Helo Indonesia

Hasil Survei: PDIP, Golkar, Demokrat Alami Penurunan, Gerindra dan PKB Naik, Satu Parpol Diprediksi Keluar dari DPR

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Kamis, 31 Agustus 2023 07:25
    Bagikan  
Simbol Parpol
Ist

Simbol Parpol - Ilustrasi simbol parpol peserta Pemilu 2024. (Foto: ist)

HELOINDONESIA.COM - Politik di Tanah Air sangat dinamis. Lembaga Survei Indonesia atau LSI merilis hasil survei terbaru yang digelar pada 3-9 Agustus 2023. Sejumlah parpol mengalami penurunan elektabilitas, hanya Partai Gerindra dan PKB yang naik.

Menurut Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dalam rilis secara virtual Rabu 30 Agustus, dari survei yang dilakukannya, PDIP, Partai Golkar, Demokrat dan PKS mengalami penurunan elektabilitas. Survei melibatkan 1.220 responden. Margin of error dari 1.220 responden tersebut sebesar +/- 2,9%

Sebenarnya PDIP masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi dengan 25,4 persen. Namun PDIP mengalami penurunan, karena sebelumnya 26,6 persen. Ini disebutnya masih cenderung stabil.

"Selama setahun ini tidak banyak pergerakan di PDIP angkanya cenderung stabil sedikit menurun dari 26.,6 persen (di Agustus 2022) menjadi 25,4 persen," kata Djayadi dalam rilis virtualnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Kagumi Sekolah Gratis Rintisan Ganjar, Akan Diterapkan Nasional

Selanjutnya Golkar juga mengalami penurunan. Demikian juga Demokrat dan PKS. Untuk  Golkar sedikit mengalami penurunan 2 persen. “Golkar mengalami penurunan sekitar 2 persen dari 11,7 jadi 9,3 persen" tuturnya.

Menurut Djayadi Hanan, Gerindra mengalami kenaikan elektabilitas 3 persen dari hasil Agustus 2022. "Partai Gerindra naik sekitar 3 persen dari 9,9 menjadi 13 persen," tuturnya.

Djayadi juga menuturkan, elektabilitas PKB juga mengalami kenaikan menjadi 7,6 persen dari 6,6 persen pada survei Agustus 2022. Hal ini diikuti Partai Nasdem yang mengalami kenaikan elektabilitas dari 4 persen menjadi 5 persen.

Baca juga: Persiapan Piala Dunia U-17, Erick Thohir Nilai Timnas Indonesia Alami Perkembangan Meski Kalah dari Korsel

Sedangkan Partai Demokrat mengalami penurunan dari 8,7 persen menjadi 6,6 persen, PKS juga mengalami hal serupa dari 6 persen menjadi 5,2 persen.

Soal dua parpol yang disebut akan keluar dari Senayan, tak masuk paliamentery threshold 4 persen, dalam survey LSI kali ini juga diungkap. PAN mendapat 4,2 persen, dengan demikian masih aman di DPR. "PAN yang menarik mungkin di LSI sekarang berada pada angka 4,2 persen," kata dia.

Sedangkan nasib PPP, ini yang juga sama dengan hasil Lembaga survei lainnya, LSI memprediksi PPP tak lolos parlemen di 2024 dengan elektabilitas 2,5 persen di Agustus 2023.

Baca juga: Bentuk Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Dituding Cari Muka ke Jokowi Supaya Dapat Dukungan

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan  mengatakan, survei dilakukan pada 3-9 Agustus. Populasi survei adalah seluruh WNI yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) 1.220 responden. Margin of error dari 1.220 responden tersebut sebesar +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling). Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. (**)