HELOINDONESIA.COM - Oxavia Aldiano atau lebih dikenal dengan panggilan Vidi Aldiano mencuri perhatian publik ketika tetap tampil profesional sebagai juri X Factor Indonesia, padahal kanker ginjal stadium 4 tengah mendera tubuhnya.
Melalui unggahan video yang beredar luas di media sosial terlihat suami dari Sheila Dara Aisha itu tampak menahan rasa sakit ketika harus berjalan dan berdiri saat melakukan penjurian di ajang pencarian bakat tersebut.
Tampak Vidi Aldiano berusaha memegangi perutnya sambil menahan rasa sakit ketika berjalan bersama juri lainnya.
Ello dan Bunga Citra Lestari pun ikut khawatir dengan kondisi kesehatan Vidi Aldiano. Keduanya pun berusaha membantu ketika Vidi ingin berdiri.
Baca juga: Sering Dijodoh-jodohkan dengan Desta, Ini Sosok Boiyen Artis Serba Bisa yang Kariernya Lagi Menanjak
Sementara dalam unggahan video akun TikTok @ceritavidi tertulis "Yang bikin bangga semalam di X Factor, tetap profesional meski sedang tidak baik-baik saja. So proud”.
Bahkan Robby Purba selaku pemandu acara X factor Indonesia bertanya-tanya alasan Vidi Aldiano tak ikut berdiri meskipun memuji penampilan salah satu peserta X Factor Indonesia.
"Betul kata Bang Judika, semua mentor memang standing ovation. Tapi, ada satu yang nggak berdiri tadi. Vidi kenapa nggak berdiri Vid?" tanya Robby Purba dikutip dari kanal Youtube X Factor Indonesia.
Vidi pun menjawab, "Bukan gue nggak mau berdiri, tapi nggak bisa berdiri”.
Baca juga: HP Nokia N73 5G Miliki Teknologi Canggih, Berikut Spesifikasi Lengkap dan Harganya!
"Kenapa nggak bisa berdiri?" tanya Robby Purba lagi.
"Lagi ada sedikit sakit di perut. Tapi, jujur mas Kris ini penampilan lo paling prima sepanjang sejarah X Factor Indonesia. Gue suka banget penampilan lo," ujar Vidi Aldiano.
Belakangan diketahui Vidi Aldiano sedang berjuang melawan kanker ginjal stadium 4. Hal tersebut diketahui setelah Vidi mengunggah foto di akun instagramnya saat menjalani terapi radiasi yang telah dilaluinya 10 sesi.
Sebagai informasi terapi radiasi adalah jenis pengobatan kanker yang menggunakan pancaran energi tertentu, lalu diarahkan ke bagian tubuh tempat sel kanker tumbuh.
Tindakan ini dapat merusak sel dengan menghancurkan materi genetik pada sel kanker yang tumbuh, sekaligus meminimalisir hancurnya sel yang sehat.
