Helo Indonesia

Alasan Terselubung Mengapa Israel Masuk 20 KM dari Damaskus, Gawat

Satwiko Rumekso - Internasional -> Timur Tengah
Kamis, 12 Desember 2024 12:13
    Bagikan  
Tank Israel
Reuters

Tank Israel - Tank Israel menerobos masuk perbatasan

HELOINDONESIA.COM -Dalam kurun waktu hanya 48 jam, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan telah melancarkan hampir 300 serangan di berbagai wilayah Suriah. Mereka kini semakin mendekat ke ibukota, Damaskus.

Salah satu serangan besar terjadi di Pelabuhan al-Beida, Provinsi Latakia, di mana militer Israel menghancurkan armada Angkatan Laut Suriah. Ini juga diikuti serangan ke daerah lain di Latakia, yang berdekatan dengan Pangkalan Udara Khmeimim yang dikelola oleh pasukan Rusia.

Lho lho lho

Baca juga: Pertamina Akui Ada SPBU Curang, Kini Diambil Alih

Rabu, 11 Desember 2024, serangan udara melanda wilayah Salamiyah di Provinsi Hama serta Pangkalan Udara Shayrat di Homs. Dalam aksi ini, fasilitas militer di utara Provinsi Raqqa juga menjadi target.

Laporan terbaru mengindikasikan bahwa armada Tank Tempur Merkava Mark IV Israel telah melalui daerah Quneitra menuju Damaskus, dan mereka kini berjarak sekitar 20 km dari pusat kota. Selain itu, beberapa kota di selatan Damaskus seperti Aarna, Hinah, dan Al-Husseinyah kini sudah berada di bawah kendali Israel.

Voli fans masuk sini 

Baca juga: 2 Punggawa Red Sparks Masuk Nominasi Best 7 Sepanjang Sejarah Voli Korea, Bukan Megawati

Seiring dengan adanya kekosongan kekuasaan pasca jatuhnya rezim Bashar al-Assad, Israel memanfaatkan situasi ini untuk memperluas pengaruhnya. Meskipun Israel mengklaim bahwa serangan ini adalah untuk menghancurkan senjata sisa rezim Assad, mereka sebenarnya telah berhasil merebut zona penyangga di Dataran Tinggi Golan, melanggar perjanjian 1974 yang ada.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menekankan bahwa keberhasilan ini adalah pencapaian yang belum pernah terjadi dalam 50 tahun terakhir. Ia menyatakan bahwa Israel berkomitmen untuk mengukuhkan posisi sebagai kekuatan utama di kawasan.

"Negara Israel tengah memantapkan posisinya sebagai pusat kekuatan di kawasan kami, yang belum pernah terjadi selama puluhan tahun," ujar Katz. "Mereka yang bekerja sama dengan kami, akan memperoleh keuntungan besar. Siapa pun yang menyerang kami akan mengalami kerugian besar," tegasnya.

Hingga saat ini, kelompok Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) yang baru saja menunjuk Mohammad al-Bashir sebagai Perdana Menteri dalam pemerintahan transisi belum memberikan tanggapan resmi terkait peningkatan kekuatan Israel ini.