HELOINDONESIA.COM - Usai mendapat dukungan dari Partai Golkar dan PAN, Prabowo Subianto minta izin kepada rakyat, dirinya ingin berkuasa. Sedangkan Ganjar Pranowo menyebut bahwa Tuanku ya rakyat. Ini yang kemudian banyak dibiarakan oleh para pendukung Ganjar.
Menurut mereka merupakan perbedaan mencolok. Ada yang menarik selama Ganjar Pranowo menjadi Gubernur Jawa Tengah, yang dikenal dengan slogan "Tuanku Ya Rakyat, Gubernur Cuma Mandat".
Hai itu diungkapkan oleh netizen GP24P, menurutnya, slogan itu menjadi semacam tagline yang diusung dan coba dipraktikkan oleh Ganjar Pranowo selama menjadi Gubernur Jawa Tengah, yang jelas dapat dirasakan oleh masyarakat Jawa Tengah.
“Sekuat tenaga Ganjar berupaya menunjukkan bahwa kekuasaan itu tidak harus dijalankan dengan spirit nge-boss alias mentalitas bak seorang pimpinan kepada bawahan, tetapi bisa membawa konsep melayani,” ujarnya.
Baca juga: Ganjar Ziarah ke Makam Mbah Dalhar Watucongol; Beliau Ajarkan Ketegasan dan Tidak Boleh Ragu
al inilah yang menjadi warna selama pemerintahan Ganjar Pranowo, yang menjabat selama 10 tahun terakhir. Inilah yang lantas menjadikan Pilpres 2024 semakin menarik.
Apalagi setelah Prabowo menyatakan bahwa dirinya (tentu dengan kelompoknya) hendak meminta izin kepada rakyat untuk berkuasa. Whaaat???
“Enak saja mau meminta izin berkuasa! Kan ini bisa diartikan bahwa diduga kuat, Prabowo dan para elit politik partai pendukungnya, juga para pendukung fanatiknya akan menguasai negeri ini buat kepentingan mereka. Ora sudi...!”
Nah, lanjutnya, jika slogan kedua capres itu disandingkan dan ditandingkan, rasanya hanya orang yang agak miring ingin dikuasai.
“Kalau saya sih masih waras ya. Saya lebih memilih dipimpin oleh sosok yang sudah jelas rekam jejaknya mengusung spirit melayani dan tidak sedikit pun menganggap bahwa rakyat sebagai objek yang kudu dikuasai demi kepentingan segelintir "kelompok elit" di bangsa ini, seperti yang pernah terjadi pada era Soeharto, eks mertua Prabowo Subianto,” tandasnya. (**)
