HELOINDONESIA.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut partai-nya sudah melupakan peristiwa politik yang sebelumnya atau move on setelah hengkang dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dan siap menyongsong peluang baik lainnya.
"Hari ini, kami keluarga Partai Demokrat dengan berbesar hati, dengan kerendahan hati, menyatakan move on dan siap menyongsong peluang-peluang baik di depan," kata AHY dalam konferensi pers di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Senin.
Sebab, AHY beralasan, ke depan Indonesia memerlukan pemikiran, jiwa, dan tindakan-tindakan yang besar. "Jangan terjebak pada narasi dan isu yang bisa memecah belah bangsa," tegasnya.
AHY juga mengatakan bahwa Demokrat tetap membuka diri melakukan kerjasama dengan pihak-pihak lain untuk agenda kebangsaan lainnya. "Kita tidak tahu dalam perjalanannya ke depan, kita mungkin akan bertemu kembali dan menjalin kerja sama untuk agenda-agenda besar kebangsaan," kata dia.
Baca juga: Ingat Etika Keperwiraan, AHY Memaafkan dan Ucapkan Selamat Kepada Duet Anies-Cak Imin
Pada konferensi pers itu, AHY juga meminta kepada kader Demokrat untuk tetap bekerja keras dalam mengeja cita-cita yang besar. "Tidak ada jalan yang lunak untuk cita-cita yang besar. Lanjutkan kerja keras kita," Ungkap dia.
Dia juga mengingatkan kepada kader Demokrat untuk tetap tenang dan berpikir jernih. Dia bilang kesuksesan bisa diperoleh tanpa harus mengorbankan nilai-nilai moral, etika dan persahabatan.
Diketahui, Majelis Tinggi Partai Demokrat menggelar langsung rapat di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/9/2023). Keputusan Partai Berlogo mercy itu secara resmi mencabut dukungannya untuk bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan sekaligus keluar dari KPP.
Sebelumnya, Kamis (31/8/2023), pihak Partai Demokrat mengumumkan bahwa Partai NasDem membuat keputusan sepihak dengan membentuk kerja sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai bakal pendamping Anies.