HELOINDONESIA.COM - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan di momen Idul Adha 1444 Hijriah.
Karena itu dia mengimbau panitia kurban dan warga tidak sembarangan membuang limbah hewan kurban. Misalnya saja, memasukkan ke dalam saluran air.
“Ya mudah-mudahan (panitia dan masyarakat) tidak ada yang buang limbah sembarangan,” kata Heru di Balai Kota DKI, Jakarta piusat, Kamis (29/6/2023).
Menurut Sekretariat Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono meminta seluruh jajarannya dari Kelurahan, kecamatan hingga RT, dan RW untuk m mensosialisasikan kepada warga agar tidak membuah limbah sembarangan.
Baca juga: Kelaparan dan Kurang Kasur, Jamaah Haji Maktab 47 Asal Kota Metro
"Bukan hanya limbah hewan kurban saja yang tidak boleh dibuang sembarangan, tetapi juga sampah dan limbah lainnya," ungkap dia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, melarang panitia kurban dan masyarakat umum untuk membuang limbah hewean kurban seperti jeroan hingga isi perut hewan kurban ke badan air.
Menurut dia, hal itu tidak hanya berampak pencemaran bagi lingkungan, namun dapat menimbulkan penyakit.
"Membuang limbah ke saluran air adlaah praktik yang berbahaya, karena potongan jeroan hewan menjadi media berkembangnya patogen yang dapat menularkan penyakit. Akibatnya bakal kondisi badan air jadi tercemar,” kata dalam keterangan tertulisnJumat jakarta, Jumat.
Baca juga: Belum Umumkan Cawapres Ganjar, PDIP Tunggu Deklarasi Prabowo dan Anies
Asep untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, badan air yang terdiri dari got, selokan, dan kali ataupun sungai harus dijaga tetap bersih, tidak tercemar limbah. "Supaya aman maka limbah hewan kurban dapat dikuburkan atau dijadikan pakan Maggot BSF," pungkasnya.
