HELOINDONESIA.COM - Sejumlah mantan aktivis 98 berkumpul di Rumah Relawan Pemenangan Prabowo untuk menjawab sejumlah pertanyaan publik terkait motif atau alasan mereka mendukung Bakal Capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Tampak dalam diskusi itu Hashim Djojohadikusumo dan Iwan Bule bersama para aktivis 98 Budiman Sujatmiko, Immanuel Ebenezer, Poltak Agustinus Sinaga, Husny Mubarok Amir menggelar diskusi publik bertajuk "Kenapa Aktivis Dukung Prabowo" di Rumah Pemenangan Relawan Prabowo di Jl Imam Bonjol No 25, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (6/9/2023).
Mengawali diskusi tersebut, Hashim mengatakan kalau berkumpulnya aktivis 98 untuk mendukung Prabowo Subianto menjadi Capres 2024 tak lain karena adanya "Tangan Tuhan".
"Saya dengar Immanuel dan Budiman Sujatmiko mau bergabung, banyak kesamaan-kesamaan. Saya terkejut dan hampir tak percaya. Hampir mustahil. Ini luar biasa," kata Hashim.
Hashim pun menanggapi tudingan bahwa dirinya memberikan sejumlah uang kepada para aktivis 98 untuk mendukung Prabowo.
"Dari kami tidak memberikan 1 rupiah, 1 dolar, 1 yen, 1 Euro kepada mereka (aktivis) ini semua," kata Hashim.
Hashim mengaku bangga dan menghormati serta memuji Budiman Sujatmiko Cs sebagai pejuang rakyat.
"Di sini tidak ada petugas partai satu pun. Semua adalah pejuang, pejuang di dalam partai maupun di luar partai," kata Hashim.
Baca juga: Wacana Pertemuan SBY-Mega, Politisi Demokrat : Jika Terwujud, Tembok Berlin Akhirnya Runtuh
Immanuel Ebenezer mengaku sebagai Relawan Jokowi dan mengklaim sebagai orang pertama yang mengusulkan Pencapresan Ganjar mengaku mengubah haluan dukung Prabowo karena beberapa motif.
"Penting saya jawab, karena sering dilontarkan kawan-kawan saya karena soal demokrasi. Prabowo satu-satunya pemimpin yang penuh hujatan, makian, fitnahan dan intrik," papar Kepala Pemenangan Rumah Relawan Prabowo ini.
Menurutnya, sebagai pemimpin, Prabowo lahir dari proses yang sangat panjang.
"Saat menjadi aktivis 98, saya sebagai mahasiswa dan Budiman Sujatmiko melawan rezim atau sistem Orde Baru, bukan personal atau entitas," kata Immanuel.
Dia mengaku membubarkan Relawan Ganjar karena tidak melihat adanya gagasan basar untuk bangsa ini.
Baca juga: Pemanggilan Cak Imin oleh KPK Dinilai Politisasi Hukum
"Saya hanya penggugat gagasan. Pesan Jokowi dan Prabowo, jangan menjelek-jelekkan siapa pun yang berkompetisi nanti di 2024," katanya.
Jadi, Immanuel berpesan kepada para aktivis yang masih berada di kubu Ganjar atau Anies jangan menjelek-jelekkan secara personal.
"Ayo kita bicara gagasan, bicara program. Tidak lagi personal. Tidak ada orang di republik ini yang tidak punya dosa masa lalu. Problemnya, Prabowo itu Capres," ujar Immanuel.
Menurutnya, Prabowo tidak alergi dengan persoalan itu.
"Mau dibilang pelanggar HAM silakan. Kita sepakat bahwa salah satu instrumen demokrasi adalah penegakan hukum. Sampai detik ini tidak ada satu pun keputusan hukum yang menyatakan Prabowo melanggar HAM," paparnya.
Baca juga: Telah Rilis di Pasar China dan India, Begini Spesifikasi HP Kelas Menengah Moto G54
Dia membenarkan kalau masa lalu itu memang terjadi adanya pelanggaran HAM.
"Tapi soal pemecatan Prabowo, itu bukan pelanggaran HAM. Itu keputusan politik, bukan keputusan hukum," tandasnya.
Sementara Budiman Sujatmiko mengungkapkan pembelaannya ke Prabowo sebagai ajakan untuk cara baru membaca Pancasila.
"Saya temukan ini pada diri Prabowo. Saya pertama kali bertemu Prabowo tahun 2002 saat pertama kali pulang dari Yordania, kemudian bertemu kembali di Semarang pada 15 Agustus lalu. He is a Man of idea. Bahkan saya berani mengatakan Prabowo merupakan sosok intelektual yang pernah berseragam tentara," ujar Budiman.
Baca juga: 1 Tewas 3 Luka Akibat Mobil DPRD Pesibar Tabrak Pantat Truk di Tol
Budiman menjelaskan betapa sunyinya kehidupan Prabowo seperti itu.
"Betapa loli nya beliau, tentara, besar di era Orde Baru, suka baca," tambah Budiman.
Kalau di aktivis, lanjut Budiman Sujatmiko, kita membaca, diskusi berdebat, kemudian bergerak.
"Pada 2021 saya mengatakan, Ada satu sisi yang semua orang tak membayangkan sosok intelektual seragam militer Prabowo," katanya.
