LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung terus melakukan upaya penanganan terhadap dampak kekeringan dan persoalan lingkungan di sejumlah wilayah Kota Bandarlampung.Pada Senin (10/8/2026), BPBD melaksanakan tiga kegiatan pendistribusian air bersih di wilayah Kecamatan Sukabumi dan Kecamatan Panjang.
Bantuan tersebut diberikan menyusul kondisi sumur milik warga yang mengalami kekeringan sehingga masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bandarlampung, Idham Syahputra, mengatakan pendistribusian air bersih merupakan bagian dari respons BPBD terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah yang masyarakatnya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Distribusi air bersih ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga,” ujar Idham.
Pendistribusian pertama dilakukan pada pukul 10.03 WIB di Jalan Raya Suban, Kampung Batu Suluh RT 18 LK II, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi. Sebanyak 61 kepala keluarga (KK) atau 201 jiwa menjadi penerima manfaat distribusi air bersih tersebut.
Selanjutnya, pada pukul 10.16 WIB, BPBD kembali menyalurkan air bersih kepada warga di Jalan Raya Suban RT 10 LK I, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang. Di lokasi tersebut, sebanyak 70 KK atau 300 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat sumur warga mengalami kekeringan.
Distribusi air bersih kemudian dilanjutkan pada pukul 12.08 WIB di Jalan Raya Suban, Kampung Batu Suluh RT 17 LK II, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi. Bantuan diberikan kepada 52 KK atau 260 jiwa yang terdampak kondisi kekeringan.
Dengan demikian, total bantuan air bersih yang disalurkan BPBD pada tiga lokasi tersebut menjangkau 183 KK atau 761 jiwa.
Idham menambahkan, BPBD akan terus berkoordinasi dengan perangkat kewilayahan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk menyampaikan informasi apabila mengalami kesulitan air bersih, sehingga dapat segera dilakukan koordinasi dan penanganan sesuai kebutuhan,” katanya kepada Heloindonesia.
BPBD Tangani Drainase Tersumbat
Selain menangani dampak kekeringan, BPBD Kota Bandarlampung juga melakukan penanganan terhadap drainase yang tersumbat di wilayah Kecamatan Kemiling.
Pada pukul 16.17 WIB, petugas melakukan pembersihan drainase di Jalan Imam Bonjol RT 28 LK II, Kelurahan Sumberejo Sejahtera, Kecamatan Kemiling.
Pembersihan dilakukan karena saluran drainase dipenuhi sedimen lumpur dan sampah yang mengakibatkan aliran air tersumbat. Penanganan dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran sekaligus mengantisipasi potensi genangan saat hujan.
Kegiatan tersebut melibatkan BPBD bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP), pihak kelurahan, dan Linmas.Menurut Idham, persoalan drainase tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke saluran drainase. Saluran yang bersih akan membantu memperlancar aliran air dan mengurangi risiko terjadinya genangan,” jelasnya.
BPBD Kota Bandarlampung terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan perangkat daerah dan unsur kewilayahan dalam rangka memberikan respons terhadap berbagai kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
" BPBD Kota Bandarlampung tercatat melaksanakan empat kegiatan penanganan, terdiri atas tiga pendistribusian air bersih akibat kekeringan dan satu kegiatan pembersihan drainase tersumbat," tutup Idham Syahputra.( Hajim)