Pemain Bintang yang Bersinar di MLSC All-Stars, Kompak Ingin Ikuti Jejak Shafira Ika Dkk

Senin, 27 Januari 2025 11:21
Asyifa, Kesya dan Alya. Pemain timnas putri Shafira Ika ketika dikerebuti pemain MLSC All-Stars. Foto: Aji

KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Turnamen sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, 24-26 Januari usai sudah.

Seperti diketahui, tuan rumah All-Stars Kudus tampil sebagai jawara MLSC All-Stars setelah dalam laga final menaklukkan tim pemain bintang Solo dengan skor tipis 1-0 melalui gol Asyifa Sholawa Fahrizi pada Minggu 26 Januari 2025.

Dalam turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut, sejumlah bintang tampak lebih bersinar di banding bintang-bintang lainnya. Mereka bukan hanya sebagai faktor pembeda di tim, namun juga menjadi inspirator bagi rekan-rekannya di lapangan.

Baca juga: Kudus Juara MilkLife Soccer Challenge All-Stars, Timo: Cara Bermain Tim Ini Bisa Jadi Template Daerah Lain

Di tim Solo, ada nama Ika Wonda, lalu di Kudus setidaknya ada tiga nama yang mencuri perhatian. Mereka adalah sang kapten Asyifa yang menjadi playmaker, guest star asal California Giada Soebianto dan sang penjaga gawang Alya Putri Ariyanto.

Sedangkan dalam tim Surabaya ada striker haus gol, Kesya AM Nian, yang kualitasnya di atas rata-rata rekan setimnya.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann mengaku kagum pada penampilan sejumlah pemain yang sungguh di luar ekspektasinya. Terhadap tim, dia melihat sudah ada yang menerapkan pertahanan modern, sudah terpola mainnya.

''Mereka sudah menerapkan pola modern, tapi ada juga yang masih ''gula kacang'', mainnya war-wur dan ngumpul. Ini menjadi tantangan ke depan,'' kata mantan Kabid Pembinaan Pemain Usia Dini PSSI itu.

Baca juga: Isak Haru Warnai Pengumuman 24 Pemain MLSC All-Stars yang Terpilih Wakili Indonesia ke JSSL Singapura

Timo tak menampik, di sejumlah tim terdapat para pemain yang menonjol. Mereka adalah yang selalu berpikir ketika menendang bola dengan tolah-toleh, atau memiliki awareness di lapangan. Dia mencontohkan pemain Persebaya Locita Waranggani.

''Dia itu baru usia sembilan tahun lho, tapi dipercaya menjadi jadi kapten. Lihatlah bagaimana dia masuk lapangan dengan penuh kepercayaan diri. Ada juga Kesya yang kita datangkan dari Papua, dan menjadi faktor pembeda karena kemampuan tekniknya,'' ujar penulis buku ''Dasar-dasar Sepak Bola Modern'' dan ''Futsal for Winner'' itu.

Tampil Menawan

Sejumlah pemain di MLSC All-Stars harus diakui berhasil memikat hati penonton lewat aksinya di lapangan. Seperti kapten tim Kudus Asyifa yang tampil taktis dan penuh percaya diri. Dia berhasil mengorkestrasi permainan Kudus agar lebih hidup, dan menjadi momok bagi tim lawan.

Puncaknya, Asyifa yang punya daya gedor tinggi menjadi penentu kemenangan timya atas Solo di laga puncak. Siswi SDN 2 Rendeng Kudus itu juga dinobatkan sebagai Best Player di MLSC All-Stars dan terpilih dalam skuad Indonesia yang disiapkan ke turnamen JSSL Singapura, April mendatang.

''Sungguh saya kaget atas penghargaan Best Player. Alasannya, masih banyak pemain yang kualitasnya di atas saya. Semoga ini memacu saya untuk lebih keras berlatih agar suatu ketika nanti saya bisa seperti Kak Shafira Ika, Kak Claudia, dan Kak Sheva Imut yang menjadi juara internasional,'' kata Asyifa.

Baca juga: Bekuk Petrokimia 3-2, Popsivo Polwan Dekati Final Four Proliga 2025

Hal senada diucapkan Alya, kiper Kudus yang menjadi Best Goalkeeper. Siswi SDN 1 Wergu Kulon Kudus itu berhasil membetot perhatian, ketika timnya menyisihkan Persebaya 7-6 di babak semi final melalui drama adu penalti. Pasalnya, Alya-lah yang menjadi eksekutor terakhir dan menjadi penentu kemenangan Kudus.

''Ya senang juga bisa juara di turnamen All-Stars ini. Apalagi saya juga masuk dalam tim Indonesia ke ajang internasional di Singapura. Sebagai kiper, saya akan tetap disiplin berlatih,'' ujar pemain yang mengidolakan Shafira Ika Putri, kapten tim yang membawa Timnas menjuarai Piala AFF 2024 di Laos itu.

Sedangkan Kesya, siswi SDN Inpres Perumnas 2 Waena, Jayapura, menjadi sosok yang membedakan dengan pemain lain di All-Stars Surabaya. Dia punya determinasi tinggi, dan sering membuat kalang kabut sektor pertahanan lawan. Kesya menjadi penentu kemenangan timnya saat perebutan juara ketiga dengan mengalahkan Jakarta 2-1. Empat gol yang dikoleksinya menempatkan Kesya menjadi Top Scorer.

''Saya menyukai sepak bola. Cita-cita saya memang menjadi pesepakbola nasional, seperti Kak Claudia,'' imbuhnya.

Dalam final MLSC All-Stars yang mempertemukan Kudus vs Solo, tampak ikut menyaksikan Pelatih Timnas asal Jepang, Satoru Mochizuki dan tiga pemain nasional Shafira, Sheva Imut, dan Claudia Scheunemann yang merupakan keponakan dari Timo.

Baca juga: Insinyur Jerman Pecahkan Rekor Dunia Hidup 120 Hari di Bawah Air

Dalam sesi konferensi pers, Mochizuki mengapresiasi ajang MLSC dalam menciptakan ekosistem pembinaan sepak bola putri, dan menyiapkan bintang-bintang masa depan pesepakbola putri Indonesia.

''Saya kira yang perlu ditanamkan adalah kerja keras. Artinya setiap pemain punya kesempatan untuk selalu berlatih dan disiplin. Kita tak akan tahu apa yang terjadi nanti, tapi langkah awal untuk menjadi pemain berkelas adalah latihan keras selagi ada waktu,'' tandas juru racik berkepala plontos itu.

Di bagian lain, Shafira Ika yang dielukan dan dikerebuti banyak pemain MLSC All-Stars untuk minta tanda tangan dan berswafoto itu memuji ajang MLSC yang dinilainya megah dan keren bagi pembinaan usia dini ini.

''Ini ajang untuk mengasah bakat, dan melahirkan pesepak bola terbaik di Tanah Air,'' tandasnya. (Aji)





Berita Terkini

Haji dan Kue Apem

Ragam • 4 jam 42 menit lalu