LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengagumi Situs Cagar Budaya Taman Purbakala Pugung Raharjo Kabupaten Lampung Timur dan mengapresiasi kriya tapis yang dipamerkan Dekranasda Lampung di Gedung Graha Wangsa Kota Bandarlampung, Jumat (2/11/2025).
Menurut Fadli Zon, Lampung kaya akan benda cagar budaya. Hal itu yang menjadi salah satu alasannya untuk membuat Kantor Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Lampung,

PUGUNG RAHARJO
Ketika melihat koleksi benda Cagar budaya di Gedung Koleksi Cagar Budaya Taman Purbakala Pugung Raharjo, Fadli Zon sangat kagum. Menurut dia, dilihat dari koleksi artefak batu dari massanya, gedung tersebut sudah sepantasnya jadi museum.
"Benda cagar budaya yang tersimpan memiliki sejarah penting seperti prasasti, arca, hingga keramik dari berbagai dinasti," katanya setelah meresmikan revitalisasi gedung koleksi berupa rumah panggung yang terbuat dari kayu.
Menurut Fadli Zon, untuk jadi musem, lahannya harus dihibahkan lebih dulu dari Pemprov Lampung ke Kementerian Kebudayaan. Selain itu, halaman gedung koleksi juga harus diratakan agar bisa dimanfaatkan berbagai kegiatan.
Ratusan artefak dari Masa Megalitikum harus ditata sebagai bahan edukasi dan penelitian. Gedung koleksi ini jendela perjalanan panjang manusia sejak ribuan tahun lalu mulai dari masa prasejarah, Hindu–Buddha, hingga pengaruh Islam.
Gedung koleksi juga menyimpan ratusan fragmen gerabah lokal serta keramik asing dari berbagai dinasti di Cina dan Asia Tenggara pada Abad ke-14–15 berupa keramik Dinasti Ming dan Qing,
Pecahan tempayan besar yang kemungkinan dipakai sebagai wadah penyimpanan atau perlengkapan upacara. Manik-manik kaca berwarna biru, hijau, dan merah, berasal dari peradaban India dan kawasan Asia Barat.
Perhiasan logam sederhana, termasuk cincin dan gelang yang ditemukan di sekitar gundukan (tumulus) pemakaman kuno. Temuan jenis ini sering dikaitkan dengan status sosial dan ritual pemujaan nenek moyang.
Kehadiran keramik impor ini menunjukkan bahwa masyarakat Pugung Raharjo pernah terlibat dalam jejaring perdagangan maritim Nusantara, terutama pada masa Melayu Kuno dan era Sriwijaya.
Belum lagi enam punden berundak, struktur monumental yang menjadi ikon kawasan Pugung Raharjo, Rekonstruksi talud pertahanan yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi permukiman yang dipagari sistem keamanan.
Batu kenong dan batu dakon, yang diduga berfungsi sebagai media ritual atau permainan strategis pada masa masyarakat megalitik. Menhir mini dan fragmen struktur batu, yang menunjukkan adanya komunitas dengan sistem kepercayaan terorganisasi.
Alat serpih dan beliung batu, bukti teknologi alat sehari-hari pada masa hunian awal. Artefak batu ini memperkuat dugaan bahwa Pugung Raharjo merupakan pusat aktivitas manusia sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum pengaruh kerajaan-kerajaan.
Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyambut gembira jika memang Gedung Koleksi Cagar Budaya Taman Purbakala Pugung Raharjo akan dijadikan museum. "Kebanggaan bagi kabupaten memiliki museum," katanya.

KRIYA
Fadli Zon juga mengapresiasi Pameran Kriya Jemari yang digelar Dekranasda Lampung di Gedung Graha Wangsa, Kota Bandarlampung. Di lokasi pameran, Fadli Zon mengapresiasi stan pameran dari beberapa kabupaten. Setiap stand, dia membeli peci tapis kerajinannya.
Bahkan, dia juga membeli berbagai penutup adat Lampung, kain, hingga jas beragam hias Lampung. Pada saat sambutan, dia memakainya dengan sangat sumringah dan bangga.
Dia menginginkan kain tapis juga dapat ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda seperti halnya kain batik. Fadli Zon menginginkan kain tapis juga menjadi warisan budaya dunia tak benda. "Kita akan perjuangkan," tandasnya.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon datang ke Lampung untuk memastikan berdirinya Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Lampung, Jumat (21/11/2025). Setelah itu, dia meluncur ke Taman Purbakala Pugung Raharjo.
Fadli Zon didampingi Dirjen Restu Gunawan dan Kepala BPK Wilayah VII Iskandar Mulia Siregar disambut Wagub Jihan Nurlela, Kadis Dikbud Thomas Americo, Ketua TACB Anshori Djausal, Kadispar Bobby Irawan, dan Kabid Kebudayaan Disdikbud Lampung Heni Astuti. (HBM)
-
