Helo Indonesia

Event JWTF 2025 Berlangsung Sukses, Board of ETNA Siapkan Jakarta jadi Pusat Etnaprana Nusantara

Kamis, 13 November 2025 19:57
    Bagikan  
JWTF 2025
Foto: Heloindonesia

JWTF 2025 - Praktisi dan akademisi spa wellness atau Etnaprana Betawi membentuk Forum Group Discussion (FGD) yang merencanakan Jakarta menjadi pusat Etnaprana Nusantara untuk mengenalkan spa wellness Nusantara.

HELOINDONESIA.COM - Forum Group Discussion (FGD) yang dilakukan 19 organisasi wellness, travel dan pegiat jamu dan herbal di event Jakarta Walking Tour Festival (JWTF) pada Rabu hingga Kamis (12 dan 13/11/2025) berlangsung sukses.

Kegiatan yang didukung Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) menghasilkan banyak inspirasi dalam memajukan kebudayaan kesehatan dan kebugaran Betawi.

Hadir di acara tersebut, para tokoh Betawi perempuan di antaranya Ketua Umum Persatuan Perempuan Betawi, Cucu Sulaicha, aktivis Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Yoyoh Rohmah Tambera, dr Inggrid Tania dari PDPOTJI, Ketua Umum Indonesia Wellness Spa Association (IWSPA) dan beberapa perwakilan dari agen travel.

Baca juga: Mobil dan Uang Rp4, 6 Miliar Milik Bank BUMN Ludes Terbakar di Sulbar

Tokoh Perempuan Betawi, Cucu Sulaicha  berharap agar event serupa terus digalakkan agar Jakarta benar-benar menjadi pusat dari Etnaprana Nusantara (ETNA).

"Dengan kita berkumpul di sini agar saling mengenal, saling berkolaborasi. Karena memang zaman sekarang ini kita butuh teman kolaborasi agar budaya Betawi yang telah kita perjuangkan tidak hilang ditelan jaman," harap Cucu.

Dalam kegiatan itu, Cucu membawa oleh-oleh berupa jamu ketumbar khusus wanita yang hendak menikah, makanan tradisional Betawi dan bir pletok, sebagai minuman tradisional khas Betawi.

undefined

Cucu menceritakan betapa perjuangannya sejak tahun 1970 mengumpulkan para tokoh Betawi untuk bersatu melestarikan kebudayaan Betawi.

"Memang tidak mudah untuk menyatukan teman-teman yang masih peduli dengan tradisi Betawi. Akhirnya pada tahun 1982 terbentuklah Persatuan Perempuan Betawi," tambahnya.

Baca juga: Tegakkan Disiplin Usaha, Dinas PMPTSP Tubaba Tutup Sementara PT GMKP/GKP

Tidak cukup sampai di situ, lanjut Cucu, untuk bisa melestarikan budaya pijat pulen legit Betawi saja dulu tidak mudah seperti sekarang.

Karena keahlian itu hanya milik turun temurun keluarga. Tidak untuk diberikan secara umum.

"Sampai kemudian turunan dari keluarga ada yang menolak untuk meneruskan keahlian pijat pulen legit. Sehingga diwariskan ke orang lain yang bukan keluarga. Dan sekarang siapa pun bisa mempraktikkannya," tambah Cucu.

Termasuk juga mengenalkan minuman tradisional Bir Pletok ke masyarakat. Selama bertahun-tahun sejak tahun 1970, orang masih asing dengan bir pletok.

Baca juga: Dekan FTIK USM Melepas 115 Lulusan dalam Winisuda XXXVIII

"Tapi pas acara Jakarta Fair di tahun 1985, Lembaga Kebudayaan Betawi mendapat booth yang ukurannya cuma 10 meteran persegi. Di situ saya pamerkan bir pletok. Eh ternyata ada wartawan yang membuat berita bir pletok. Dan sejak itu bis pletok langsung dikenal," kenangnya.

Sosialisasi

Yulia Himawati, Ketua Umum IWSPA menambahkan, dalam kegiatan JWTF ini ada 27 peserta dari 19 organisasi atau komunitas yang hadir.

"Dari berbagai unsur, baik akademisi, masyarakat, pengusaha, pegiat budaya, dokter, yang sampai sekarang sangat aktif mensosialisasikan berbagai hal (budaya kesehatan dan kebugaran) di masyarakat," papar Yulia.

undefined

Yulia mengungkapkan bahwa kegiatan ini difasilitasi oleh dinas Pariwisata dan ekonomi kreatif Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

"Jakarta ini punya banyak sekali program sebenarnya. Salah satunya yang sekarang kita lakukan adalah Jakarta Walking Tour Festival (JWTF) 2025. Sebagai mentor dari Board of Etnaprana kita diberi tugas bagaimana mensosialisasikan Etnaprana Betawi," paparnya.

Baca juga: Dekan FTIK USM Melepas 115 Lulusan dalam Winisuda XXXVIII

Yulia mengatakan bahwa masyarakat Jakarta punya rasa bangga terhadap lokal wisdom dan kekayaan budaya nusantaranya.

"Dalam kegiatan ini kita tur ke beberapa pulau. Jakarta punya banyak pulau. Sampai disebut sebagai Pulau Seribu. Dan di pulau-pulau itu menyimpan sejarah panjang tentang (lahirnya) budaya Betawi dan tumbuh-tumbuhan sebagai kekayaan alamnya," terang Yulia.

Selain itu, menurut Yulia, bagaimana budaya Betawi tumbuh dan berkembang sejak zaman dahulu kala hingga sekarang dan di tahun 2027 itu genap Jakarta berusia 500 tahun.

"Bagaimana masyarakat Betawi bisa menjaga kebugaran. Contohnya Oma Yoyoh Rohmah Tambera yang sudah berusia 81 tahun dan luar biasanya beliau masih aktif di Lembaga Kebudayaan Betawi dan terus mempromosikan etnaprana Betawi," terangnya.

Baca juga: Ruko dan Gudang Onderdil Motor Ludes Terbakar di Kemiling

Egaliter
Trainer spa wellness Yoyoh Rohmah Tambera sangat yakin bahwa local wisdom Etnaprana Betawi bisa dipresentasikan secara internasional.

undefined

Yoyoh mengenang saat itu di tahun 2012 ketika pertama kali berjuang bersama Cucu Sulaicha untuk mengumpulkan terapis-terapis Betawi.

"Jujur waktu itu tahun 2012 kita belajar betul-betul dari para pemijat tradisional. Sehingga kita bisa mendapatkan benang merahnya. Kami kumpulkan dari Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Selatan dan Jakarta Barat," ungkap Yoyoh.

Yoyoh juga tak menampik peran dari founder Board of ETNA, Dra Agnes Lourda Hutagalung dalam melakukan observasi Etnaprana Betawi.

Baca juga: Inovasi Program Bawa Nawal Yasin Raih Penghargaan Bunda PAUD Nasional 2025

"Jadi terciptanya gerakan-gerakan pemijatan etnaprana Betawi ini bukan karangan saya, bukan karangan Cucu (Sulaicha) pribadi. Tapi memang sudah kami pelajari ya bersama pakar yang tergabung dalam Indonesia Wellness Master Association (IWMA)," tegas Yoyoh.

Yoyoh yang juga menjadi salah satu pengurus di Lembaga Kebudayaan Betawi ini juga mengatakan bahwa terciptanya Etnaprana Betawi ini karena masyarakatnya egaliter.

"Jadi orang Betawi itu egaliter ya. Mereka Sangat terbuka sama penduduk baru. Maka dalam sejarahnya, terjadinya masyarakat Betawi berasimilasi dengan banyak kebudayaan. Ada dari Portugis, Belanda, China, Arab, India," ujarnya.

Yoyoh bersama Board of ETNA saat ini sedang menyusun tim untuk menjadikan Daerah Khusus Jakarta menjadi pusat Etnaprana Nusantara agar bisa bersaing dengan Ayurveda, TCM, Thai Massage, Swedish Massage dan budaya Kesehatan Tradisional negara lain.

Baca juga: Golkar Pesawaran Tasyakuran Atas Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

"Jadi jangan cuma Bali Massage saja yang dikenal. Turis asing yang datang pertama pasti ke Jakarta. Etnaprana Betawi bisa jadi jualan juga buat pengusaha travel agar ketika ke Jakarta bisa menikmati sensasi Etnaprana Betawi, termasuk pulen legitnya yang terkenal," tandasnya.