SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sebanyak 98 mahasiswa program studi Teknologi Hasil Pertanian/Teknologi Pangan Universitas Semarang melaksanakan kunjungan industri ke kompleks Pergudangan Badan Usaha Logistik (Bulog) Tambak Aji Kantor Cabang Semarang, Kota Semarang, Kamis 7 Mei 2026.
Kunjungan industri tersebut melengkapi praktik di Laboratorium untuk mata kuliah teknologi Pengemasan dan Penyimpanan. Diharapkan kunjungan industri di kompleks pergudangan Bulog Kancab Semarang, akan memperkuat capaian luaran mata kuliah, utamanya pengalaman di luar kampus.
Baca juga: Juara di Thailand, Gus Yasin Takjub Oleh Atraksi Tari Saman SMAN 4 Semarang
Hal tersebut dikemukakan Prof Dr Ir Rohadi MP yang didamping Ir Dewi Larasati Msi di depan mahasiswa dan para pejabat Bulog Kancab Semarang dan pimpinan Gudang Bulog setempat saat memberikan sambutan pada acara kunjungan industri tersebut.
Dia mengatakan, mahasiswa perlu melihat realitas kondisi di lapangan terkait sistem Gudang beras sebagai komoditas utama Bulog.
''Apa yang diberikan di kampus, tentu kurang komprehensif, maka untuk melengkapinya mahasiswa perlu diajak kunjungan lapangan dan menerima pengalaman dari para praktisi,'' katanya.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah yang didampingi Wakil Pimpinan Cabang Kurnia Pradipta serta jajaran mangatakan, Bulog memiliki visi menjadi perusahaan pangan yang unggul dan terpercaya dalam mendukung terwujudnya kedaulatan pangan.
Memiliki 4 misi yakni menjalankan logistik pangan, melaksanakan praktik bisnis unggul, menjamin ketersediaan keterjangkauan dan stabilitas komoditas pangan pokok dan menerapkan prisnip tata kelola perusahaan yang baik.
''Mahasiswa bisa melihat langsung kondisi ketersediaan pangan (beras) yang ada di gudang, sistem pergudangan, tata kelola gudang, bukan omon-omon,'' ujarnya sambil menambahkan bahwa saat ini jumlah beras yang dikuasai Bulog sebesar 5,23 juta ton, terbanyak sepanjang sejarah.
Mahasiswa Antusias
Mahasiswa menyambut antusias dan senang saat kunjungan industri ke kompleks pergudangan Bulog Kancab Semarang. Hal tersebut terlihat dari banyak pertanyaan dari mahasiswa yang disampaikan kepada manajemen Bulog, saat diberi kesempatan.
Baca juga: Tim FE USM Beri Pelatihan Kelola Cash Flow ke Anggota UKM Batik Tapak Dara Meteseh
Salah satu mahasiswa, Fifi Mafawiza, bertanya tentang indeks kerusakan pangan, yang dikaitkan dengan suhu dan kelembaban (RH).
Terkait pertanyaan tersebut, Kepala Gudang Moh Ilham menyatakan, gudang yang ada kompleks pergudangan Bulong Kancab Semarang sudah dilengkapi dengan fasilitas kontrol suhu dan RH yang bisa dimonitor real time.
Menurutnya, suhu optimal pertumbuhan mikrobia 20-55oC, baik bakteri, kapang dan jamur, sementara kelembaban menjadi dilemma. Pada RH yang tinggi menyebabkan pertumbuhan mikroba, karena beras menyerap uap air, sementara pada RH yang rendah, bahan akan kehilangan air, oleh sebab itu perlu dipertahankan RH ekuilibrium.
Pertanyaan Fahreza menanyakan kaitannya implementasi teknologi digital seperti IoT pada sistem gudang dan dampak fumigasi terhadap beras
Menurut Moh Ilham, pelaksanaan fumigasi dilakukan dengan cara menaruh fumigant di bawah staple beras yang sudah tersungkup dengan plastik.
''Fumigan akan mengeluarkan gas, sehingga gas akan terdistribusi pada beras di staple dan membunuh hama yang ada pada beras,'' ungkapnya. (Aji)