HELOINDONESIA.COM - Dalam hal ini Ganjar Pranowo diklaim pendukungnya sebagai bakal capres yang tampil dengan gagasan. Bahkan Ganjar unggul sebagaimana dalam hasil survei, karena gagasan.
Klaim itu seperti postingan yang dibuat : Angwar Sanusi, diunggah di X (Twitter) di akun @Melihat_Indo.
Dia tidak menyebut soal undangan BEM UI untuk para bakal capres untuk berdebat adu gagasan dan akan dikuliti oleh para mahasiswa yang kampusnya di Kota Depok, Jabar itu. Dikabarkan, Ganjar Pranowo belum bisa ikut tampil
“Selain rekam jejak, saya meyakini bahwa adu gagasan adalah hal yang paling mempengaruhi pemilih menentukan pilihan di Pilpres 2024. Soal pentingnya adu gagasan ini kembali dibuktikan oleh Litbang Kompas yang menyatakan Ganjar Pranowo berada di puncak survey,” tuis Angwar Sanusi.
Baca juga: Dengan 10 Pemain, Liverpool Tekuk Newcastle 2-1 Lewat Dua Gol Nunez
Dia memberkan, Ganjar meraih elektabilitas tertinggi dengan 34,1 persen. Kemudian Prabowo Subianto mendapatkan persentase 31,3 persen, dan Anies Baswedan 19,2 persen.
Selain elektabilitas, survei periode Agustus ini juga mendorong para kandidat calon presiden beradu gagasan. Langkah tersebut tak lain untuk menggaet suara dari segmen pemilih yang mudah berubah pikiran atau yang selama ini belum menentukan pilihan.
“Saya memaklumi sikap mereka. Sebab, memang belum waktunya bagi ketiga capres itu melakukan kampanye. Lhawong mendaftar di KPU saja masih dua bulan lagi. Jadi wajar, mereka mudah berubah pikiran karena gagasan masing-masing capres belum sepenuhnya muncul,” ujar Angwar Sanusi.
Baca juga: Para Petani Nyaris Kehilangan Lahan, Ilyas Dkk Akan Lapor ke Satgas Anti Mafia Tanah
Namun, jika melihat hasil survei tersebut. Sebenarnya para responden telah menggali atau minimal mengetahui pemikiran-pemikiran capres yang disuguhkan selama ini.
“Kalau buktinya Ganjar menjadi top survei, maka secara mudah bisa diartikan dia adalah sosok yang memiliki gagasan paling baik ketimbang kandidat lainnya. Kalau tidak, mustahil bagi Ganjar kembali rebound dalam jajak pendapat tersebut. Bahkan dalam beberapa simulasi, Ganjar konsisten teratas,” tandasnya.
Mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan Ganjar kembali rebound. Bisa jadi karena rekam jejaknya selama menjabat Gubernur Jawa Tengah yang merakyat dan juga identik dengan responsif membereskan persoalan yang timbul dari masyarakat.
Baca juga: Aktivis Desak Oknum Paspampres Disanksi Keras, Diduga Culik dan Aniaya Warga Aceh Hingga Tewas
Atau memang lebih tepatnya orang-orang sudah pada tahu tentang kinerja dan gagasan Ganjar selama ini. Barangkali bisa ditengok selama 10 tahun memimpin Jawa Tengah, Ganjar hampir tiap hari bersinggungan dengan warga.
Baik secara langsung maupun lewat media sosial, dia nyaris tak pernah melewatkan waktunya menyapa masyarakat. Terutama mereka yang menyampaikan keluhan dan masukan ditanggapi dengan cepat.
Persoalan demi persoalan memang terus bermunculan. Dengan kata lain, permasalahan satu rampung akan tumbuh masalah lainnya. Tetapi setidaknya, dalam dua periode memimpin Jawa Tengah, Ganjar telah membuktikan kinerjanya.
“Lihat saja, buah pikirnya untuk kemajuan Jawa Tengah telah menorehkan segudang penghargaan dan prestasi,” ujar Angwar Sanusi.
Sektor pendidikan misalnya, Ganjar menghadirkan gagasan sekolah gratis yang dikenal dengan SMKN Jateng. Sekolah berbasis asrama yang biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung pemerintah.
Akses mendapatkan pekerjaan pun dijamin setelah siswanya menyelesaikan studi. Kini, siswa-siswi dari latar belakang kurang mampu itu telah mengangkat derajat keluarganya.
“Saya rasa tak salah dalam survei, jika Capres PDI Perjuangan ini dianggap paling mampu menyelesaikan masalah ekonomi dan kesejahteraan sosial,” ujarnya.
Dari segi ini, kita juga bisa menilik gagasan program Ganjar seperti Kartu Jateng Sejahtera, Kartu Tani, Kartu Nelayan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jambanisasi, Listrik Gratis, Tuku Lemah Oleh Omah hingga sejumlah program penurunan stunting.
Kalau dipikir-pikir lagi, Ganjar memang telah menunjukkan sikapnya sebagai seorang pemimpin masa depan. Kalau tidak, mana mungkin ratusan profesor dan doktor yang merupakan pemikir bangsa memilih berada di garda terdepan mendukung Ganjar Pranowo.
“Dari hasil survei yang dirilis Litbang Kompas itu memang membuktikan dalam menentukan pemimpin, apalagi presiden tak cukup hanya berbekal faktor rekam jejak. Seorang pemilih juga harus mengetahui gagasan-gagasannya calon presiden demi kemajuan Indonesia,” ujarnya. (**)
