HELOINDONESIA.COM - Beragam mitos menghantui wanita yang tengah mengandung. Mitos-mitos tersebut terkadang membuat ibu hamil gelisah karena khawatir mitos-mitos itu bisa berdampak buruk pada kehamilannya.
Untuk itu, sangat penting untuk menghilangkan mitos-mitos ini dan menggantinya dengan fakta yang kredibel. Jika tidak, banyak wanita cenderung membatasi hidup mereka selama kehamilan.
Pada saat yang sama, banyak wanita melakukan beberapa kesalahan yang dapat membahayakan kesehatan mereka dan anak mereka. Oleh karena itu, sebelum merencanakan kehamilan, penting untuk mendapatkan informasi yang benar tentang beberapa mitos terkait kehamilan.
Berikut adalah penjelasan mengenai sejumlah mitos dan fakta seputar kehamilan yang penting untuk diketahui oleh ibu hamil.
Baca juga: Harus Dihindari Ibu Hamil dan Menyusui, Berikut Efek Samping Konsumsi Alpukat untuk Kesehatan Anda
1. Nanas dan Durian dapat Menyebabkan Keguguran
Mitos yang paling santer digaungkan adalah dampak memakan nanas dan durian pada kehamilan. Mitos tersebut beranggapan bahwa kedua buah ini dapat menyebabkan keguguran.
Yang mencengangkan, faktanya durian memiliki kandungan triptofan dan organo-sulfur yang justru berdampak positif bagi kehamilan. Namun, ibu hamil tetap perlu membatasi asupan durian secukupnya, terutama ibu dengan diabetes gestasional. Pasalnya, durian memiliki kadar gula dan karbohidrat tinggi.
Sementara itu, nanas mengandung vitamin C yang tinggi sehingga bermanfaat bagi ibu hamil. Tetapi, mengonsumsi nanas berlebihan juga tidak disarankan karena dapat menyebabkan kadar bromelain dalam tubuh meningkat. Kadar bromelain yang terlalu tinggi diketahui dapat memecah protein dan berpotensi menyebabkan keguguran.
Jadi, baik nanas maupun durian tidak menyebabkan keguguran dan aman dikonsumsi, selama tidak berlebihan.
Baca juga: Selain Cegah Bayi Lahir Prematur, Berikut 6 Khasiat Cengkeh untuk Kesehatan Ibu Hamil
2. Wanita hamil tidak boleh minum kopi
Mitos ini juga kerap digaungkan di masyarakat. Namun faktanya, wanita hamil masih boleh minum secangkir kopi setiap hari saat hamil, tetapi mereka harus membatasi asupan kafein hingga 200 mg atau kurang.
Jumlah ini setara dengan sekitar 1,5 cangkir kopi, dimana satu cangkir adalah 8 ons. Pembatasan ini kaitannya dengan tubuh bayi yang masih berkembang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna kafein, sehingga ia bisa terpapar efek kafein lebih lama.
Namun, sejauh ini asupan kopi yang tidak melebihi kadarnya tidak berkaitan dengan risiko keguguran maupun kelahiran prematur. Sementara itu, jika ibu mengonsumsi kopi berlebihan (lebih dari 300 mg per hari), maka hal ini berisiko menyebabkan kelahiran bayi dengan berat badan rendah.
3. Sering mulas berarti bayi punya banyak rambut
Sebuah studi kecil dari tahun 2006 menemukan bahwa 23 dari 28 peserta yang dilaporkan mengalami mulas sedang hingga berat memiliki bayi dengan jumlah rambut rata-rata atau di atas rata-rata.
Para peneliti menyarankan bahwa ini mungkin karena hormon kehamilan yang memengaruhi pertumbuhan rambut dan relaksasi otot yang memisahkan kerongkongan, atau pipa makanan, dari perut.
Baca juga: Terbukti Secara Ilmiah, Berikut 5 Manfaat Kesehatan Minyak Lavender untuk Ibu Hamil
4. Jenis kelamin bayi bisa diprediksi dari wajah ibu dan bentuk perut
Banyak orang menyebut kalau jenis kelamin bayi bisa diperdiksi dari wajah ibu dan bentuk perutnya, Namun menurut penelitian, tak satu pun dari metode ini merupakan indikator akurat dari jenis kelamin bayi.
Perlu diketahui bahwa bentuk perut ibu saat hamil bukan dipengaruhi oleh jenis kelamin, melainkan dipengaruhi oleh bentuk tubuh ibu, bentuk rahim, usia kehamilan, berat badan saat kehamilan, kekuatan otot perut dan posisi bayi saat berada dalam kandungan.
Jenis kelamin bayi dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG ketika usia kehamilan sudah berusia 18–20 minggu.
5. Wanita hamil tidak boleh berhubungan badan
Penulis ulasan dari penelitian yang ada menyimpulkan bahwa seks selama kehamilan tidak meningkatkan risiko persalinan prematur pada kehamilan berisiko rendah. Mereka juga mencatat bahwa komplikasi potensial lainnya masih belum terbukti.
Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter akan merekomendasikan untuk tidak berhubungan seks selama kehamilan. Misalnya, jika terjadi pendarahan hebat selama kehamilan atau ketuban pecah, seorang wanita harus menghindari hubungan seks.
Wanita yang mengalami masalah plasenta, insufisiensi serviks, atau faktor lain yang meningkatkan kemungkinan persalinan prematur harus memeriksakan diri ke dokter sebelum berhubungan seks.
Baca juga: Bagaimana Posisi Tidur Mempengaruhi Kesehatan Anda, Ibu Hamil dan yang Suka Ngorok Wajib Baca
6. Menghindari kucing
Banyak wanita menghindari kontak dengan kucing selama kehamilan karena mereka mendengar bahwa kucing dapat menyebabkan infeksi.
Kotoran kucing dapat membawa toksoplasmosis, penyakit yang berpotensi berbahaya. Oleh karena itu, sebagai tindakan pencegahan, wanita hamil harus memakai sarung tangan untuk mengganti kotorannya atau meminta orang lain melakukannya.
Wanita tidak perlu menghindari kucing selama kehamilan selama mereka mengikuti tindakan pencegahan ini.
7. Wanita hamil dilarang berolahraga
Faktanya, olahraga untuk ibu hamil justru memberikan banyak manfaat, seperti mengatasi stres saat hamil, hingga mendukung proses persalinan.
Ibu hamil disarankan untuk melakukan olahraga ringan secara rutin, seperti jalan kaki, yoga, berenang, pilates, atau senam hamil.
Baca juga: Jaga Kesehatan Janin, Berikut Ini Makanan yang Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil
Adapun beberapa jenis olahraga yang perlu dihindari adalah seperti bersepeda, berkuda, atau boxing atau olahraga lainnya yang berisiko membuat ibu hamil terhantam atau terjatuh.
8. Jenis Makanan Menandakan Jenis Kelamin
Mitos kehamilan berikutnya mengatakan bahwa jika ibu hamil menyukai daging selama kehamilan, maka ia sedang mengandung bayi laki-laki. Sementara itu, jika ibu lebih suka mengonsumsi sayuran, berarti sedang mengandung bayi perempuan.
Perlu dipahami, jenis kelamin bayi dipengaruhi oleh- kromosom X dan Y saat terjadinya pembuahan. Selain itu, jenis kelamin bayi hanya bisa dideteksi melalui pemeriksaan USG.
Selera makan ibu hamil pun bisa berubah-ubah. Jadi, kepercayaan mengenai jenis makanan menandakan jenis kelamin hanyalah mitos.
