Helo Indonesia

Survei Denny JA, Elektabilitas Anies-AHY Masih Harus Kerja Keras

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Senin, 14 Agustus 2023 17:55
    Bagikan  
Anies Baswedan, AHY,
Facebook/Agus Yudhoyono

Anies Baswedan, AHY, - AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) saat menjemput ANies Baswedan di Bandara Soekarno-Hatta, 11 Juli. (Foto: Facebook/Agus Yudhoyono)

HELOINDONESIA.COM - Sekitar 6 bulan lagi pencoblosan capres-cawapres di Pilpres 2024. Lembaga survei makin gencar melakukan jajak pendapat untuk para capres.

Sejauh ini, diprediksi ada tiga capres, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, dan hasil survei masih selalu ditunggu.

Termasuk hasil survei dari LSI Denny JA, menjadi salah satu perhatian umum, Hasil survei terakhir menurut peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, ternyata elektabilitas Prabowo Subianto berada di urutan teratas.

Dia bakal capres lainnya di bawah Prabowo. Prabowo disebut  konsisten unggul dan cenderung naik sejak Januari 2023. Selanjutnya, ketika digelar survei lagi, pada Juli, menurut LSI Denny JA, elektabilitas Prabowo berada di angka 38,2 persen.

Baca juga: Jokowi Minta PJ Heru Dorong Perkantoran Terapkan WFH Atasi Polusi Udara

Ardian Sopa mengungkapkan, elektabilitas yang digapai Prabowo ketika dilakukan simulasi dengan tiga nama bacapres lainnya, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengungguli Ganjar Pranowo yang berada di angka 35,3 persen dan Anies Baswedan tercecer jauh pada 18,4 persen.

Hasil survey menunjukkan 6 bulan jelang pencoblosan, elektabilitas Prabowo paling unggul, sedangkan Anies Baswedan di urutan terakhir.

“Ini menunjukkan 5 sampai 6 bulan dari masa pencoblosan Prabowo paling unggul,” kata Ardian dalam jumpa persnya di Jakarta, Senin 14 Agustus 2023.

Baca juga: Polusi Udara di Jakarta Semakin Parah, KLHK dan Kementerian Terkait Akan Buat Standarisasi Cerobong Asap Industri

Survei LSI Denny JA ini digelar pada 3-15 Juli 2023 dengan melibatkan 1.200 responden. Metodologi survei ini menggunakan multi-stage random sampling dengan margin of error +2,9 persen. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka, menggunakan kuesioner.

Menurut dia, LSI Denny JA juga mengadakan survey dengan simulasi pasangan capres-cawapres. Prabowo kalau dipasangkn dengan Gibran Rakabuming Raka, hasilnya tetap unttul 38,8 persen.

Pasangan itu, mengalahkan pasangan Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno 33,1 persen, Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 16,4 persen.

Baca juga: Ngotot AHY Jadi Cawapres Anies, Demokrat Terkesan Kaku dan Ambisius

Kemudian, saat Prabowo dipasangkan denan Erick Thohir,  juga unggul dengan angka 38,9 persen, di bawahnya Ganjar-Sandiaga Uno dengan 34,4 persen, dan Anies-AHY 15,8 persen.

Pun pula kalau Prabowo dipasangkan dengan Airlangga Hartarto, masih tetap unggul 37,5 persen, disusul Ganjar-Sandiaga dengan 35,9 persen, sedangkan Anies-AHY 20 persen.

Demikian pula ketika Prabowo dipasangkan dengan Muhaimin Iskandar mendapat 36,5 persen, masih menang tipis atas atas Ganjar-Sandiaga yang mendapat 36,2 persen. Sedangkan Anies-AHY 20,5 persen.

Baca juga: Rekaman Video Langit Jakarta Terselimuti Polusi Udara Viral di Media Sosial, Ini Tanggapan BMKG

Artinya, lanjut Ardian Sopa, dalam simulasi tersebut, Prabowo dipasangkan dengan siapa pun masih tetap unggul, berdasarkan survei bulan Juli. Sedangkan Anies-AHY menunjukkan bahwa masih harus kerja keras, karena berada diurutan terakhir.

“Siapapun pasangan yang dipasangkan dengan Prabowo akan melampaui pasangan lainnya, baik wakilnya Gibran, Erick, Airlangga maupun Muhaimin, dia tetap melampaui pasangan Ganjar-Sandiaga dan Anies-AHY,” ungkap Ardian Sopa. (*)