Helo Indonesia

Seni Pijat Khas Kusuk Batak Pakai Coconut Oil

Sabtu, 6 September 2025 19:50
    Bagikan  
Kusuk Batak
Foto: tangkapan layar

Kusuk Batak - Kusuk Batak atau pijat menjadi salah satu hasil budaya kesehatan Indonesia.

HELOINDONESIA.COM - Salah satu budaya kesehatan dan kebugaran tubuh asal Tanah Batak, yakni Kusuk Batak, menjadi paparan menarik dalam event Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF).

Trainer sekaligus pembicara dalam webinar, Yoyoh Rohmah Tambera pada Jumat (5/9/2025) mengatakan bahwa Kusuk Batak punya ciri khas.

"Pijatnya menggunakan coconut oil dan esensial oil Batak. Selain itu terdapat juga ramuan-ramuan lainnya," papar Yoyoh

Menurut Yoyoh, tehnik massage Kusuk Batak berbeda sekali dengan teknik massage tradisional pada umumnya.

Baca juga: Siap-Siap Adu Banteng di Lampung, Kemapanan atau Pembaharuan

"Tahap pijat Kusuk diawali dengan pijatan di kepala. Karena menurut kepercayaan orang Batak, kepala adalah bagian tubuh yang paling dihormati," jelasnya.

Jadi, lanjutnya, kalau di daerah lain dari kaki ada yang dari punggung, maka orang Batak dari kepala.

"Dari kepala mulai pijatnya, tekanan pijatnya pun cukup keras. Jadi kalau misalnya di spa itu ada yang middle, ada yang soft ada yang hard gitu ya nah ini sedikit lebih keras lagi massagenya," ujar Yoyoh.

Selain pijatan dimulai dari kepala, si terapis juta tidak boleh berdiri di atas kepalanya klien.

Baca juga: Pengurus IKA UNTIRTA Lampung Resmi Dilantik Fokus BLK, UMKM, dan Pengelolaan Sampah

"Ketika kita melakukan totok wajah, ada teknik titik-titik tertentu juga di Kusuk Batak ini yang mengharuskan kita menekan pada pelipis, kemudian mengarah ke tengah dan seterusnya," jelas Yoyoh.

Biasanya, sambung Yoyoh, secara umum fisiknya ada di atasnya di atas kepalanya.

"Nah posisi ini tidak boleh. Jadi harus ada di samping. Dan di sampingnya tidak boleh dilakukan di atas kepalanya kliennya," terangnya.

Pijat khas Batak cukup keras dan pengurutan ini dilakukan bisa sebulan sekali.

Baca juga: Pemkab Lambar Perkuat Sinergi Dengan Pers Untuk Pembangunan Daerah

"Bisa juga sebulan dua kali, sebulan tiga kali atau 4 kali tergantung daripada kebutuhannya," terangnya.

Selain Kusuk, di Batak ada juga tradisi Oukup atau martup, kalau di Padang dengan Spa Minang namanya Batangeh.

"Nah oukup itu memiliki teknik pijat khusus pengasapan dan penggunaan herbal khas dari Batak. Caranya didihkan air ke dalam panci, tuang bahan herbal dan essential oil Batak secukupnya," kata Yoyoh.

Setelah itu duduk di atas kursi yang terdapat lobang di tengahnya sambil membungkus badan dengan ulos bintang maratur atau ulos mengiring.

Baca juga: PWI Kendal Kecam Kekerasan terhadap Wartawan di Pati, Dukung Aparat Hukum untuk Bertindak

"Nah ini ulos yang jenis ini pun kalau di Medan itu di Batak memang ada spesifikasinya. Ulos untuk massage menggunakan ulos mengatur. Jangan sampai salah ulos," paparnya.

Karena semua jenis ulos ada artinya ulos untuk detoksifikasi kulit dan organ intim wanita, menyegarkan dan mencerahkan kulit.

"Jadi di Batak ini dalam massage, herbalnya banyak sekali. Profesor Rusmin Tumanggor ini bisa mengumpulkan beberapa ratus luar biasa.

Jadi, ucap Yoyoh, kalau misalnya ini kita tidak manfaatkan pengetahuan ini sayang sekali nanti akan terhenti dan akan hilang.

Baca juga: UBL Pelatihan Batik Ecoprint untuk Warga di Pondok Jolo Sutro Lamteng

"Karena kebudayaan kita itu lama-lama akan dianggap kuno. Sehingga tidak lagi digemari oleh para para generasi selanjutnya," tandasnya