HELOINDONESIA.COM -Paguyuban MASTRIP Jawa Timur berkoordinasi dengan Kepala Bakorwil Malang dalam rangka menyambut Peringatan 79 Tahun Pahlawan TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) untuk mengenang Pertempuran Pelajar Pejuang TRIP pada 31 Juli 1947 di Jalan Salak, Kota Malang.
Rangkaian kegiatan peringatan dilaksanakan pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026. Berbagai agenda disiapkan, mulai dari napak tilas, donor darah, sarasehan bertema
“Kilas Balik Perjuangan Pelajar Pejuang TRIP”, renungan suci, bazar UMKM, gowes, hingga puncak acara berupa Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Pahlawan TRIP, Malang, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi lintas generasi dan lintas lembaga untuk menjaga semangat perjuangan para pelajar pejuang yang gugur mempertahankan kemerdekaan. MASTRIP Jatim menegaskan bahwa perjuangan tidak berhenti pada masa perang, tetapi harus diteruskan melalui pendidikan, keteladanan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Pada malam renungan suci di Monumen Pahlawan TRIP, Kamis malam, 30 Juli 2026, Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M. disematkan pin anggota kehormatan MASTRIP Jawa Timur oleh Mayjen (Purn.) Gadang Pambudi.
Dalam kesempatan itu, Wahyu Hidayat mengaku bangga dan terhormat menjadi bagian dari keluarga besar MASTRIP.
“Ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi saya menjadi anggota kehormatan MASTRIP Jawa Timur. Sebenarnya saya dengan keluarga MASTRIP ini sudah lama, tetapi baru hari ini dikukuhkan secara resmi,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pengenalan sejarah perjuangan TRIP melalui dunia pendidikan. Menurutnya, banyak siswa SD dan SMP yang belum memahami perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar.
“Kami ingin ada kurikulum muatan lokal agar anak-anak SD dan SMP mengetahui perjuangan TRIP pada saat itu. Materinya insya Allah selesai tahun ini dan akan kami buatkan Peraturan Wali Kota agar menjadi bagian dari kurikulum muatan lokal,” katanya.
Selain itu, Pemkot Malang juga berencana menetapkan 31 Juli sebagai hari peringatan TRIP di tingkat daerah. Wahyu menyebut pihaknya akan berkonsultasi mengenai mekanisme penetapan tersebut, apakah cukup melalui Peraturan Wali Kota atau memerlukan persetujuan DPRD.
“Kalau memang cukup dengan Perwali, kami akan segera menerbitkannya. Karena jika sudah masuk muatan lokal, maka menjadi kewajiban siswa untuk mempelajarinya dan patut diperingati setiap 31 Juli sebagai hari besar tingkat daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan 79 Tahun Pahlawan TRIP, Maschus Kusuma, menyampaikan bahwa kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa semangat perjuangan para pahlawan tetap hidup.
“Kehadiran saudara-saudara dari seluruh Indonesia menjadi bukti bahwa perjuangan para pahlawan terus kita lanjutkan dan tidak akan pernah putus,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengukuhan Wali Kota Malang sebagai anggota kehormatan MASTRIP merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan MASTRIP dalam membangun generasi muda yang berjiwa patriotik.
“Bapak Wali Kota sudah berkomitmen bersama kita memajukan Malang dan menjadikan pelajar sebagai penerus perjuangan patriot para pahlawan. Mudah-mudahan Kota Malang semakin menjadi kota pelajar yang berpatriot,” kata Maschus.
Peringatan 79 Tahun Pahlawan TRIP tahun ini tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga momentum memperkuat pendidikan karakter, nasionalisme, dan penghormatan kepada para pelajar pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi tegaknya Republik Indonesia.(AdiG)