Helo Indonesia

Debat Pilbub Sidoarjo, Kedua Paslon Belum Beri Solusi

Satwiko Rumekso - Pilkada
Senin, 21 Oktober 2024 13:29
    Bagikan  
Paslon BAIK
Istimewa

Paslon BAIK - Paslon nomor satu Subandi-Mimik Idayana

HELOINDONESIA.COM - Dalam debat publik pertama yang digelar oleh KPU Sidoarjo pada Sabtu (19/10/24), dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo saling memamerkan program berbasis anggaran daerah.

Namun, Direktur Center For Participatory Development (CePad) Indonesia, Kasmuin, menilai bahwa kedua paslon belum memberikan solusi jangka panjang yang dibutuhkan masyarakat.

“Debat ini seharusnya menjadi ajang adu kualitas gagasan kebijakan, bukan sekadar promosi program yang menggoda harapan publik,” ungkap Kasmuin.

Ia menekankan bahwa visi dan misi yang disampaikan tidak terwujud dalam argumentasi yang jelas, melainkan terjebak dalam pertanyaan teknis yang kurang strategis.

Kasmuin juga mengkritik logika di balik tawaran bantuan yang diajukan kedua paslon, seperti memberikan dana 500 juta per desa atau bantuan 300-500 juta per dusun.

Baca juga: Tol Pasuruan-Probolinggo Makan Korban, 5 Meninggal Dunia

“Dari perspektif kebijakan dan pengelolaan keuangan publik, tawaran ini sangat sulit dipertanggungjawabkan,” tutupnya.

Isu Lingkungan

Pasangan BAIK menurut audiens sedikit lebih baik dan tampak menguasai materi debat.

Selain itu, juga menyinggung soal kemacetan dan lingkungan. Dalam mengurai kemacetan di perapatan Gedangan, Subandi sudah berkordinasi dengan pemerintah pusat untuk membangun flyover di sana. Kementerian PUPR sedang mengkaji dan direncanakan bakal dibangun tahun 2025 besok.

”Tugas kami ini melakukan pembebasan lahan disana. Dan untuk ini masih dalam proses penyelesaian,” ungkapnya.

Berkaitan dengan mengatasi polusi udara, Subandi-Mimik Idayana menegaskan pembangunan kota yang hijau. Skemanya 40 persen ruang terbuka hijau dan 60 baru bangunan fisik.

Konsep tersebut, tidak hanya berlaku di kota saja. Desa juga bakal menerapkan serupa melalui anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang nilainya Rp 500 juta di setiap desa.

”Karena Sidoarjo ini penduduknya padat sekali, saya tidak mau anak cucu kita pertumbuhan dipengaruhi banyaknya polusi udara,” ujarnya.

Sementara, Cabup Mimik Idayana meminta ijin untuk mendampingi Subandi dalam memimpin Sidoarjo dengan sentuhan keibuan dan berkeadilan.”Kami ingin bersama-sama membangun Sidoarjo tanpa memandang golongan apapun. Subandi-Mimik untuk Sidoarjo yang lebih baik,” katanya.***