HELOINDONESIA.COM - Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkapkan bahwa belum ada nama bakal calon dengan dukungan elektoral dominan. Kombinasi pasangan potensi bakal calon presiden dan wakil presiden juga tampak akan ditandai dengan persaingan ketat antar pasangan calon.
Kemudian dijelaskan, sejalan dengan peta elektoral bakal calon presiden dan wakil presiden tersebut koalisi-koalisi partai politik akan mengusung pasangan calon pun juga tampak mengarah pada kemungkinan tiga pasangan calon.
Meskipun juga masih cukup terbuka kemungkinan empat pasangan calon apabila Partai Golkar dan PAN dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Selain itu, sejumlah isu nasional juga menjadi perhatian publik baik di bidang hukum, maupun sosial keagamaan seperti kasus korupsi BTS, kasus Al Zaytun, dan kebijakan pemerintah mengakhiri pandemi covid 19 menjadi endemi.
Terkait hal itu, LSI menggelar survei, dalam hal ini dalam format pasangan capres-cawapres. Masing-masing adalah Anies Baswedan-Khofifah Indar Parawansa, Ganjar Pranowo-Erick Thohir, dam Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar
Pada simulasi survei LSI, tiga nama pasangan presiden dan wakil presiden, pasangan Ganjar Pranowo - Erick Thohir melejit berada di posisi pertama. Itu hasil survei pada 1-8 Juli 2023.
Pasangan Ganjar Pranowo - Erick Thohir juga berhasil unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar (Prabowo – Muhaimin) dan pasangan Anies Baswedan-Khofifah Indar Parawansa (Anies – Khofifah), berada di urutan terbawah.
“Ganjar-Erick Thohir 34 persen unggul atas Prabowo-Muhaimin 30,7 persen, sementara Anies-Khofifah 21 persen. Sekitar 14,2 persen belum menunjukkan pilihannya,” begitu rilis resmi yang diunggah LSI pada Selasa 11 Juli.
Baca juga: Prabowo Dinilai Paling Siap, dengan Koalisi Gerindra dan PKB akan Mudah Menangi Pilpres 2024
Dalam hal tren elektabilitas Ganjar dan Erick terus mengalami kenaikan. Dalam survei ini, elektabilitas Ganjar sebagai capres sebesar 32,2 persen. Kalah tipis dari Prabowo.
Lantas, Erick Thohir sebagai capres selalu berada di posisi pertama dalam berbagai simulasi. Erick berhasil unggul dari Ridwan Kami, Sandiaga, Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Gibran Rakabuming Raka dan Khofifah Indar Parawansa.
Adapun pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.
Pupulasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83 persen dari total populasi nasional.
Baca juga: Kalangan Dokter Bingung, Ada Dua Draf RUU Kesehatan Jelang Ketok Palu Rapat Paripurna DPR
Dengan teknik RDD sampel sebanyak 1242 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.
Margin of error survei diperkirakan ±2.8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih. (*)
(Winoto Anung)
