HELOINDONESIA.COM -Petinggi PSI Grace Natalie terlibat debat seru dengan pakar hukum Denny Indrayana di tv beberapa hari lalu. Di akhir debat, Grace Natalie menantang Denny untuk debat terbuka empat mata. Bahkan Grace Natalie menyediakan tiket pulang-pergi, Jakarta-Melbourna.
Lantas, di Twitter, Denny Indrayana pun menjawab tantangan itu, sambil membuka siapa yang berani dan siapa yang takut. Denny menjawab itu karena dia dikesankan takut berdebat.
Yang menyebut Denny takut debat, antara lain netizen NitNot ❘ dengan akun @Leonita_Lestari. Netizen ini berada di pihak Grace Natalie dan PSI.
“Itu janji atau tawaran Grace Natalie ke Denny Indrayana supaya dia bisa datang ke Indonesia, untuk DEBAT. Seharusnya, debat, apalagi yang bernuansa akademis, pasti adalah keseharian baginya. Dia SEHARUSNYA gak perlu takut apalagi GENTAR,” tulis @Leonita_Lestari.
Baca juga: Hasil Inspeksi FIFA, Empat Stadion Indonesia Ditetapkan Sebagai Venue Resmi Piala Dunia U-17
Menurut dia, kenapa seorang Grace Natalie yang juga adalah Ketua Dewan Pertimbangan PSI harus membuat tawaran seperti itu, itu karena berkali kali sudah Denny melempar isu yang ternyata hampir tidak pernah bisa dipertanggungjawabkan, bahkan secara akademis.
“Isu atau ramalan hukum yang sering dimunculkannya sering hanya berakhir sebagai SENSASI belaka,” ujarnya.
Sebut saja isu kisruh internal partai Demokrat yang dia kaitkan dengan peran Jokowi, Anies akan di KPK kan, Judicial Review MK oleh PSI tentang batas umur hanya untuk Gibran dll.
Baca juga: Laporan Polisi Soal Rocky Gerung Makin Numpuk, Mabes Polri Terima 20 LP dari Berbagai Wilayah
Jawaban Denny Indrayana
Lantas, pihak Denny Indrayana memberi jawaban di lewat unggahan di Twitter juga. Menurutnya, Grace Natalie menantang debat terbuka, seakan ingin mengatakan dirinya takut pulang ke Indonesia.
“Grace Natalie @grace_nat menantang saya debat terbuka. Tersirat dia dan para politisi PSI ingin mengatakan saya takut pulang ke Indonesia. Satu, saya bolak-balik Jakarta-Melbourne. Kantor hukum saya ada di Jakarta dan Melbourne,” katanya.
“Dua, saya melakukan sikap perlawanan dan kritis terhadap kekuasaan istana Jokowi yang korup dan represif. Termasuk menggunakan hukum untuk membungkam sikap kritis Masyarakat,” tambah @dennyindrayana.
Baca juga: Diajukan PBB dan Perindo, Aldi Taher Dicoret dari Daftar Bacaleg DPRD DKI
Menurutnya, Grace Natalie, Dedek Prayudi, PSI tidak perlu menuduh dirinya takut, dan menganggap pihaknya lebih berani. Denny menuding, jutru merekalah kelompok yang penakut.
“Grace, Dedek dkk "PSI Jokowi", tidak perlu, tidak perlu, di satu sisi, menuduh saya "takut", lalu mengajak debat terbuka dan menganggap diri lebih berani. Padahal disi lain, hanya sekelompok penakut yang bersikap "manut" tegak lurus pada Jokowi,” ujarnya.
Dia lantas mempertanyakan, diapa yang lebih penakut, yang kritis terhadap Istana atau yang manut dan tegak lurus Jokowi?
Baca juga: Dukung Prabowo, Fahri Hamzah Dinilai Mulai Obrak-abrik Jokowi dan PDIP
“Siapa yang lebih penakut, saya yang bersikap kritis kepada istana dan kuasa, sebagaimana sejarah para pemuda yang berjuang melawan penjajahan dan penguasa otoriter di Republik? Atau PSI yang mengekor dan "manut" pada dinasti korup Jokowi dan keluarganya, dan kroni dan barisan oligarkinya?” tandas Denny.
Menurut dia, biarkan PSI "tegak lurus pada Jokowi". Izinkan saya terus kritis pada Jokowi dan kekuasaannya, karena saya hanya "tegak lurus pada rakyat". (**)
(Winoto Anung)
