✕

Gagal Jadi Ketua Golkar Tanggamus, Agus Ciek Tagih Balikin Rp800 Juta

Selasa, 6 Oktober 2026 16:12
Wakil keluarga Agus Ciek yang minta pengembalian uang sebelum Musda Tanggamus saat aksi di lokasi bakal tempat musda. HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- H-3 jelang Musda DPD II Golkar Kabupaten Tanggamus, sekitar 60 orang aksi menuntut DPD I Golkar Provinsi Lampung mengembalikan uang Agus Ciek sebesar Rp800 juta atas batalnya musda empat bulan lalu. Dia sebelumnya calon tunggal ketua DPD II Golkar Tanggamus.

"28 September (2026), kita sudah sepakat, ada pelaksana tugas ketua Golkar Tanggamus (Tony Eka Candra) , Abi Hasan (calon ketua), Pak Bambang sebagai panitia, sepakat tak akan menggelar musda sebelum penyelesaian dengan Agus Cies," kata juru bicara keluarga Agus Ciek, Senin (5/10/2026).

Baca juga: Diduga Main Pecat, Bahlil Batalkan H-1 Musda Golkar Tanggamus

Ketiga kader Golkar Tanggamus yang menghadap DPP Golkar 

Jika tak dilaksanakan sebelum musda, Golkar Tanggamus bisa terpecah belah. Dia juga minta Ketua DPD I Provinsi Lampung Hanan A Rozak ikut andil dalam penyelesaian permasalahan ini. Informasi dari sumber yang tak mau disebutkan identitasnya, Agus Ciek mengikhlaskan jika tempo hari jadi ketua. 

Jelang musda besok, Rabu (7/10/2026), Agus Ciek tersingkir oleh Abi Hasan Muan yang jadi calon tunggal ketua Golkar Tanggamus. Abi berhasil mengantongi 70 persen dukungan dari 20 PK, sayap organisasi, dan seorang wakil wanhat. Dipastikan, Abi Hasan Muan terpilih aklamasi.

Massa yang menuntut pengembalian uang Agus Ciek mendatangi lokasi musda, Hotel Royal di Kecamatan Gisting,Senin (5/10/2026). Mereka minta DPD I Golkar Lampung dan DPD II Golkar Tanggamus mengembalikan uang Agus Ciek.

Sebelumnya, kata mereka, DPD I Golkar Lampung telah berjanji akan mengembalikan uang Agus Ciek sebelum musda pada pertemuan bulan lalu. Namun, hingga H-3, belum ada tanda-tanda pengembalian uangnya.

Informasi yang diperoleh Heloindonesia.com, Selasa (6/10/2026), Agus Ciek sebenarnya telah mengeluarkan uang hingga Rp1 miliar lebih. Uang tersebut jaminan dirinya sebagai calon tunggal kala itu

Dikonfirmasi, Subhan yang jadi koordinator 20 20 pengurus kecamatan (PK) mengatakan persoalan tersebut sudah selesai. Abu Hasan Muan menyatakan kesiapannya jadi ketua DPD II Golkar Tanggamus.

Musda yang sedianya digelar 15 Juni 2026 di Aula Bujog, Pekon Tekad, Kecamatan Pulau Panggung, tidak dapat dilaksanakan karena salah satu persyaratan administrasi dari DPP Partai Golkar belum terpenuhi.

Panitia kemudian mengubah agenda menjadi temu kader yang dirangkaikan dengan program Gerakan Lampung Menanam. Penundaan itu terjadi ketika persiapan Musda sebenarnya telah matang. Ribuan kader bahkan sudah berkumpul dan sejumlah pimpinan Partai Golkar Lampung hadir di lokasi.

Pada saat itu, Ketua Panitia Penjaringan sekaligus Sekretaris DPD II Golkar Tanggamus, Rifki, menyebut Musda baru dapat dilanjutkan setelah persyaratan administrasi dari DPP terpenuhi.

Dari proses penjaringan kala itu, hanya Agus Ciek yang tercatat mengambil sekaligus mengembalikan formulir calon Ketua DPD II Golkar Tanggamus. Namun, pencalonan Agus Ciek kemudian menghadapi persoalan lain, yakni munculnya dokumen KTA Partai Demokrat dan PDI Perjuangan atas namanya.

Dinamika internal pun semakin melebar. Sebelumnya, sejumlah Ketua PK Golkar Tanggamus juga mempersoalkan penunjukan Toni Eka Candra sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Tanggamus serta pemberhentian sejumlah PK. Persoalan tersebut bahkan dibawa ke tingkat DPP Partai Golkar.

Sementara itu, rencana Musda 7 Oktober 2026 sebelumnya telah dibahas dalam rapat pleno konsolidasi DPD II Golkar Tanggamus pada 28 September 2026 yang dipimpin Plt Ketua DPD II Golkar Tanggamus Toni Eka Candra.

Dalam rapat tersebut, kepanitiaan lama, baik Organizing Committee (OC) maupun Steering Committee (SC), kembali diposisikan sebagai pelaksana Musda. Rapat pleno itu sendiri tidak sepenuhnya berjalan mulus. Selain persoalan dana kegiatan sebelumnya, muncul pula keberatan mengenai susunan kepengurusan yang akan dibawa dalam Musda.

Dengan demikian, Musda Golkar Tanggamus kali ini bukan sekadar forum pergantian ketua. Di belakang agenda aklamasi calon tunggal, masih terdapat pekerjaan rumah berupa pertanggungjawaban dana, dinamika kepengurusan, serta upaya meredam perbedaan di tingkat PK. (HBM)

Berita Terkini