LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Pesawaran memastikan akan memanggil seorang legislator dari Partai NasDem yang terseret dugaan skandal asmara dengan seorang lady companion (LC) atau pemandu lagu.
“Rencananya minggu depan, Selasa atau Rabu, kami akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi,” kata Ketua BK DPRD Pesawaran, Lenida Putri, usai rapat bersama anggota di Ruang BK DPRD setempat, Rabu (14/1/2026).

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, pemanggilan tersebut dilakukan untuk menegaskan komitmen BK dalam menjaga kehormatan, martabat, dan kredibilitas lembaga DPRD, menyusul isu yang telah menjadi konsumsi publik.
Lenida mengatakan, BK telah mencermati informasi yang beredar di media massa maupun media sosial. Penanganan perkara ini, kata dia, akan dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan berdasarkan bukti yang ada.
Ia menegaskan, BK DPRD Pesawaran menangani persoalan kode etik kelembagaan secara independen dan tidak harus menunggu putusan hukum pidana dari aparat penegak hukum, termasuk Polda Lampung.
“Jika terbukti melanggar, BK akan memberikan rekomendasi sanksi secara proporsional sesuai tingkat pelanggaran kepada pimpinan DPRD, mulai dari teguran lisan hingga usulan pemberhentian sebagai anggota DPRD,” ujarnya.
Menurut Lenida, BK DPRD Kabupaten Pesawaran berorientasi pada penyelesaian yang cepat, transparan, dan berkeadilan guna memulihkan reputasi kelembagaan serta memastikan standar etika DPRD tetap terjaga.
Sebelumnya, beredar pemberitaan di media daring dan media sosial bahwa seorang LC mengaku merasa dibohongi oleh TM. Diduga terbuai janji asmara sang wakil rakyat, perempuan tersebut mengikuti permintaan untuk berhenti bekerja, sehingga memutus sumber penghasilannya.
Bahkan, kepada awak media, sang LC mengaku rela menemani TM dalam kunjungan kerja DPRD Pesawaran ke Daerah Istimewa Yogyakarta selama tiga hari. Selama perjalanan tersebut, berbagai janji asmara disebut terlontar.
Namun, janji tersebut tak kunjung terealisasi. Merasa kesabarannya habis, sang LC akhirnya memilih mengungkapkan kisahnya kepada awak media. (Rama)
