HELOINDONESIA.COM - Politisi berpindah partai politik (parpol) adalah hal biasa di Indonesia. Banyak sekali politisi sudah pindah parpol, dan tidak menjadi ribut. Namun,lain halnya kalau tidak pindah parpol, tapi mendukung capres parpol lainnya, itu yang menjadi geger.
Inilah yang terjadi pada politisi Budiman Sudjatmiko. Di saat masih menjadi politisi PDIP dia malah endukung capres dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ramailah jadinya. Sampai disebut Malin Kundang, nama tokoh legenda di Sumatera Barat, yang durhaka kepada ibunya.
Budiman terang-terangan mendeklarasikan Relawan Prabu, kalangan PDIP marah, lantas mengungkit-ungkit masa lalu Budiman.
Termasuk mengungkit kebaikan hati Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memberi nama anak Budiman saat istrinya baru melahirkan. Budiman pun dipecat PDIP. Kader PDIP dan pendukung Ganjar Pranowo menyalahkan Budiman.
Baca juga: Bertemu SBY, Anies Mendapat Bekal Kampanye, Pagi Ini ke Ketua Dewan Syuro PKS
“Budiman Sudjatmiko resmi dipecat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang merupakan partai yang membela dan memperjuangkan dia untuk menjadi politisi yang handal dan memberikan pengaruh bagi rakyat Indonesia,” ungkap netizen @KakekHalal yang mengaku sebgai penduung Ganjar Pranowo, di X (Twitter).
Menurutnya, pemecatan yang dilakukan oleh PDIP kepada Budiman Sudjatmiko adalah suatu konsekuensi logis yang seharusnya bisa dipahami oleh kedua belah pihak.
“PDIP memberikan sanksi politik kepada Budiman Sudjatmiko karena ketahuan berdurhaka kepada arahan partai, tambah netizen itu.
Dan Budiman Sudjatmiko disanksi di dalam pemahamannya yang seharusnya tahu resiko bahwa dia akan dipecat jika mendukung capres lainnya yang berseberangan dengan semangat reformasi dan demokrasi di Indonesia.
Dia melanjutkan, banyak yang mengatakan PDIP adalah partai yang sombong dan merasa diri besar dengan perolehan suara hampir seperempat suara rakyat di Indonesia yang memiliki hak pilih.
“Tapi buat saya ini adalah hal yang justru menunjukkan bahwa PDIP adalah partai yang menjalankan amanat rakyat,” tutur @KakekHalal..
Baca juga: Gagal Memprabowokan Gibran, Budiman Sudjatmiko Planga-plongo, PSI Seketika Tertampar
Selanjutnya, dia mengatakan, rakyat ingin reformasi tetap diperjuangkan dan dipelihara bukan malahan mengembalikan negara ini kepada Orde Baru seperti yang dilakukan oleh Budiman Sudjatmiko dalam mendukung Prabowo Subianto yang merupakan orang yang paling berperan penting di dalam kerusuhan Mei 1998.
Disebutkannya, PDIP tahu bahwa mereka harus menjadi partai yang berdiri membela hak rakyat agar tidak dizalimi oleh Neo orde baru yang akan dimunculkan oleh Prabowo lewat tangan-tangannya dan orang-orangnya bernama Budiman Sudjatmiko dan kawan-kawan.
PDIP mendukung pasangan calon presiden Ganjar pranowo dan ketika sudah dideklarasikan artinya seluruh kader partai mau tidak mau harus mengikuti arahan partai dan akan menerima risiko jika tidak melakukannya.
Baca juga: Ganjar Gagas Ekonomi Hijau dan Transformasi Digital untuk Bangun Indonesia Masa Depan
Sederhana saja, lanjut dia, yang namanya partai itu kan organisasi dan sekelompok orang yang memiliki tujuan tertentu. Artinya partai itu bisa disamakan seperti sebuah perusahaan yang memiliki visi misi yang jelas dan orang-orang yang bekerja di dalamnya harus menjadi pendukung visi misi tersebut.
“Buat saya yang menjadi sosok Malin Kundang adalah Budiman Sudjatmiko bukan justru Megawati yang dibilang sebagai ibu yang jahat kepada anaknya. Mekanisme partai sudah jelas bahwa yang namanya arahan dari ketua umum harus dijalankan dengan baik. Kalau nggak ya seperti melawan pimpinan perusahaan saja. Itu kan konyol,” katanya.
“Yang namanya Malin Kundang itu Budiman Sudjatmiko dan tidak ada istilah ibu yang kejam. Bahkan Ibu Megawati itu udah baik banget memberikan nama kepada anak dari Budiman ketika istrinya melahirkan,” tegas dia.
Baca juga: Surya Paloh Respon Hasil Survei Anies Selalu Berada di Urutan Buncit
Menurut netizen ini,sudah dikasih nama kepada anaknya bukannya berterima kasih dan menjadi orang yang tetap setia kepada garis partai dan garis rakyat dia malah kabur mendukung Prabowo yang merupakan musuh terbesar semangat reformasi mahasiswa. (**)