V DPR RI jadir di gubernuran, saya dan Pak Kadis PUPR itu sudah berkoordinasi. InsyaAllah nanti akan diperjuangkan apalagi dari dapil sini kan ada anggita DPR RI yang di Komisi V," ungkapnya.
Bupati Tika juga menambahkan bahwa warga Kebonharjo juga berkeinginan ikut mengawal proses pengajuan perbaikan tanggul Kali Bodri tersebut.
"Mereka itu ingin tahu prosesnya secara langsung. Mereka tahu kewenangannya itu di provinsi tapi bisa diintervensi pusat , kalau Kabupaten Kendal kan keuangannya sangat tidak memungkinkan," imbuhnya.
Sementara warga Kebonharjo Arif Fajar Hidayat menuturkan, pada prinsipnya kedatangan warga Kebonharjo tersebut untuk meminta dukungan dari Bupati Kendal agar dapat melakukan intervensi politik terkait penganggaran penanganan tanggul Kali Bodri.
"Karena ini lintas birokrasi. Di provinsi ada kewenangan sendiri, di pusat ada penganggaran sendiri. Sehingga kami datang memberi support dan menyampaikan bahwa pengusulan lewat jalur Pemda maupun DPRD ini mendapat dukungan penuh warga. Kalau masyarakat tidak ikut menyuarakan mungkin tidak akan mendapatkan perhatian," ungkapnya.
Baca juga: Thomas Amirico: Siswa Wajib Baca Tulis 10 Menit Tiap Hari
Arif menyatakan, musibah banjir bandang akibat jebolnya tanggul Kali Bodri pada bulan Januari 2025 sialm menyisakan trauma yang mendalam bagi warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai Kali Bodri sehingga diharapkan tanggul tersebut bisa segera dilakukan perbaikan.
"Memang tanggulnya berdekatan dengan pemukiman warga. Memang kemarin tidak ada korban jiwa, dan kemarin saat terjadi banjir itu limpasan air di angka 350. Dan limpasan angka 350 itu pasti ada. Apalagi sekarang tanggulnya juga kritis," terang Arif.
Ia juga menyampaikan terima kasih karena Bupati Kendal juga judah berupaya dengan sigap mengajukan pengusulan perbaikan tanggul baik ke Pemprov Jateng, Pemerintah Pusat hingga DPR RI Komisi V.
"Sebelum audiensi Ibu Bupati sudah berkirim surat ke PU dan sudah menyampaikan ke Komisi V. Dan peran kami di masyarakat sengkuyung bareng, bersinergi, berkolaborasi, mendesak agar penanganan segera dilakukan. Ibu Bupati juga menyampaikan kalau provinsi turun Pemkab Kendal siap mendampingi penganggaran menggunakan anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga)," pungkasnya.(Anik)