Helo Indonesia

Dukungan ke Ganjar Pranowo Menurun, Hasil Survei LSI Denny JA Ungkap Penyebabnya

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Jumat, 19 Mei 2023 17:43
    Bagikan  
Ganjar Pranowo
tangkapan layar /Channal PDIP

Ganjar Pranowo - Ganjar Pranowo berpidato usai ditetapkan menjadi capres PDIP. (foto: tangkapan layar).

HELOINDONESIA.COMDinamika politik nasional terus berlangsung dinamis. Hal-hal di luar politik ternyata ikut mempengaruhi. Sebagai contoh, Ketika Gubernur Ganjar Pranowo ikut menolak Israel main di Piala Dunia U-20 yang waktu itu akan digelar di Indonesia, ternyata langsung berefek ke politik. Dukungan ke Ganjar Pranowo menurun.

Dari suara-suara di dunia maya, banyak yang berbalik arah, dari semula akan memilih Ganjar Pranowo, berbalik 180 derajat tak bakal memilihnya.

Dan hal itu kemudian dikonfirmasi beberapa hasil jajak pendapat yang dilakukan ari lembaga survey, hasilnya elektabilitas menurun.

Setelah beberapa waktu berlalu, Lembaga survei melakukan jajak pendapat lagi, elektabilitas Ganjar sudah mulai reborn. Namun, Ketika TImnas Indonesia meraih emas setelah mengalahkan Thailand di SEA Games di Kamboka, dan Ganjar Pranowo mengucapkan selama di media sosial, ternyata bermunculan lagi warganet yang tidak suka kepadanya.

Baca juga: Gembang Panas Mematikan Ancam Seluruh Penghuni Bumi, Ini Penyebabnya

Hal itu bisa dicek di Twitter, dan juga Facebook. Di Twitter suara warganet cenderung lebih sadis dan ganas menolak Ganjar. Padahal Ganjar Pranowo sendiri memberi ucapan yang singkat.

 “Alhamdulillah akhirnya emas sepakbola sea games kembali kita rengkuh. Selamat, bung!” tulis Ganjar Pranowo  (@ganjarpranowo) di Twitter. Di Facebook juga sama persis ucapan selamatnya

Di kedua media sosial itu, mayoritas komentar meneriaki Ganjar, dan bahkan dengan suara terlalu sarkasme.

Kini dirilis lagi hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Hasilnya menunjukkan penurunan dukungan terhadap capres Ganjar Pranowo yang diusung PDIP dan PPP. Penurunan ini adalah kali pertama.

Baca juga: Istri Bupati Lamsel Dikonfrontir Aliran Setoran Proyek Rp135 Juta

“Dalam survei ini, elektabilitas Prabowo Subianto mencapai 33,9 persen. Ganjar Pranowo sebesar 31,9 persen dan Anies Baswedan sebesar 20,8 persen,” kata peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di Jakarta, Jumat 19 Mein2023.

Menurut Adjie, survei ini dilakukan pada periode 3 hingga 14 Mei 2023 dengan metode multi-stage random sampling dengan 1200 responden. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan wawancara tatap muka dengan kuesioner. Adapun margin of error dalam survei ini yaitu kurang lebih 2,9 persen.

“Dalam hasil survei kita dalam satu tahun ini, pertama kali dukungan ke Ganjar turun, dari beberapa tahun berbagai survei tren Ganjar itu selalu naik,” tambahnya.

Adjie Alfaraby mengatakan dalam dua bulan terakhir ini banyak lembaga survei lain yang menemukan temuan yang sama, bahwa dukungan terhadap Ganjar menurun.

Baca juga: Tujuh Tahun Ditawan, Dokter 88 Tahun Asal Australia Akhirnya Dibebaskan Pemberontak di Burkina Faso

Menurut dia, hasil survey LSI Denny JA ini mengungkap penyebabnya, yakni karena beberapa kasus, salah satunya akibat batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Kini diungguli Prabowo Subianto.

Dia mengatakan, LSI Denny JA telah mengumpulkan data survei dari berbagai macam lembaga survei dari tahun 2022-2023. Ganjar Pranowo sempat unggul di Januari 2023 namun menurun di Mei 2023.

“Pada Mei 2022, Ganjar Pranowo berada di posisi 27,9 persen. September 2022 Ganjar Pranowo naik jadi 31,3 persen bahkan mengalahkan Prabowo, di bulan Januari 2023 ini puncaknya elektabilitas Ganjar mampu mencapai 37,8 persen kemudian Mei 2023 turun ke 31,9 persen,” jelas dia.

Sedangkan Anies Baswedan pada bulan Mei 2022 di 21,4 persen, lalu September 2022 di angka 21,8 persen, kemudian Januari 2023 22,1 persen dan terakhir di Mei 2023 berada di angka 20,8 persen.

Baca juga: Fraksi Nasdem Pastikan Tidak Ada Pasal Unsur Diskriminasi dan Kriminalisasi Nakes di RUU Kesehatan

Dan Prabowo Subianto pada bulan Mei 2022 menduduki angka 33,4 persen, September 2022 di 27,9 persen lalu Januari 2023 25,4 persen dan Mei 2023 33,9 persen. (*)

(Winoto Anung)