HELOINDONESIA.COM - Orang Bali memiliki filosofi hidup Tri Hita Karana. Tri artinya tiga, Hita kebahagiaan dan Karana adalah penyebab.
Jadi dalam kehidupan sosial dan budaya orang Bali percaya ada tiga penyebab terciptanya kebahagiaan.
Filosofi tersebut menekankan pada satu hubungan antara manusia dengan kehidupan yang ada di dunia ini.
"Filosofi tersebut menekankan hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan alam sekitar dan hubungan manusia dengan Tuhan," papar trainer spa wellness Yoyoh Rohmah Tambera dalam webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2025.
Baca juga: Kunjungan ke DPRD Lampung, KPK : Lemahnya Pengawasan Buka Celah Korupsi!
Dari tiga filosofi tersebut, menurut Yoyoh, saling terkait antara satu sama lainnya.
"Jadi memang filosofi hidup orang Bali itu sudah balance. Ada tiga hal yang mereka perhatikan," jelas Yoyoh.
Terkait spa khas Bali, Yoyoh mengungkapkan bahwa tangan-tangannya orang Bali itu dikenal dengan the magic hand.
"Tangan yang betul-betul bisa menyihir dunia spa, baik di dalam maupun luar negeri," terangnya.
Baca juga: Aniaya ODGJ hingga Meninggal, Pria asal Pegandon Diciduk Polisi
Hingga saat ini, tradisi budaya kesehatan masyarakat Bali itu betul-betul terjaga.
"Karena apa? filosofinya sudah begitu hebat dan kepercayaan terhadap Tuhan itu juga sangat luar biasa. Ini terlihat dari berbagai macam upacara yang mereka pelihara sampai dengan hari ini," ungkap Yoyoh.
Dalam soal tradisi pijat Bali, Yoyoh menegaskan ada filosofi.
"Orang Bali percaya dalam filosofi pijatnya terdiri dari 5 elemen yang dikenal dengan istilah Panca Maha Butha," paparnya.
Berikut 5 elemen tersebut:
Pertama, Pertiwi, yakni Ibu bumi, zat padat yang mendukung semua kehidupan.
Baca juga: USM Berduka, Tokoh Pembina Yayasan Alumni Undip Ir Soeharsojo IPU Berpulang
Kedua Apah, yaitu air atau cairan.
Ketiga, Teja
Api, cahaya atau panas.
Keempat, Banuai yang memenuhi udara atau angin
Kelima Akasa
Sebuah ruang atau eter bersama-sama dunia sekitar juga alam semesta yang lebih kecil dari tubuh manusiam
"Jadi betul-betul mikroskopik itu sangat diperhatikan. apabila unsur api (ang), unsur air (ung) dan angin (mang) di dalam tubuh seimbang atau harmoni maka tubuh menjadi sehat. Demikian juga sebaliknya," terang Yoyoh..
Jadi, sambung Yoyoh, kalau kita bicara soal Bali, filosofi hidup orang Bali itu harus berorientasi pada diri sendiri dulu alam sekitarnya dan Tuhan.
"Lima elemen
Baca juga: KPK Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Perkuat Integritas Daerah di Lampung
nya itu juga harus diperhatikan. Keseimbangan antara unsur api, unsur air, unsur angin itu juga harus diperhatikan," tandasnya.