HELOINDONESIA.COM - Masyarakat kelas atas yang terlahir di era tahun 65 hingga 1970-an sedikit banyak pasti mengingat tentang Strawberry Shortcake.
Karakter fiksi buatan American Greetings ini pertama awal muncul pada tahun 1970-an berupa gambar kartu ucapan dan makin populer di tahun 1980an.
Karakter ini digambarkan sebagai anak perempuan berambut merah dengan topi motif stroberi yang tinggal di dunia fantasi serba buah.
Berkembang menjadi boneka aromatik yang berbau wangi stroberi, karakter itu menjadi tren pada pakaian, kue hingga serial animasi televisi populer.
Baca juga: Tim Alfa TNI Diterjunkan Padamkan Karhutla di TN Way Kambas
Alkisah, ia tinggal bersama hewan peliharaannya (Custard si kucing) dan teman-teman bertema makanan manis lainnya seperti Ginger Snap, Angel Cake, dan Huckleberry Pie.
Tapi di era kuliner moderen ini, mulai bermunculan para kreator yang ingin membangkitkan masa lalu yang dipadu dengan sajian jaman sekarang.
Fenomena pop kultur karakternya terus dibangkitkan hingga Strawberry Shortcake dikenal sebagai hidangan penutup yang mewah.
Bagi para pencinta kuliner, Strawberry Shortcake menjadi hidangan penutup klasik yang menyegarkan.
Baca juga: Atasi Karhutla TNWK, Mirza Ajukan 10 Pompa Air Ditambah Prabowo Jadi 20
Kue ini tampil menggemaskan dengan aroma buah yang khas.
Dari tradisi kuliner Barat akhirnya diadopsi dan dimodifikasi secara kreatif di Asia, termasuk di Indonesia.
Di negara asalnya, Amerika Serikat, shortcake aslinya bukanlah kue spons (sponge cake), melainkan sejenis biscuit atau scone yang kaya akan mentega (butter).
Kue ini memiliki tekstur yang cenderung padat, renyah di bagian luar, namun lembut di dalam.
Cara penyajian tradisionalnya adalah dengan membelah biskuit hangat menjadi dua bagian.
Baca juga: MUI Jateng Dikukuhkan, Gubernur Luthfi Ajak Ulama Jaga Harmoni dan Penggerak Ekonomi Umat
Bagian tengahnya kemudian diberi potongan buah stroberi segar yang sudah dimaserasi (direndam bersama gula hingga mengeluarkan sirup alami) dan ditumpuk dengan krim kocok (whipped cream) yang melimpah.
Perpaduan antara biskuit mentega yang gurih, stroberi yang asam manis, serta krim yang lembut menciptakan keseimbangan rasa yang sempurna.
Ketika resep ini masuk ke Asia, terutama Jepang, hidangan ini mengalami transformasi total.
Masyarakat Jepang mengubah biskuit padat tersebut menjadi layered sponge cake (kue spons berlapis) yang sangat ringan, lembut, dan halus.
Baca juga: Jalan Simpang Onggok–Rejo Mulyo Mulai Dicor
Kue ini dilapisi dengan fresh cream (bukan buttercream mentega yang berat) dan potongan stroberi segar di setiap lapisannya.
Versi Jepang inilah yang paling sering kita jumpai di toko-toko kue modern di Indonesia saat ini.
Tampilannya yang minimalis namun elegan menjadikannya pilihan utama untuk kue ulang tahun atau perayaan spesial.
