Helo Indonesia

Akibat Gaya Hidup Tak Sehat, ini Perbedaan Antara Kulit Kering dan Kulit Terhidrasi

M. Haikal - Ragam
Rabu, 9 Oktober 2024 07:38
    Bagikan  
Kulit Terdehidrasi
Foto: tangkapan layar

Kulit Terdehidrasi - Perbedaan antara kulit kering dan kulit terdehidrasi.

HELOINDONESIA.COM - Kulit terdehidrasi adalah kondisi di mana kulit kekurangan air atau kelembapan.

Sehingga membuat kulit jadi tampak kering, kusam, dan tidak elastis.

Berbeda dengan kulit kering (yang merupakan jenis kulit), kulit terdehidrasi adalah kondisi sementara yang bisa dialami oleh semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak.

Meski demikian, ada perbedaan antara kulit kering dan kulit terdehidrasi.

Perbedaan Kulit Terdehidrasi dan Kulit Kering:
Kulit Kering adalah jenis kulit yang kekurangan minyak atau sebum.

Ini adalah kondisi kronis yang biasanya dialami sepanjang hidup.

Baca juga: Benarkah Kulit dengan Kondisi Kering Membuat Cepat Keriput

Kulit terdehidrasi adalah kondisi sementara di mana kulit kekurangan air.

Semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak, bisa mengalami dehidrasi.

Kulit terdehidrasi bisa diatasi dengan perubahan rutinitas perawatan kulit dan gaya hidup yang lebih baik untuk mempertahankan kelembapan dan meningkatkan hidrasi kulit.

Berikut ciri-ciri kulit terdehidrasi:

Pertama, kusam: kulit kehilangan kilau alami dan tampak lelah atau tidak bercahaya.

Kedua, kekencangan kulit yang menurun.

Kulit terasa kencang atau tegang, terutama setelah mencuci wajah.

Ketiga, tekstur kulit kasar.

Baca juga: LKBPH PWI Pusat Apresiasi Polres Labuhanbatu Ungkap Otak Pelaku Pembakaran Rumah Wartawan

Kulit terasa kasar, dan mungkin muncul pengelupasan atau bercak-bercak kering.

Keempat, elastisitas kulit menjadi berkurang.

Kulit tidak cepat kembali ke bentuk semula saat ditekan atau dicubit, tanda bahwa kulit kekurangan air.

Kelima, munculnya garis-garis halus.

Garis-garis halus, terutama di area wajah seperti dahi dan sekitar mata, lebih terlihat saat kulit terdehidrasi.

Keenam, produksi minyak berlebihan.

Meski terdehidrasi, kulit mungkin merespons kekurangan air dengan memproduksi lebih banyak minyak untuk mencoba mengunci kelembapan, sehingga bisa menyebabkan tampilan kulit berminyak dan pori-pori tersumbat.

Baca juga: Pemkot Tangsel Perbaiki Akses Jalan Reni Jaya - Witana Harja

Ada beberapa penyebab kulit menjadi terdehidrasi.

Pertama kekurangan asupan air.

Salah satu penyebab utama dehidrasi kulit adalah kurangnya asupan air yang cukup untuk tubuh.
Kedua, faktor lingkungan.

Paparan cuaca ekstrem, seperti udara dingin dan kering di musim dingin atau panas dan kelembapan rendah, dapat menyebabkan kulit kehilangan air.

Ketiga, penggunaan produk yang tidak tepat.

Penggunaan produk perawatan kulit yang terlalu keras atau mengandung alkohol bisa menghilangkan kelembapan alami kulit, membuatnya terdehidrasi.

Baca juga: National Cybersecurity Connect 2024 Berlangsung Sukses

Keempat, mandi air panas yang berlebihan.

Mandi dengan air panas atau berada terlalu lama dalam air bisa merusak lapisan pelindung kulit dan menyebabkan kulit kehilangan kelembapan.

Kelima, polusi.

Paparan polusi udara dapat mempercepat hilangnya kelembapan kulit dan menyebabkan kulit terdehidrasi.

Keenam, faktor gaya hidup.

Kebiasaan seperti mengonsumsi kafein atau alkohol yang berlebihan, kurang tidur, atau stres bisa mempengaruhi kemampuan kulit untuk mempertahankan air, menyebabkan dehidrasi kulit.

Baca juga: Kejati Sumsel Terima Hasil Audit Kerugian Negara Terkait Kasus Korupsi Pertambangan PT Andalas Bara Sejahtera

Cara mengatasi kulit terdehidrasi:

Pertama, minum air yang cukup.

Hidrasi dari dalam adalah langkah penting.

Pastikan untuk minum air dalam jumlah yang cukup setiap hari, sekitar 8 gelas atau lebih, tergantung aktivitas dan lingkungan.

Kedua, gunakan pelembap yang mengandung humektan.

Pilih pelembap yang mengandung bahan seperti asam hialuronat, gliserin, atau lidah buaya, yang membantu menarik air ke dalam kulit dan menjaga kelembapan.

Ketiga, gunakan produk perawatan yang lembut.

Hindari produk dengan alkohol atau pewangi yang bisa memperparah dehidrasi. Gunakan pembersih wajah yang lembut dan bebas sabun.

Baca juga: Tangis Haru Ibu yang Bertemu dengan Bayinya yang Dijual Ayah Kandung Seharga 15 Juta

Keempat, pakai serum yang menghidrasi.

Serum yang mengandung asam hialuronat atau bahan aktif penghidrasi lainnya dapat menambah kelembapan di lapisan kulit yang lebih dalam.

Kelima, jaga kelembapan udara di sekitar.

Jika tinggal di lingkungan yang kering atau ber-AC, gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara di dalam ruangan.

Keenam, kurangi mandi air panas.

Mandi dengan air hangat, bukan air panas, dan batasi durasi mandi untuk mengurangi hilangnya kelembapan kulit.

Baca juga: Kemendikbudristek Kembali Gelar Malam Apresiasi Cerdas Berkarakter 2024

Ketujuh, lindungi kulit dari faktor lingkungan.

Selalu gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV yang bisa menyebabkan dehidrasi.

Selain itu, lindungi kulit dari angin dan polusi dengan menggunakan produk pelindung kulit atau pakaian yang tepat.